Cerita dan Fakta Menarik Seputar Mobil Toyota GT86
09
Jan
2021
0 Comment Share Likes 409 View

Mobil sport telah menjadi salah satu lini favorit dari para penggemar otomotif. Performa tinggi, tampilan sporty serta handling yang baik menjadi elemen yang wajib dimiliki oleh mobil sport. Sehingga tidak heran para produsen mobil akan melakukan riset dan pengembangan yang matang bahkan hingga bertahun lamanya, hanya demi memberikan mobil sport yang diinginkan para calon konsumen.

Pada dekade 1980-1990an produsen Jepang sedang gencar-gencarnya memberikan para konsumen berbagai pilihan mobil-mobil sport yang ekonomis serta reliable. Tidak terkecuali pabrikan Toyota yang dikenal sebagai produsen mobil yang memiliki ketahanan yang luar biasa.

 

Dari Kompetitor menjadi Sahabat

Pada dekade tersebut, Toyota dianggap memiliki era keemasan lini mobil sportnya dengan mengeluarkan varian-varian seperti Toyota Supra, Toyota Celica dan Toyota MR2. Namun menjelang dekade 2000an, nampaknya Toyota mencoba untuk mengubah image mereka menjadi produsen mobil yang lebih “aman dan stabil” dengan varian-varian seperti Corolla dan Prius. Hal ini memang bukanlah sesuatu yang buruk, mengingat Toyota sangat berhasil dalam mengeksekusi tiap produknya sehingga membuatnya menjadi salah satu brand otomotif paling laris dan memiliki reputasi yang sangat baik di dunia.

Tepatnya pada tahun 2008 Toyota mengakuisisi perusahaan Fuji Heavy Industries yang merupakan parent company dari salah satu kompetitor Toyota di bidang otomotif yaitu Subaru. Bermula dari sanalah kerjasama antara Toyota serta Subaru mulai banyak diperbincangkan.

Pada awalnya, kerjasama Toyota dan Subaru ini digosipkan akan melahirkan mobil SUV. Namun selain ide kolaborasi SUV yang telah sampai ke telinga masyarakat, ternyata Subaru juga memberikan ide kerjasama berupa sebuah mobil sport yang sontak langsung disetujui oleh pihak Toyota dengan satu syarat, mobil tersebut harus menggunakan konfigurasi rear wheel drive.

 

The Team Behind The GT86 Project

Toyota dan Subaru menunjuk Tetsuya Tada sebagai  pimpinan dari project ini. Tetsuya lantas meminta bantuan dari seorang temannya, seorang chassis engineer; Yoshinori Sasaki. Mereka juga merekrut beberapa orang yang akan membantu mereka menciptakan mobil sport hasil kolaborasi Toyota dan Subaru.

 

sumber

 

Mengambil inspirasi dari sebuah mobil Toyota Corolla AE86, Tetsuya dan Yoshinori memberikan konsep mobil sport yang ringan, berukuran kecil serta simple. Sehingga saat Tetsuya memberikan presentasinya kepada para petinggi Toyota, Tetsuya dianggap tidak serius dalam melakukan project tersebut, karena biasanya setiap pabrikan otomotif yang akan membuat mobil sport akan mengejar performa, handling serta lap record. Alih-alih memikirkan faktor tersebut, Tetsuya merasa bahwa mobil ini hanya dapat memenuhi aspek handling yang baik serta Fun to Drive.

Konon katanya pemilihan konsep serta inspirasi pada mobil ini berasal dari salah seorang tim yang Tetsuya tunjuk sebagai tim dalam pengembangan mobil sport ini. Salah seorang tim yang ditunjuk adalah seorang pemuda yang memiliki kecintaan terhadap model AE86 yang dimana dirinya telah memiliki lima buah mobil project berupa mobil AE86. Maka bermula dari sanalah Tetsuya bersama dengan tim lainnya memutuskan untuk menciptakan mobil sport yang merupakan suksesor dari AE86.

 

 

Namun pada saat masa pengetesan mobil oleh para petinggi Toyota, Tetsuya berhasil meyakinkan para petinggi Toyota bahwa benar mobil ini merupakan mobil sport compact yang menyenangkan dan dapat digunakan sebagai kendaraan sehari-hari. Sehingga project tersebut mendapatkan izin untuk diteruskan.

Untuk urusan dapur pacu, Tetsuya dan Yoshinori memilih konfigurasi mesin boxer, sehingga dapat memberikan ukuran yang ringkas serta  konfigurasi mesin boxer memiliki center of gravity tepat pada bagian bawah mobil yang menjadikan mobil ini dapat memiliki handling yang luar biasa.

Pada konfigurasi mesin mobil ini mungkin kita akan sedikit mendapatkan gambaran perihal penamaan dari mobil GT-86 ini, dimana pada beberapa jeroan mesin memiliki ukuran diameter sebesar 86mm pada bagian bore dan stroke pada mesin F20 boxer ini.

Pada bagian inilah pihak Subaru memainkan perannya dalam project mobil ini, dengan mengadaptasi mesin yang pernah mereka gunakan pada produk-produk mereka yaitu mesin boxer FA22 yang dikawinkan dengan fuel injection system D4S milik Toyota sehingga menghasilkan mesin boxer dengan kode FA20D tanpa turbo dan supercharger yang menghasilkan power sebesar 197 hp dan torsi sebesar 151ft/lbs yang diatas kertas sepertinya kurang menjanjikan bagi para calon konsumen.

 

Debut Awal GT86

Walaupun begitu, Pada tahun 2011 Tokyo Motor Show, Toyota memperkenalkan mobil ini kepada masyarakat dan disambut dengan antusias tinggi para calon konsumen sehingga pada tahun 2012 ketika mobil ini diluncurkan, mobil ini laku keras paling tidak pada pasar Amerika yang di tahun pertama penjualannya, mobil ini dipinang lebih dari 27.000 unit.

 

 

 

Penuh dengan pro kontra, GT86 tetap memberikan angin segar kepada para konsumennya, terlebih  para konsumen loyal Toyota yang telah mendambakan era mobil sport 90-an Toyota. Toyota berhasil memberikan mobil sport kompak yang dapat digunakan sebagai kendaraan harian yang memiliki handling luar biasa dengan tampilan yang memukau. Toyota juga dapat membuktikan bahwa hal yang dianggap beberapa orang sebagai kelemahan, yaitu kecilnya tenaga mesin yang dibawa, menjadi hal yang positif. Dimana dengan handling mobil yang luar biasa mantap, GT86 akan sangat mudah dikontrol karena “tidak” memiliki performa yang terlalu buas, sehingga memberikan pula dampak keamanan pada mobil GT86 ini.

 

Masa Depan GT86

Terhitung sejak pertama kali dirilis ke masyarakat, mobil ini telah mengalami satu kali perubahan minor lewat versi facelift pada tahun 2016. Lagi-lagi Toyota tetap konsisten untuk tidak menambahkan performa yang terlalu signifikan. Dalam salah satu wawancara dengan media CarAdvice, Tetsuya menyampaikan bahwa mobil GT86 ini merupakan mobil yang sudah optimal, dengan pembagian bobot yang sempurna antara bagian depan dan belakang. Jika menambah performa lewat penambahan Turbo atau Supercharger akan mempengaruhi pembagian bobot yang ada.

Walaupun begitu, beberapa konsumen tetap menunggu-nunggu adanya peningkatan performa pada varian GT86, lalu beberapa media online kian memperumit hal ini dengan memberikan harapan berupa berita tentang akan hadirnya penerus dari GT86 yang akan diberi nama GR 86, dibekali dengan mesin 2.400cc boxer dan dilengkapi dengan turbo. Tentu hal ini merupakan hal yang sangat baik jika menjadi kenyataan. Namun pihak Toyota masih belum mengkonfirmasi akan kebenaran berita tersebut, sehingga hal ini hanya merupakan angin lalu yang kian memberikan perasaan harap-harap cemas bagi para loyalis Toyota dan Car Enthusiast di dunia.

 

sumber

SAMPAIKAN KOMENTAR