Junkyard, Solusi Bagi Kalian Yang Susah Dapat Sparepart
11
Jan
2020
0 Comment Share Likes 332 View

Bagi kalian yang memelihara mobil tua atau mobil pabrikan dengan bengkel yang jarang ada di kota kalian, mungkin mencari junkyard atau bengkel kampakan adalah solusinya. Banyak dari kita yang memang passion dan sangat gemar dengan mobil mobil tua atau yang orang jarang lihat di jalan, tapi apakah kalian siap dengaan resiko perbaikan mobil yang lumayan memakan waktu, tenaga, pikiran, dan dompet tentunya. Permasalahan yang sering ditemui pemilik mobil tua biasanya adalah masalah spare part, pernik pernik pelangkap mobil, pritilan interior dan lainya yang sudah tidak di produksi atau sudah tidak ada di pasaran. Cara paling benar adalah cari junkyard atau kampakan mobil terdekat di kota kalian, jangan lupa sesuaikan dengan merek mobil kalian ya jangan beli part mercy di kampakan jepangan nanti di ketawain sama yang jual.

Bengkel kampakan ini memang mengiurkan untuk mobil yang terkenal dengan sparepartnya yang mahal sebaai contoh Mercy dan BMW. Dua brand asal jerman itu terkenal akan harga sparepartnya yang mencekik terutama untuk printilan pelengkapnya ya kalau untuk mesin sih masih ada yang jual produk produk aftermarketnya di bengkel bengkel tapi kalau untuk printilan kayaaknya bakalan susah kalian menemukan toko yang menjual part itu kecuali kalian mau order dari luar negri itu beda cerita. Selain itu dari segi harga, harga part di kampakan atau junkyard sebetulnya bervariasi ya karena part di junkyard itu pasti part bekas jadi pasti tergolong murah tetapi ada juga beberapa part yang lebih mahal biasanya karena part itu langka, original, dan masih sangat bagus.

Mengapa bengkel junkyard atau sparepart bekas ini bisa di sebut bengkel kampakan?
Biasanya pemilik mobil yang sudah malas merawat kendaraanya karena masalah teknis yang sudah terlalu krusial atau permasalahan dengan legalitas surat surat kendaraan tersebut. Pemilik kendaraan tersebut akan menjual mobilnya kepada “bengkel kampakan” secara kiloan atau borongan.sebagai contoh seseorang menjual mobil tuanya yang selelu trouble dan bermasalah dimana mana kepada pedagang onderdil bekas seharga 10 juta saja. Biasanya pedagang akan menyiapkan derek atau towing untuk membawa mobil tersebut. Selanjutnya part-part dari mobil tersebut di lepas per bagian dan dijual secara terpisah. Misal pelek, doortrim, kaki-kaki, shock, mesin, radiator, gardan, dasbor, kaca dilepas dari mobil utuh untuk dijual eceran. Cara seperti ini sudah termasuk mengammpak mobil. Setelah semua bagian dilepas, dan yang tersisa hanya chasis dan body maka saatnya mobil ini benar benar di kampak, maksudnya adalah sasis dan body mobil tersebut dipotong-potong dan dijual dalam bentuk kiloan. ada yang menggunakan mesin pemotong besi, ada yang menggunakan gergaji besi ada pula yang benar-benar menggunakan kampak. Dari sinilah muncul kata “KAMPAKAN” karena proses memotong mobil menjadi beberapa bagian. Begitulah sejarah bengkel kampakan, biasanya disetiap kota kabupaten terdapat bengkel kampakan atau pasar khusus untuk menjual onderdil mobil bekas.

Dari segi bisnis bengkel ini jelas berbeda dengan bisnis penjualan mobil keluaran terbaru dimana para konsumen selalu menanti kehadiran seri terbaru. Tapi bagi para pengepul bangkai mobil nampaknya harus lebih cermat mengatur strategi penjualan. Kondisi tersebut disebabkan karena minimnya modal para pebisnis junkyard serta masih terbatasnya informasi untuk orang awam mengenai bengkel junkyard atau kampakan. Modal yang lumayan besar sangatlah nerpengaruh pada keuntungan, kalau pengepul kampakan tidak cermat otomatis akan merugi, kebanyakan customer dari kampakan juga biasanya adalah orang yang sudah faham dengan mobilnya. Sebagai contoh kita sebagai pengepul kampakan membeli BMW E36 seharga 15 juta dengan kondisi mesin mati dan karat di mana mana dari situ kita masih bisa menjual pernik pernik interior, eksterior, bahkan kelistrikan dan modul modul. Untuk harga ya kalian bisa googling sendiri harga sparepart second dari BMW E36. Memang membutuhkan kesabaran untuk pengepul mobil kampakan karena hasilnya tidak bisa instan, harus menunggu ber bulan bulan untuk bisa menghitung keuntungan.

Lalu bagaimana kita sebagai customer jika ingin menjual mobil kita ke bengkel kampakan? Bisa bisa saja tapi jelas kalian harus memikirkan matang matang dan persiapan mental karena harga pasti akan jauh dari harga pasaran, kecuali jika kalian memang sudah tidak sanggup untuk memperbaiki mobil kalian meskipun mobil kalian tergolong tahun muda. Biasanya yang di jual ke pengepul kampakan adalah mobil bekas banjir, mobil yang pemiliknya tidak kuat untuk membenahi mobilnya karena harga sparepart yang mahal, dan mungkin mobil yang sudah dongkrok sangat lama.

Itulah sekelumit cerita dan pengertian tentang bengkel kampakan, so bagi kalian yang masih bertahan memelihara mobil dengan keterbatasan sparepart maka cobalah mencari cari solusinya di bengkel kampakan.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR