e-Tilang Tidak Dibayar, Siap-siap STNK Diblokir
28
Mar
2020
0 Comment Share Likes 271 View

Kepolisian Republik Indonesia terus memperketat pengawasan lalu lintas di kota-kota besar. Di ruas-ruas jalan protokol, telah terpasang kamera pengawas untuk menindak para pengendara yang melanggar. Bila masih nekat tidak bayar e-Tilang, pihak kepolisian akan memblokir STNK sebagai bentuk hukuman kepada pelanggar yang membandel.

Pihak kepolisian bahkan telah mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak jumlah kamera, demi mendukung penerapan sistem tilang e-TLE. Kamera canggih tersebut bisa merekam pelanggaran dari pengguna jalan hingga wajah dari pelaku. Identitas pengendara akan dilacak sekalipun mereka berusaha menutupi plat nomor atau mungkin melepasnya.

Dalam penerapan sistem tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pelanggar akan diblokir sementara oleh kepolisian. Ini dilakukan jika dalam tujuh hari tidak ada respon dan niat membayar denda dari surat e-Tilang yang dikirim ke alamat pelanggarnya. Pelanggar lalu lintas wajib memberi responnya melalui situs www.etle.pmj.info.

Pemberlakuan e-Tilang dan penindakan pelanggaran ini sesuai dasar hukum UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Apabila kalian kedapatan melanggar tilang elektronik, akan dikenai denda maksimal sebesar Rp500 ribu. Berikut ini daftar pelanggaran yang kena tilang elektronik:

  1. Melanggar marka dan rambu
  2. Melanggar batas kecepatan
  3. Melanggar jalur khusus bagi kendaraan tertentu
  4. Kelebihan daya angkut dan dimensi
  5. Menerobos lampu merah
  6. Melawan arus
  7. Mengemudi tanpa kendali
  8. Tidak menggunakan sabuk pengaman

Kalian tentu tidak bisa melakukan pembayaran pajak kendaraan bila tidak bayar denda e-Tilang. Melalui tilang elektronik, kepolisian ingin memberikan efek jera karena nilai denda yang diberikan sangat besar karena berupa denda maksimum.

“Kamera ETLE ini bekerja secara otomatis. Penindakannya lebih efektif karena dasar hukumnya lebih kuat dengan adanya bukti yang sudah terekamApabila sudah membayar denda sesuai pelanggaran, pelanggar bisa membuka blokir STNK miliknya,” ucap Kombes Rudy Antariksawan selaku Dirlantas Polda Jawa Tengah sebagaimana dikutip dari laman NTMC Polri.

Ketentuan soal pemblokiran pada e-Tilang sudah diatur dalam Perkap No. 5 tahun 2012 tentang Pemblokiran Regident Kendaraan Bermotor. Pasal 115 ayat 5 menyebut STNK yang berdasarkan data elektronik melakukan pelanggaran lalu lintas dapat diblokir. Selama diblokir, artinya tidak memiliki surat-surat yang sah karena STNK dianggap mati.

Pemilik kendaraan ternyata masih punya kesempatan membuka STNK yang sudah diblokir. Pelanggar tidak usah bingung, karena hanya perlu bayar denda e-Tilang sebelum perpanjang STNK. Setelah itu, pemilik kendaraan tinggal melapor ke SAMSAT untuk membuka blokir dan lantas bisa membayar pajak kendaraan seperti semula.

Saat mengonfirmasi pelanggaran, pemilik kendaraan bisa melakukannya melalui etle-pmj.info. Kita cukup memasukkan kode referensi pelanggaran yang dikirim polisi dan nomor polisi kendaraan. Bahkan, untuk Polda Metro Jaya telah membuka posko untuk konfirmasi langsung e-Tilang.

SAMPAIKAN KOMENTAR