Deretan Roadster Ikonik Versi Intersport
04
Dec
2020
0 Comment Share Likes 220 View

Memiliki tampilan sporty nan cantik serta dapat menikmati udara secara penuh menjadi salah satu benefit dari menggunakan mobil dengan model roadster. Walaupun model ini bukan menjadi salah satu model paling favorit para konsumen di Indonesia, namun model ini selalu memiliki kharisma dan keunikan tersendiri yang membuatnya menjadi pusat perhatian.

Berbagai produsen otomotif berlomba-lomba untuk membuat model roadster-nya sendiri, bahkan menggunakan base dari mobil andalan mereka, seperti Nissan 350Z Convertible, Lamborghini Huracan Spyder, Porsche boxster, dan lain-lain.

Berikut rangkuman 5 mobil roadster ikonik dari masa ke masa versi Intersport. Penasaran? Check this out!

 

Ford Mustang Convertible 1965

Pada awal kemunculannya di tahun 1964, Ford menggemparkan dunia otomotif lewat produk Ford Mustang yang menjadi andalan mereka. Ford Mustang berhasil menjadi salah satu mobil paling ikonik di Amerika bahkan di seluruh dunia.

Kesuksesan Ford Mustang inilah yang menginspirasi Ford untuk memberikan opsi tambahan kepada para automotive enthusiast dengan memperkenalkan model Mustang Convertible berselang 1 tahun setelah debut pertamanya. Mobil berdimensi mungil pada masanya namun bertenaga itu, sontak menjadi idola baru di dunia otomotif.

Kesuksesan Ford Mustang sebagai salah satu mobil paling ikonik asal Amerika inilah yang mendasari Intersport untuk memasukkannya ke daftar mobil roadster ikonik sepanjang masa.

 

sumber: bringatrailer.com

 

BMW 507 Convertible 1954

Meski tergolong sebagai mobil BMW yang paling tidak sukses dalam segi penjualan, BMW 507 merupakan salah satu mobil BMW dengan desain paling baik. Berawal pada tahun 1954, seorang importir umum khusus mobil-mobil mewah asal New York, Amerika, Max Hoffman melihat adanya celah pada bursa penjualan mobil sport yang saat itu didominasi oleh mobil-mobil sport ekonomis produksi MG dan Triumph, serta rival satu negaranya Mercedes Benz 300SL yang memiliki harga selangit.

Dilandasi alasan tersebut, Max Hoffman meyakinkan BMW untuk mengisi kekosongan gap tersebut. Dari situlah BMW setuju untuk menciptakan mobil sport roadster-nya. Albert Von Goertz ditunjuk menjadi designer dari keseluruhan project ini. Project yang menggunakan sistem hand built, dimana setiap unitnya memiliki keunikan masing-masing, karena atapnya yang berbeda dari satu dan lainnya.

Namun, kesalahan penghitungan biaya produksi yang tadinya diproyeksikan untuk dijual ke publik dengan harga sekitar $5000, ternyata mengalami over budget menjadi 2 kali lipatnya. Sehingga mobil ini berakhir menjadi mobil yang sangat jarang di pasaran. Terhitung hanya 252 unit BMW 507 yang berhasil terjual selama masa produksi. Dua unit di antaranya milik sang raja Rockstar, Elvis Presley. Hal tersebut membuat mobil ini menjadi mobil yang sangat langka dan memiliki harga hingga jutaan dollar pada lelang mobil klasik di beberapa negara.

Karena keunikan setiap unitnya, kelangkaan mobil di pasaran, serta harganya yang selangit, membuat mobil ini menjadi salah satu mobil convertible paling mahal di dunia.

 

sumber: cnbc.com

 

Jaguar E-Type Series 1 1961-1967

Jaguar E-Type merupakan mobil yang revolusioner karena dobrakan cara lama dalam penciptaan sebuah mobil. Mobil ini pula yang mendasari penggunaan chassis monocoque yang kini banyak digunakan mobil-mobil. 

Terinspirasi dari cara pembuatan pesawat tempur, Jaguar berhasil mengembangkan mobil ini menjadi salah satu mobil terbaik yang keluar dari lini produksi mereka. Mobil ini merupakan suksesor dari pendahulunya yang sudah memiliki reputasi sangat baik yaitu Jaguar D-Type. Mobil yang berhasil menaklukan ajang Le-mans selama tiga tahun berturut-turut pada 1955-1957.

Pada awal kemunculannya Jaguar E-Type Series 1 ini dibekali mesin dengan konfigurasi inline 6 silinder 3.781 cc, memiliki tenaga 265 daya kuda, serta torsi maksimum 346 Nm yang tergolong memiliki tenaga besar pada zaman itu. Namun tidak berhenti sampai situ, pada tahun 1964 Jaguar kembali meng-upgrade E-Type Series 1 dengan membekali mesin berdimensi lebih besar menjadi 4.235 cc yang dapat melahap kecepatan 0-100 km/h hanya dalam waktu 7 detik.

Mobil Jaguar E-Type ini juga menjadi mobil favorit dari seorang pembalap legendaris, Norman Dewis OBE, yang bisa Pria Intersport baca pada artikel berikut Norman Dewis Pembalap Asal Inggris Yang Memberhentikan Dunia

 

sumber: hagerty.co.uk

 

AC Shelby Cobra Mk 2 1963-1965

Beranjak ke mobil berikutnya, merupakan hasil ciptaan manufaktur Inggris yang diberi sentuhan magis dari sang petani asal Kentucky, Carrol Shelby. AC Cobra sendiri merupakan hasil kolaborasi gemilang antara AC, produsen mobil asal Inggris dan bengkel tuning milik Carrol Shelby, Shelby American, LTD.

Pada awalnya Shelby menginginkan Aston Martin sebagai base model untuk mobil ciptaannya. Namun saat menghubungi pihak Aston Martin, Shelby mendapatkan penolakan secara langsung oleh salah satu produsen mobil terbesar asal Inggris tersebut. Penolakan itu tidak membuat Shelby berhenti untuk mendekati para produsen mobil asal Inggris.

Tidak lama kemudian Shelby mencoba untuk menghubungi produsen mobil AC yang kebetulan sedang kehilangan supplier untuk mesin pada mobil yang sedang mereka ciptakan, AC Bristol Roadster. Hal ini menjadi berita baik bagi Shelby karena Shelby merasa dapat memasukan mesin V8 asal Amerika pada mobil AC Bristol tersebut.

Shelby mendapatkan kebutuhan mesin V8 nya dari Ford yang kebetulan pada saat itu sedang mengembangkan mesin V8 terbaru. Benar saja, perpaduan antara body dan sasis yang ringan asal Inggris disatukan dengan mesin gahar V8 asal Amerika, menghasilkan harmonisasi penampilan, handling, serta performa. Mobil ini diberi nama  Shelby Cobra.

Dibekali dengan mesin V8 berkapasitas 4.800 cc, mobil ini memiliki tenaga sebesar 410 Bhp dan torsi maksimal 480 Nm dengan transmisi manual 4 percepatan. Shelby Cobra juga merupakan salah satu pembawa heritage racing stripe yang ikonik pada mobil-mobil dengan performa tinggi asal Amerika.

 

sumber: topcarrating.com

 

Mazda MX-5

Tidak dapat dipungkiri bahwa Mazda MX-5 merupakan mobil dengan dimensi kecil yang memiliki reputasi sebagai mobil yang ‘fun to drive’.

Mazda Miata mulai dikembangkan pada tahun 1981. Pada saat itu, Mazda memiliki kerjasama baru antara tim Mazda yang berada di Tokyo dengan tim Mazda yang berada di Amerika Utara. Kerjasama ini diberi nama Offline 55 Project.

Berdasarkan kerjasama Offline 55 Project ini, Mazda terinspirasi untuk membangkitkan kejayaan roadster asal British yang akan diproduksi oleh manufaktur Jepang dan dijual di Amerika. Mazda menunjuk Tom Matano sebagai desainer untuk project kali ini, dan mengambil inspirasi dari mobil roadster Inggris, Lotus Elan.

Mazda mengambil filosofi salah satu seni bela diri Jinba Ittai yang memiliki makna perpaduan antara kuda dan penunggangnya saat mengembangkan mobil British roadster asal Jepang ini. Dengan filosofi tersebut Mazda menyimpulkan bahwa project mobil terbaru kali ini harus memiliki dimensi yang kecil, nyaman dikendarai, serta pembagian bobot merata pada bagian depan dan belakang mobil.

Alhasil Mazda berhasil memperkenalkan Mazda MX-5 pada Chicago Auto Show pada tahun 1989 yang membuat para calon konsumen menyukainya. Hal ini membuat setiap dealer Mazda yang ada mendapatkan order yang membludak dari para konsumen.

Hingga saat ini para automotive enthusiast masih memilih mobil ini sebagai mobil harian hingga mobil project modifikasi, dikarenakan harga yang terbilang ekonomis serta mesin asal manufaktur Jepang yang dikenal bandel dan reliable.

 

sumber: automobilemag.com

 

Setuju dengan list versi Intersport kali ini? Jika ada roadster yang menurut Pria Intersport luput dari list ini, silahkan tulis di kolom komentar, Bro.

SAMPAIKAN KOMENTAR