Cina Kembali Produksi Mobil Imbas Corona yang Sudah Mereda
27
Mar
2020
0 Comment Share Likes 504 View

Cina yang merupakan negara asal merebaknya virus Corona alias Covid-19 justru kini kian mereda. Seperti dikutip dari Automotivemews.com (16/3), Industri otomotif di negeri tirai bambu ini juga dikabarkan kembali menggeliat. Beberapa pabrikan otomotif di Cina mulai beroperasi kembali. Penjualan mobil di negara tersebut juga diramal akan pulih secara bertahap.

Beberapa perusahaan otomotif besar dikabarkan sudah mulai beroperasi, seperti Daimler menyatakan sudah membuka pabriknya kembali dan memulai penjualan. Merek Jerman lainnya, BMW, yang punya pabrik di Shenyang sudah kembali beroperasi sejak 17 Februari lalu.

Sedangkan Fiat Chrysler dilaporkan sudah beroperasi, dengan lebih dari 90 persen dealer dan 95 persen staf kembali bekerja. Sementara Ford menyebut pabriknya sudah beroperasi sejak 10 Februari. Kini pemulihan pabrik sudah mencapai hampir 100 persen, meski beberapa karyawan di Wuhan, masih dalam pembatasan perjalanan.

Untuk pabrikan Jepang, Honda  juga menyebut tidak mengalami masalah pasokan suku cadang hingga saat ini.  Pabrik Toyota di Guangzhou dan Changchun juga telah kembali sesuai jadwal shift reguler. Lebih dari 98 persen dealer Toyota sudah kembali beroperasi. Beberapa merek lainnya juga sepert Volkswagen, Volvo, Tesla dan SAIC disebut telah kembali beroperasi secara bertahap. Beberapa produsen otomotif ini sebelumnya berhenti melakukan produksi mobil dengan memproduksi masker secara sementara.

Produksi masker yang dilakukan beberapa produsen otomotif ini memang dilakukan untuk membantu pemerintah Cina menanggulangi penyebaran wabah virus corona yang semakin meluas beberapa waktu lalu. Saat ini Cina menyatakan diri sudah tidak ada virus corona dan bersiap melanjutkan aktifitasnya kembali. Hal ini jelas menjadi salah satu kabar positif yang bisa di dengar oleh seluruh masyarakat dunia. Virus yang sangat berbahaya tersebut mematikan beberapa produsen untuk beraktifitas.

Bahkan imbasnya pun terasa ke seluruh dunia. Banyak produsen yang suplai komponennya terhambat karena berasal dari Cina. Kini, diharapkan produsen otomotif yang ada di seluruh Dunia kembali bisa melakukan aktifitas produksinya kembali.

SAMPAIKAN KOMENTAR