Fakta Unik Tentang Bugatti Chiron
20
Nov
2019
0 Comment Share Likes 255 View

Pada tahun 2005, Bugatti mencuri seluruh perhatian publik ketika mereka meluncurkan Bugatti Veyron yang dianggap sebagai pemecah rekor yang kemampuannya melampaui segala batas yang ada pada produksi sebuah mobil. Chiron, sebagai penerusnya juga tidak kalah mengagumkan karena bisa memenuhi segala ekspektasi pasar. Dipasarkan dengan harga tidak kurang dari 2,4 juta dollar Amerika dan menghasilkan keluaran tenaga raksasa sebesar 1.500 tenaga kuda, membuat Chiron menjadi hypercar yang bisa dibilang paling ambisius di kalangan pecinta otomotif. Tetapi, ternyata di balik semua itu, Bugatti Chiron memiliki sesuatu yang tidak banyak diketahui orang. Apa saja? Langsung saja simak fakta unik mengenai Bugatti Chiron yang sudah Intersport rangkum berikut ini.

  1. NAMANYA BERASAL DARI PENGEMUDI BUGATTI LEGENDARIS

Persis seperti pendahulunya yang juga telah mencetak banyak rekor, model terbaru dan yang paling banyak dibicarakan orang saat ini, yaitu Bugatti Chiron, juga ternyata mendapatkan namanya dari nama salah seorang pengemudi mobil balap Bugatti legendaris, yaitu Louis Chiron. Dengan karir yang panjang, yaitu mencapai angka 30 tahun lamanya, Louis Chiron merupakan salah satu pembalap mobil balap yang bisa dibilang paling ikonik dan paling sukses, terlebih pada masa awal abad 20-an. Louis Chiron bahkan memegang gelar sebagai pembalap tertua yang mengendarai mobil balap Formula One, yaitu pada usia 56 tahun.

 

  1. DILENGKAPI DENGAN CLUTCH TERBESAR YANG PERNAH DIPRODUKSI

Banyak orang yang bertanya-tanya, clutch seperti apa yang bisa mengatasi hentakan tenaga dari mobil paling bertenaga yang pernah diproduksi dan mengandalkan mesin bertenaga bensin seperti Bugatti Chiron? Jawabannya adalah tidak ada. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan mesin W16 bertenaga 1.500 tenaga kuda yang menyalurkan torsi sebesar 1.180 lb-ft ke semua roda penggeraknya, Bugatti harus membuat sendiri clutch untuk dipasangkan ke dalam mobil Bugatti Chiron.

 

Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan clutch yang dibuat sendiri oleh Bugatti ini menjadi salah satu clutch tujuh percepatan terbesar yang pernah ditanamkan ke dalam mobil produksi. Hal ini juga berpengaruh pada berat total mobil Bugatti Chiron, yakni hampir mencapai angka 1.000 lbs.

 

  1. MENAMBAH DOWNFORCE EKSTRA DENGAN EXHAUST PIPE-NYA

Bugatti Chiron memang selalu berusaha untuk memaksimalkan performanya dalam segala aspek dengan engineering yang brilian dan inovatif dan desain arsitektur. Contohnya saja, mobil ini memiliki salah satu fitur yang memungkinkannya menghasilkan downforce melalui exhaust pipe yang terdapat pada mobilnya. Hal ini bisa terjadi karena ternyata mobil Bugatti Chiron ini memiliki beberapa exhaust pipe yang terdapat di bagian belakang mobil ini yang tidak semuanya terlihat.

 

Meskipun jika kita lihat dari luar mobil ini hanya memiliki empat exhaust pipe, mobil Bugatti Chiron ini sebenarnya memiliki enam exhaust pipe, dengan dua exhaust pipe diletakkan di bagian bawah belakang mobilnya. Exhaust pipe tersebut mengeluarkan udara dari kedua sisi mobil, mirip dengan sistem yang dimiliki mobil balap Formula One dengan blown diffuser-nya.

 

  1. MEMILIKI 10 RADIATOR

Sebagai kendaraan yang memiliki salah satu mesin yang paling bertenaga dan paling besar yang pernah ditanamkan ke dalam sebuah mobil produksi, Bugatti Chiron tentu saja memiliki suhu panas mesin yang cukup tinggi. Untuk mengatasi suhu panas mesin yang tinggi ini, Bugatti Chiron memasangkan radiator mesin dengan jumlah yang tidak masuk akal. Tidak tanggung-tanggung, untuk menjaga agar tidak terjadi overheat terhadap mesinnya, mesin pada mobil ini dilengkapi dengan tidak kurang dari sepuluh buah radiator. Di dalam radiator ini mengalir sekitar 37 liter atau sekitar hampir 10 galon air, sementara pompanya mengalirkan sekitar 70 galon air setiap detiknya.

 

  1. MEMILIKI EXHAUST SYSTEM YANG ISTIMEWA

Bagian lainnya yang istimewa dari Bugatti Chiron terletak pada exhaust sistemnya yang memiliki tidak hanya satu, tetapi enam catalytic converter. Mengingat seberapa banyak bahan bakar bensin yang dibakar oleh mesin enam belas silinder berkapasitas 8,0 liter yang dimiliki oleh Bugatti Chiron ini, mobil ini memang membutuhkan jumlah catalyst yang tidak masuk akal.

 

  1. MEMBUTUHKAN 60.000 LITER OKSIGEN TIAP MENITNYA

Di dalam mesin W16 berukuran masif dengan 32 buah injector dan kapasitas total 8,0 liter yang dimiliki oleh Bugatti Chiron, ternyata bukan hanya ada tenaga yang luar biasa, tetapi juga terdapat bukan hanya satu, tetapi empat turbocharger yang mengalirkan udara ke dalam mesin untuk performa yang maksimal. Turbocharger ini membuat Chiron menghisap hingga 60.000 liter oksigen tiap menitnya, atau lebih tepatnya 1.000 liter tiap detiknya. Jika dibandingkan dengan manusia yang pada umumnya membutuhkan 550 liter oksigen setiap harinya, udara yang dihisap oleh mobil ini setara dengan udara yang dibutuhkan oleh kurang lebih 157.000 orang.

 

  1. MEMBUTUHKAN WAKTU ENAM BULAN UNTUK MERAKITNYA

Di dalam sebuah hypercar pemecah rekor seperti Bugatti Chiron, kemungkinan untuk terjadinya error pada komponen mobil haruslah dibuat sekecil mungkin. Mempertimbangkan hal ini, pihak pabrik Bugatti merakit setiap unit Bugatti Chiron dengan sangat hati-hati dan dalam jangka waktu yang cukup lama, untuk memastikan bahwa Bugatti Chiron akan sampai ke tangan konsumen dalam kualitas yang sangat baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Bugatti.

 

Waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh Bugatti dari awal proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen adalah sekitar enam bulan lamanya. Waktu yang dibutuhkan memang cukup lama, mengingat setiap komponen dari hypercar ini dirakit langsung menggunakan tangan, dan mobil ini sendiri diketahui memiliki 1.800 komponen secara keseluruhan. Setelah dirakit, mobil ini kemudian membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk dicat, dan kemudian harus melalui berbagai jenis tes untuk memastikan bahwa semuanya sesuai standar.

 

  1. TIDAK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI HYBRID UNTUK MEMAKSIMALKAN PERFORMA

Seperti yang kita ketahui, mobil bertenaga listrik memang tidak perlu mengalirkan tenaga mereka melalui transmisi, karena itu tidak ada tenaga yang terbuang dan tenaga yang dihasilkan mesin langsung digunakan untuk menggerakkan roda. Hal ini menghasilkan angka torsi yang luar biasa, dan juga akselerasi yang mengagumkan. Selain itu, mobil bertenaga listrik juga ramah lingkungan dan bersifat lebih sustainable. Tidak heran jika tren mobil bertenaga listrik maupun bermesin hybrid tengah menjamur.

 

Namun di tengah tren tersebut, Bugatti mempertahankan mesin bensin tradisionalnya untuk memenuhi keinginan banyak pecinta mobil. Bugatti Chiron sendiri merupakan salah satu model mobil yang menjadi kebanggaan bagi mobil-mobil bertenaga bensin, dan salah satu hypercar masa kini yang tidak mengandalkan mesin hybrid untuk menghasilkan performa yang mengagumkan.

SAMPAIKAN KOMENTAR