Evolusi Mesin 4G63T Legendaris Milik Mitsubishi Lancer Evolution
04
Apr
2021
0 Comment Share Likes 1357 View

Bagi penggemar otomotif kata Lancer Evolution dan mesin 4G63T sangat melekat dan sudah tidak asing lagi didengar para speed enthusiast, nilai sejarah dan value dari mesin tersebut jangan lagi diragukan lagi, Bro! Kode mesinnya, yakni 4G63T yang terkenal tangguh, bukan hanya di jalanan biasa tapi juga di arena balap. Tidak tanggung-tanggung, 9 generasi dilewatinya dengan mulus, mulai dari Evolution I hingga Evolution IX. Apa yang istimewa dari mesin ini dan bagaimana evolusinya? Mari bongkar sama-sama, Bro!

 

sumber

 

Mendahului Mitsubishi Lancer Evolution, mesin 4G63T sudah lebih dulu ‘nangkring’ di kap Mitsubishi Galant VR-4 yang diluncurkan pada 1987. Sayangnya, kakaknya ini kurang mendapat perhatian karena bodinya yang tidak cukup compact dan tidak terlalu gesit. Saat dipasang di Mitsubishi Lancer Evolution, semua kelebihan itu dirangkum jadi satu, yakni body yang sporty, compact, dan ringan sehingga cocok dibawa lari serta mesin 4G63T (turbocharged) berkapasitas 2.0 liter empat-silinder yang mumpuni. Voila, komplit sudah yang dibutuhkan.

 

Evolution I & II

Mengawali evolusi tahap pertama, Mitsubishi Evolution I lahir dengan mesin 2000cc. Bagian tampilan luarnya sangat mirip dengan Galant, sehingga pas seperti anak kembar. Namun, sebenarnya ada sedikit modifikasi untuk menyempurnakannya. Mesin ini dimodifikasi sehingga memiliki tenaga buas 247 PS, atau 10 PS lebih besar dari standar Galant VR-4 dengan torsi 309 Nm. Sedikit peningkatan tenaga mesin, Evolution II tidak berubah terlalu banyak. Mitsubishi melakukan tuning ulang dan mendapatkan peningkatan, yakni kini bertenaga 256 PS.

 

Evolution III & IV

 

sumber

 

Tiap naik level, selalu butuh peningkatan performa. Kekuatan mesinnya di seri Evolution III dinaikkan lagi menjadi 273 PS. Perubahan ini karena turbo yang di ganti dengan seri TD05H-16G dan menaikkan kompresi silinder dapur pacunya. Lebih kerennya lagi, mesin 4G63T pada Evo III mampu mengantarkan Tommi Makinen menjadi juara reli dunia pada tahun 1996, Bro.

Kita berevolusi menuju Evo IV, rupanya para insinyur mulai menekankan keseriusan kepada ajang reli dunia, terlihat perubahan design body mobil yang ekstrem dan mesin yang di tuning ulang yang mendapatkan tenaga 280 PS, perubahan angka tersebut dihasilkan karena sistem twin scroll turbo yang di implementasikan di mesin 4G63T.

 

Evolution V & VI

Mesin 4G63T di Evo 5 ini di rombak cukup signifkan guna untuk meningkatkan performa, salah satunya adalah dengan menaikkan diameter silinder hingga 0,3mm, injector yang lebih kencang dan boost turbo yang di upgrade untuk mendapatkan torsi maksimal pada putaran mesin yang lebih rendah.

 

Evolution VII & VIII

Tidak banyaknya perubahan mesin yang terdapat pada Evo VII, perbedaan yang major adalah pada design body-nya, karena terdapat perubahan struktur maka ada beberapa sektor yang harus dilakukan perombakan, Active Yaw Control di maksimalkan dan sistem rem Anti Lock Braking System (ABS) yang dioptimalkan. Pada Evo VIII difokuskan pada penyempurnaan handling, Super Active Yaw Control digunakan. Transmisi baru dengan rasio yang lebih rapat dan percepatan yang mencapai 6-speed juga digunakan pada Evo seri VIII ini.

 

Evolution IX

Pada sektor mesin, generasi katup variabel MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve Timing Electronic Control System) muncul dan digunakan setelah Evo IX beredar setahun, yakni pada 2006. Kejayaan 4G63T pun terakhir dipakai oleh Evolution IX, sebab setelah itu adiknya muncul dengan mesin Galant Fortis yang dilengkapi turbo. 

 

9 generasi di lewati oleh 4G63T, inovasi, penyempurnaan dan optimalisasi dirasa kata-kata yang cocok untuk mesin ini, gimana tanggapan lo, bro?

SAMPAIKAN KOMENTAR