Kanjozoku: Kultur Street Racing Di Osaka
08
Apr
2021
0 Comment Share Likes 423 View

Keunikan setiap area di Jepang bukan lagi sebuah rahasia. Hanya dengan sedikit berpindah tempat, lo bakalan disuguhkan dengan kultur yang berbeda dalam hal duniawi, terutama pada dunia hobi. Rasa yang sama akan kalian dapatkan di Osaka. Daerah yang hangat pada siang hari dan menyuguhkan berbagai pilihan makanan yang sulit dilupakan juga punya satu misteri yang kini banyak orang yang tahu, yakni Kanjozoku.

Berbicara tentang misteri, bukan berarti grup ini hilang timbul bak hantu, Bro. Tapi, grup atau komunitas yang mengklaim bertanggung jawab atas gaya tuning yang dikenal sebagai JDM ini memang harus menutupi identitas karena yang mereka lakukan cukup melawan hukum di sana. Sehingga, keberadaannya juga susah untuk ditemukan baik cuma buat pamer mobil atau saat mereka lagi balapan.

 

Menggunakan Honda Civic

 

sumber

 

Nama Kanjozoku sendiri didapatkan dari rute pilihan mereka yang dikenal sebagai Kanjo. Rute ini adalah jalan raya terhubung sepanjang 4,77 mil yang membentang langsung melalui kota Osaka. Tidak perlu berekspektasi mobil dengan gaya klimis keluaran terbaru yang mereka kendarai, tetapi Kanjozoku ternyata cuma setia sama satu jenis mobil, yakni si gemas Honda Civic. Bukan tanpa alasan, salah satu dokumenter yang dirilis oleh Bowl Films yang berjudul The Kanjozoku: Osaka's Infamous Street Racers, ada alasan spesifik kenapa Honda Civic yang dipilih oleh mereka. 

Menurut video tersebut, kendaraan pilihan itu berasal dari lokasi kota Osaka yang relatif dekat dengan balapan Civic yang diadakan di sirkuit Suzuka yang legendaris di Jepang. Hatchback yang satu ini menjadi senjata default untuk pertempuran jalanan bagi para Kanjozoku. Salah satu anggotanya bilang kalau keunikan dan betapa seductive-nya Honda Civic jadi alasan dia jatuh hati sama mobil ini

 

Style Khas Balapan

Dunia balap sudah pasti jadi inspirasi awal para Kanjozoku ini, terutama dari era 80-90an.  Lihat saja trick set-up dan style kendaraan mereka, semuanya dirancang mirip seperti mobil balap dengan cat yang khas.

Para Kanjo biasanya tidak jauh-jauh dari penggunaan model EF9, EG6 dan EK4 Civic SiR, atau tipe R dengan modifikasi mesin yang hanyalah tuned NA B-series VTEC secara rata-rata. Bagian lain seperti ban maupun bodi pun dibiarkan apa adanya.

 

Mempengaruhi Kultur JDM

Kanjozoku diwawancarai untuk film dokumenter The Kanjozoku: Osaka's Infamous Street Racers bahkan mengklaim bahwa hal yang mereka lakukan menciptakan seluruh konsep penyetelan JDM. Bisa saja benar, soalnya kultur ini bahkan sudah ada selama lebih dari tiga dekade di Osaka. Mereka juga mengklaim kalau originalitas dan konsistensi Kanjozoku itu lebih JDM daripada JDM lain yg diklaim di Jepang, soalnya bisa saja mereka sudah terkena pengaruh dari Amerika Serikat. 

Nama-nama yang selalu diingat dalam dunia Kanjozoku biasanya Temple, Trick, Loose Racing, Pandemic, TOPGUN, Law Break, hingga No Good Racing. Keberadaan mereka mungkin nggak diketahui orang awam, tapi begitu bicara Kanjo merekalah yang disegani. 

 

Bukan Hanya Tentang Mobil

Bukan tentang keren-kerenan dalam berkomunitas, Kanjozoku juga mengedepankan hubungan pertemanan yang erat antar anggotanya. Terlebih, dengan hal yang nggak boleh kamu tiru, nih. Kegiatan yang mereka lakukan di jalan, sebenarnya nggak bisa diterima sama hukum di Jepang. Makanya, semua tindakan menghindari hukum ini membuat Kanjozoku harus menyamarkan identitas mereka, salah satunya menggunakan masker wajah - seperti topeng hoki "Jason".

 

sumber

 

Untuk lebih menyamarkan wajah mereka, jaring jendela juga digunakan agar nggak bisa dilihat langsung siapa yang ada di balik kemudi mobil-mobil ini di "Kanjo Loop", jalan raya terhubung dalam posisi searah jarum jam dalam satu lingkaran di Osaka.


Seru banget kan kultur street racing yang satu ini? Kalau nanti berkesempatan jalan ke Osaka, bisa nggak ya ngintip gimana kerennya mereka di jalan?

SAMPAIKAN KOMENTAR