Cerita di Balik BMW E30 Pandem Pertama di Indonesia
04
Oct
2020
0 Comment Share Likes 837 View

Laburan kelir Mexico Blue tampak matching dengan tongkrongan BMW E30 dua pintu yang satu ini. Kombinasi body kit Pandem garapan Rocket Bunny membuat legenda sedan kompak performa BMW yang satu ini begitu sedap dipandang.

BMW E30 memang cukup istimewa bagi seorang Hakim Putratama. Selain memiliki nilai sejarah yang begitu kuat, mobil ini juga menjadi idolanya ketika meluncur di medio 90an.

“E30 memang menjadi mobil idaman saya,” tuturnya kepada Intersport. Ditambah lagi dengan munculnya BMW E30 dalam film Catatan Si Boy membuatnya bertekad untuk memiliki unit sedan kompak dengan julukan The Ultimate Driving Machine tersebut.

 

 

 

Bicara soal E30, mobil ini memang punya pengaruh besar dalam pengembangan sedan kompak pabrikan asal Jerman. Bahkan, dari model inilah cikal bakal seri M, yang syarat dengan performa menetas, dilahirkan.

E30 merupakan line-up sedan entry-level yang diproduksi Bayerische Motoren Werke pada rentang tahun 1982 hingga 1994, yang memiliki varian bodi; coupe, empat pintu (1983), convertible (1985), dan estate atau touring E30.

BMW E30 yang semasa hidupnya diproduksi sebanyak lebih dari dua juta unit itu juga dipasarkan dalam varian mesin 4-silinder, 6-silinder, dan diesel 6-silinder.  Sementara di Indonesia, mobil ini masuk pada tahun 1986 melalui model 318i dan umumnya memiliki mesin bawaan seri M10 B18 dan M40 B18.

Meski sudah berusia puluhan tahun, BMW E30 rupanya menjadi mobil yang cukup populer. Karakternya yang sporty dan desainnya yang kompak membuat tampilan mobil ini tak lekang oleh waktu.

E30 dua pintu Hakim Putratama yang ikonik dengan body kit Pandem itu rupanya dibangun dengan proses yang cukup panjang. Tantangan membangun E30 memang terletak pada rancang bangun bodi.

“Utamakan dari sasis. Harus mencari sasis yang bagus dan minim keropos karena sasis itu bisa dibilang pondasi dari kendaraan tersebut,” saran Hakim Putrama untuk Pria Intersport yang mau membangun E30.

Aspek lain yang tak kalah penting tentu saja soal performa. Di sini, Hakim Putrama ingin membuat sedan dua pintunya ini asyik dikendarai. Untuk jantung mekanis misalnya, ia memilih mesin dengan konfigurasi V8. Bahkan, seiring berjalannya waktu, mobil ini sudah dua kali di-swab menggunakan mesin tersebut.

 

 

 

“Karena V8 dari X5 masih belum puas secara performa. Jadi akhirnya menggunakan mesin dari M5 yang memang menjadi varian tertinggi dari BMW,” imbuhnya.

Untuk mengimbangi mesin S62, Hakim Putratama turut melakukan penyesuaian di kaki-kaki. Tujuannya agar ketika gas dibejek mobil bisa dikendalikan dengan baik. “Untuk kaki-kaki depan menggunakan suspensi BMW E36 yang di-reinforce.”

Body Kit Pandem


 

Puas dengan performa, Hakim Putratama pun ingin membuat tongkrongan E30 ini enak dipandang dan photogenic. Ia pun berselancar untuk mencari sejumlah referensi modifikasi yang pas.

Dari situlah ia tertarik dengan body kit Pandem hingga akhirnya terbang ke Jepang untuk melihat langsung BMW E30 dengan body kit Pandem di hajatan Tokyo Auto Salon.

Body kit Pandem sendiri merupakan karya dari tangan dingin Kei Miura. Adapun paket body kit Pandem Aero dari Rocket Bunny Aero Kit, terdiri dari 6 parts; front lip, side skirts, serta over fender untuk depan dan belakang, juga sayap duck tail di belakang yang menjadi ciri khas.

Hakim Putratama yang punya passion dalam dunia modifikasi pun merasa belum puas. Mobil itu ibarat sebuah kanvas yang akan digunakan untuk berkreasi.

 

Bagi Pria Intersport yang masih penasaran dengan BMW E30 Pandem bisa melihat videonya melalui tautan ini Driven by Passion Eps. 1 - BMW E30 Pandem by Hakim Putratama.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR