Deretan Parts Untuk Meningkatkan Performa Handling
13
Dec
2020
0 Comment Share Likes 313 View

Mengubah tampilan serta menambah performa handling mobil biasanya menjadi 2 alasan utama bagi para pemilik mobil untuk memodifikasi kaki-kaki mobilnya. Seringkali mengganti velg serta ban pada mobil merupakan langkah pertama bagi sang pemilik dalam memulai rentetan modifikasi pada bagian tersebut.

Namun untuk mendapatkan hasil dan performa yang diinginkan, sekedar mengganti velg dan ban saja tentu masih jauh dari kata cukup. Mungkin berdasarkan tampilan pada mobil kalian telah menemui peningkatan yang signifikan dengan hanya mengganti velg, tapi bagaimana dengan performa handling kendaraan? 

Berikut ini adalah beberapa daftar rangkaian part modifikasi untuk bagian kaki-kaki mobil Pria Intersport yang akan menambah performa handling mobil layaknya mobil balap yang siap bermanuver dan melahap kecepatan tinggi.

 

Suspensi

Penggunaan Coilover atau secara lengkapnya Coil Spring Over Shock Absorber merupakan sebuah upgrade yang banyak digunakan para pecinta otomotif guna menambah performa handling pada mobilnya. Coilover digemari karena memiliki sejumlah pengaturan yang memungkinkan setiap pemilik mobil mendapatkan settingan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dibandingkan dengan sistem suspensi konvensional yaitu suspensi per, suspensi ini memiliki beberapa kelebihan dan juga kelemahan. Menyikapi perbedaan tersebut pada akhirnya akan kembali kepada tujuan / keperluan modifikasi kita. Beberapa orang hanya ingin sekedar merendahkan ground clearance mobilnya, beberapa lainnya ingin bisa mengatur tinggi rendahnya mobil mereka, mengatur camber, dan lainnya.

 

sumber: coiloverdepot.com

 

Kelebihan Coilover

  • Memiliki pengaturan seberapa rendah suspensi yang kita inginkan.

  • Beberapa tipe memiliki fitur untuk mengatur keras atau empuknya shock.

  • Beberapa tipe lainnya dilengkapi camber kit untuk mengatur camber.

  • Memiliki beragam jenis dan tipe sesuai dengan keperluan penggunaan mobil seperti street performance, race, comfort, dirt, ultra-low, dan lainnya.

  • Apabila rusak dapat di service (rebuilt).

 

Kekurangan Coilover

  • Meskipun memang coilover ini sebenarnya dapat di service atau di rebuilt, akan tetapi kita masih sulit menemukan penjual spare part atau jasa perbaikannya. Kerusakan pada satu coilover seringkali berarti kita harus membeli satu set penggantinya.

  • Pengaturan yang memerlukan waktu dan tenaga lebih banyak. Kita harus mendongkrak mobil lalu membuka ban untuk mengatur tinggi rendahnya suspensi.

  • Harganya jauh di atas suspensi per standar (bawaan pabrik)

 

Sway & Strut Bar 

Fungsi Sway Bar adalah untuk menjaga level kedua sisi roda memiliki ketinggian yang sama dan menjaga rigiditas torsional kaki-kaki bagian bawah tetap sama. Sehingga gejala body roll yang biasa ditemui pada kondisi mobil standar pabrik akan berkurang bahkan menghilang.

Hal ini juga berpengaruh terhadap handling pada mobil yang akan meningkat karena mobil terasa lebih rigid saat bermanuver.

 

sumber: nmaa.co.id

 

Strut Bar  (biasa disebut strut tower bar atau strut brace) dirancang untuk mengikat dua strut tower yang berlawanan menjadi satu kesatuan yang kokoh. Tujuan dari strut bar adalah untuk mengurangi kelenturan yang dialami selama menikung keras. Saat bermanuver, tower shockbreaker mobil biasanya akan melentur dan mengakibatkan body flex dan kehilangan traksi.

 

sumber: nmaa.co.id

 

Tire Alignment Kit

Penyesuaian pada suspensi kendaraan melalui sistem yang menghubungkan mobil ke rodanya. Fungsi dari tire alignment sendiri adalah mengatur sudut ban yang mempengaruhi cara ban bersentuhan dengan jalan.

 

sumber: saskatoonauto.ca

 

Tire Alignment sendiri memiliki 3 macam fitment yang biasa digunakan, yaitu:

 

  • Camber

Camber merupakan sudut pada roda yang diukur dengan cara melihat roda dari bagian depan. Jika roda bagian atas condong ke arah luar dari garis tengah pada sumbu vertikal, maka keadaan ini disebut camber positif. Begitu pula sebaliknya, jika bagian atas roda condong ke arah dalam maka keadaan ini disebut camber negatif. Pada saat menerapkan camber, hal ini akan membuat salah satu sisi roda akan lebih sering bersentuhan dengan jalan dari pada sisi lainnya sehingga akan mempercepat proses aus pada sisi roda tersebut. Contoh pada saat camber terlalu negatif maka sisi roda bagian dalam yang lebih sering bersentuhan dengan jalan sehingga pada sisi tersebut lebih cepat aus dari pada sisi luar.

 

 

  • Caster

 

Ketika membelokkan kemudi roda, roda depan akan merespon gerakan tersebut pada sebuah pivot (tumpuan) yang mengenai sistem suspensi. Sudut caster diukur dengan melihat dari sisi samping kendaraan. Jika pada bagian atas tumpuan condong ke arah belakang maka kondisi ini disebut caster positif. Dan sebaliknya untuk caster negatif. Jika terdapat perbedaan caster pada sisi roda antara roda kiri dan kanan untuk mobil maka kendaraan akan menarik ke arah paling kecil sudut caster positifnya. Jika caster sudah sama namun terlalu negatif maka kemudi akan sangat ringan dan kendaraan akan lebih sulit untuk dipertahankan dalam kondisi lurus. Jika caster sudah sama namun terlalu positif maka kemudi akan semakin berat namun lebih mudah menjaga posisi tetap lurus.

 

  • Toe in & Out

Tidak seperti caster dan camber yang diukur dalam satuan derajat, toe lebih sering diukur dalam satuan inci. Pengukuran toe sangat tergantung pada alat ukur yang digunakan. Kesalahan dalam pengaturan toe merupakan faktor utama keausan pada roda. Untuk bagian roda depan maupun belakang, toe masih dalam definisi yang sama. Toe merupakan perbedaan antara leading edge (bagian depan) dan trailing edge (bagian belakang) dari roda. 

Toe-in kondisi dimana bagian depan lebih dekat dari bagian belakang. Dan begitupun kebalikannya untuk toe-out. Namun ketika kendaraan dalam posisi bergerak, lenturan dari komponen linkage akan mengubah alignment yang ada pada kondisi diam. Hal ini dapat disebut “Running Toe”. Running Toe diusahakan seminimal mungkin terjadi untuk meningkatkan umur roda dan mengurangi rolling resistance (hambatan putar).

Dari ketiga pilihan alignment diatas, Pria Intersport dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing yang paling sesuai dengan kriteria performa serta tampilan yang dimiliki.

 

Arm Bushing

Arm Bushing adalah salah satu komponen di mobil yang berfungsi untuk menghubungkan arm dengan sasis agar tidak terjadi singgungan antar logam. Biasanya arm bushing menggunakan material karet yang cukup baik untuk meredam getaran, namun seperti kita ketahui, bahwa karet memiliki sifat yang semakin lama semakin berkurang tingkat kepadatannya. 

Maka dari itu telah banyak perusahaan aftermarket yang mengganti bahan yang lebih kokoh serta keras. Karena semakin keras bahan yang digunakan mobil akan terasa lebih rigid atau kaku. Selain itu, dengan bahan yang lebih kaku dapat meminimalisir maintenance pada kendaraan. Tak heran bila mobil balap kerap menggunakan bahan Teflon atau Polyurethane untuk part ini.

 

sumber: akgmotorsport.com

 

Semua yang disebutkan di atas merupakan part-part yang dapat diaplikasikan pada kaki-kaki mobil Pria Intersport. Perlu diingat bahwa part-part di atas memiliki tingkat kesulitannya masing-masing dalam instalasinya, ada baiknya mencari bengkel yang sudah memiliki reputasi yang bagus untuk dapat menerapkan modifikasi ini. Karena bagian kaki-kaki pada mobil merupakan bagian yang fatal jika terjadi kesalahan dan akan berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan berkendara.

SAMPAIKAN KOMENTAR