J’S Racing Inspired, Honda S2K by Subronto Laras
07
Feb
2021
0 Comment Share Likes 769 View

Negara Jepang nampaknya masih sangat besar andilnya dalam dunia motorsport atau otomotif dunia. Banyak dari tren serta eksperimen yang dilakukan oleh para pecinta otomotif di negeri sakura itu yang kerap kali menghasilkan subkategori baru pada berbagai segmen otomotif dunia, dalam dunia modifikasi kita mengenal JDM style dan Bosozoku Style sebagai gaya modifikasi yang dimulai dari jepang.

Sedangkan untuk urusan motorsport, jepang juga memperkenalkan kegiatan drifting yang saat ini sangat populer di kalangan pecinta otomotif Indonesia dan dunia. Selain itu, Jepang juga menciptakan salah satu ajang motorsport mereka yang diberi nama Touge Battle. Touge Battle adalah salah satu ajang balap di satu gunung yang mempertaruhkan nama dan reputasi dari bengkel-bengkel tuning di Jepang. Di salah satu ajang Touge Battle, sebuah mobil asal Honda, S2000 dari bengkel J’S Racing yang menggunakan body kit tipe GT berhasil merebut Subronto Laras. Bronto, panggilan akrabnya, merasa bahwa jiwa dari mobil S2000 sebagai mobil sport yang ringkas menjadi sangat terlihat pada ajang tersebut.

 

 

Hadirnya Kecintaan Otomotif Sejak Dini

Bronto yang memiliki profesi sebagai entrepreneur ini memulai kecintaannya terhadap otomotif sejak kecil karena ayahnya. Lebih tepatnya, pada saat Bronto diajak berjalan-jalan berkeliling tanpa arah dan tujuan untuk hanya menikmati berkendara dengan mobil yang diidamkan oleh sang ayah.

Namun, baru pada saat Bronto beranjak dewasa dan dapat membeli mobil idamannya sendiri, Bronto akhirnya paham tentang momennya dengan sang ayah berkendara tanpa arah dan tujuan yang hanya menikmati berkendara adalah momen yang tidak bisa tergantikan. Dengan seiringnya waktu, Bronto yang tadinya bisa berpuas diri dengan hanya berkendara, menjadi haus akan pengalaman baru yang lebih menantang.

 

Modifikasi Awal oleh Subronto Laras 

Modifikasi menjadi tantangan yang baru bagi Bronto, ia masih sangat minim pengetahuan tentang modifikasi dan implementasi parts yang ingin dia ubah menjadi salah satu kesenangan tersendiri. Mobil pertama yang mengawali rentetan cerita Driven by Passion episode 5 ini adalah mobil Honda CR-Z tahun 2014.

Modifikasi yang dilakukan Subronto pada Honda CR-Z miliknya merupakan hal yang cukup unik bagi Intersport dan Bronto sendiri. Honda CR-Z yang basisnya adalah kendaraan hatchback perkotaan yang ramah lingkungan, diubah drastis olehnya dengan tampilan eksterior yang mengadaptasi gaya racing look. Dengan perpaduan body kit gambot serta velg berukuran lebar yang dibalut dengan ban berprofil tebal (meaty fitment).

 

 

Walau Bronto merasa bahwa konsep yang diaplikasikan dirinya pada mobil CR-Z nya sedikit bertabrakan, tapi hal itulah yang memacu Bronto untuk semakin cinta terhadap dunia otomotif, khususnya modifikasi. Setelah puas dengan mobil CR-Z miliknya, Bronto mencoba untuk memodifikasi mobil-mobil lain sebagai project car-nya.

 

Eksplorasi Modifikasi hingga Negeri Paman Sam

Bahkan saking cintanya dengan dunia otomotif Bronto pernah sekali memodifikasi mobil yang bahkan bukan ia lakukan di Indonesia, melainkan di Negeri Paman Sam. Ia memodifikasi mobil BMW M4. Bronto yang tadinya hanya ingin mencoba eksplorasi skema modifikasi yang ada di Amerika, malah senantiasa ikut terjun ke dalamnya. 

Bronto mencoba untuk melakukan hal yang berbeda dari skema modifikasi yang tren pada BMW M4 di Amerika. Modifikasi BMW M4 biasanya berfokus pada performa, namun ia ingin menantang dirinya untuk memasukan tren yang saat itu sedang menjamur (hellaflush) untuk dapat diaplikasikan terhadap BMW M4 miliknya.

Sampai akhirnya Subronto mendapatkan kenalan bengkel yang dapat mewujudkan konsep “nyentrik” BMW M4 miliknya. Menggunakan air suspension yang dapat diaplikasikan pada mobil BMW M4, sebenarnya pada saat itu hampir belum ada merek aftermarket yang mengeluarkan air suspension plug n play untuk mobil BMW M4. Namun, berkat keteguhan Bronto dan kerja keras dari bengkel yang ia pilih, akhirnya BMW M4 milik Bronto dapat menjadi salah satu BMW M4 pertama yang menggunakan air suspension.

 

 

The One and Only Subronto Laras S2000

Jika disuruh untuk memilih dari sekian banyak mobil yang pernah ia modifikasi, mobil yang paling membanggakan menurut Subronto adalah mobil S2000 yang saat ini ia gunakan. Pada tahun 2018 lewat S2000 miliknya, Bronto pernah memenangkan kejuaraan modifikasi Intersport World Stage sebagai juara 3, saat itu mobil S2000 yang ia miliki masih menggunakan warna kuning sebagai warna dasar pada mobilnya.

 

 

Namun bukannya berpuas diri, Bronto malah memilih untuk bereksperimen kembali pada mobil S2000 miliknya dengan merombak modifikasi yang pernah membawanya ke salah satu ajang otomotif ternama di Indonesia. Kali ini, Bronto memulai dengan memberikan body kit baru pada mobil S2000 miliknya dengan body kit J’S Racing Type GT.


Untuk urusan dapur pacu, Bronto menyematkan air filter dari ARC, pulley dari Toda Racing, twin clutch dari J’S Racing, full exhaust system dengan bahan titanium yang juga dari J’S Racing, serta otak dari mobil yaitu ECU yang sudah diganti dengan Haltech. Kemudian, untuk bagian kaki-kaki Bronto memberikan modifikasi pada bagian suspensi yang menggunakan merek Tein Circuit Master yang di-combine dengan air cup dari Stanceparts.

 

 

Lalu untuk urusan interior, Bronto memberikan juga beberapa sentuhan untuk menambah nilai sporty dari mobil S2000 itu. Mengingat mobil ini adalah mobil bertipe roadster, maka modifikasi interior pastinya akan memberikan dampak yang cukup besar pada modifikasi ini. Alhasil, jok Bride Euroster terpasang di mobil ini bersamaan dengan kehadiran stir dan karpet dari J’S Racing, shift knob dari Mugen dan beberapa perubahan panel standar yang digantikan dengan panel berbahan carbon fiber.

Lalu untuk urusan penambahan stiffness, Bronto juga menyematkan strut bar, sway bar, under brace dari Cusco beserta camber kit dari HARDRACE. Bagian velg S2000 milik Bronto ini menggunakan velg yang sama dari J’S Racing GT S2000 yang digunakan juga pada mobil S2000 yang berlomba pada ajang Touge Battle di Jepang, yaitu merek Volk Race TE37V ring 18 dengan lebar pada bagian depan 9.5 dan belakang 10.5, yang berpadu dengan offset sebesar 15, dibalut harmoni dengan penggunaan ban Advan Neova AD08R.

Pada kondisi S2000 milik Bronto dengan berbagai perubahan yang telah ia lakukan, kini mobil tersebut dapat menghasilkan power sebesar 215 hp. Namun, untuk di kemudian hari Bronto telah menyiapkan berbagai kebutuhan mulai dari part dan tenaga untuk upgrade performa tambahan agar dapat memberikan performa yang lebih luar biasa lagi.

Bagi Bronto, modifikasi di Indonesia sudah cukup maju, ia merasakan hal tersebut saat ia dan timnya mencoba untuk mengadakan kegiatan tahunan yaitu The Elite Showcase. Kegiatan tersebut adalah wadah bagi para modifikator Indonesia untuk memamerkan karya-karyanya, dan disambut ramai oleh para modifikator yang hadir pada acara tersebut.

 

 

Jangan lupa saksikan video lengkap Driven by Passion episode “State of The Art” by Subronto Laras dan episode Driven by Passion lainnya di channel YouTube Intersport Auto, Bro!

SAMPAIKAN KOMENTAR