Bangun Mobil Drift, Kecepatan Bukan Hal Penting.
18
Dec
2019
0 Comment Share Likes 796 View

Mengapa kendaraan yang digunakan hampir semuanya adalah sedan? Ya, alasannya karena mobil kecil tersebut memiliki bobot yang ringan, Rear Wheel Drive atau roda berpenggerak belakang, serta ground clearance rendah. Tapi bila ditelaah lagi, mobil sedan tersebut ternyata bukan kendaraan keluaran terkini loh, alias mobil-mobil tahun tahun lama. Bangun Mobil Drift, Kecepatan Bukan Hal Penting ternyata.

Paling penting adalah mobil bisa sliding, bukan kecepatan. Jadi, ground clearance, rem, sampai teknik sliding adalah hal paling penting untuk drift. Setelah itu baru kecepatan. Jadi paling utama adalah torsi. Tidak jarang juga mobil yang kecepatannya tinggi (horse power/Hp) kalah dengan yang punya torsi pas.

Jangan pakai mobil MPV atau SUV kalau ingin ngedrift, pakai sedan yang RWD (Rear Wheel Drive) karena ground clearance mereka rendah. Sehingga tidak akan terpelanting. Lakukan juga di tempat yang memang proper.

Dilansir dari laman Wikipedia, Ground Clerance adalah sejumlah ruang di antara dasar dari ban kendaraan dengan bagian bawah chassis. Ground clearance biasanya diukur dengan aturan standar tertentu; ada yang diukur ketika diberikan beban, ada juga yang diukur ketika tanpa beban. Mobil adalah contoh kendaraan yang pengukuran ground clearance-nya dilakukan ketika tidak ada muatan atau penumpang di dalamnya.

Ground clearance adalah faktor kritis dalam penentuan karakteristik kendaraan. Variasi ground clearance menentukan besarnya kemampuan mobil dalam menangani medan, handling, dan sifat aerodinamis. Ground clearance yang tinggi menyebabkan pusat massa dari kendaraan menjadi semakin jauh dari permukaan tanah sehingga kemungkinan untuk terjadi rollover semakin tinggi. Namun kendaraan dengan ground clearance yang tinggi mampu melewati jalan yang tidak rata tanpa merusak chassis. Ground clearance yang rendah menjadikan kendaraan memiliki karakteristik aerodinamis yang baik sehingga mampu bergerak di jalan yang datar dengan kecepatan tinggi dan minim gesekan dengan udara.

Pilih Mobil Yang Cocok

Untuk mobil standar yang ingin dimodifikasi menjadi mobil drift, sebaiknya adalah mobil sedan yang menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan transmisi manual. Bagi profesional sekali pun, drifting dengan mobil penggerak depan sangat memungkinkan tetapi butuh teknik yang lebih banyak dengan jam terbang lebih tinggi.

Sedan dipilih karena memiliki ground clearance yang rendah, sehingga tidak mudah terbalik atau terpelanting saat drifting. Sedangkan transmisi manual karena drifting membutuhkan turun naik atau perpindahan gigi yang cepat.

Mobil-mobil yang sering digunakan sebagai bahan modifikasi pun tergantung keuangan.

Siapkan Mesin bertenaga

Agar mobil standar sesuai dengan kebutuhan mobil drift, sebaiknya Anda ganti mesin atau swap engine dengan yang tenaganya lebih besar. Mesin favorit untuk mobil drifter adalah mesin Toyota dengan kode JZ seperti 1JZ dengan kapasitas 2.500 cc atau 2JZ yang kapasitasnya 3.000 cc.

Selain itu, ada juga yang memakai mesin Toyota dengan kode UZ. Mesin ini memiliki kapasitas 4.000 cc.

Pilihan mesin tersebut tergantung dengan bahan mobil standar yang akan Anda modifikasi menjadi mobil drift.

Mobil drift idealnya memiliki tenaga antara 400 hingga 500 daya kuda. Jika melakukan modifikasi mesin, sebaiknya Anda mengganti turbo, piston, stang piston, injector, engine management, serta meningkatkan boost turbo.

Perkuat Kaki-Kaki Mobil

Diperlukan kaki-kaki yang kuat bagi mobil drift saat melibas tiap tikungan. Karena itu, kaki-kaki standar mobil bawaan dipastikan perlu diganti total.

Dibagian kaki-kaki yang wajib dipasang untuk menggantikan yang standar antara lain suspensi coilover, adjustable arm, maupun limited slip differential (LSD).

Tidak kalah penting, selain mengganti velg dan ban, knuckle, tie rod, hingga lower arm juga harus dimodifikasi agar dapat berbelok lebih banyak hingga mencapai 60 derajat.

Sistem pengereman mobil drift juga berbeda, khususnya pada bagian rem belakang. Kaliper rem tangan dan rem belakang dimodifikasi terpisah. Tujuannya agar kedua fungsi rem dapat bekerja sesuai tugas masing-masing dan tidak mengganggu satu sama lain.

Jika mengacu pada peraturan IMI di BAB V mengenai Peraturan Teknik Kendaraan Drifting, dalam point 3.3 IMI menjabarkan mengenai regulasi mesin, rem, gearbox, ban plus velg, dan body styling untuk kelas Drift Star.

  1. Mesin

(i). Engine tipe apapun dan modifikasi Mesin bebas kecuali penggunaan NOS dan Water Injection / Methanol DILARANG Peraturan Drifting IMI 2017 41 Peraturan Drifting IMI 2017

(ii). Untuk seluruh tipe mesin PIPING bebas namun dari down pipe sampai ke pembuangan akhir dibelakang (wajib) diameter max 2.25 inch (lingkar luar) dan jumlah tabung maximum 40cm.

(iii). Mesin Turbo HARUS MEMAKAI RESICTOR 32 mm.

(iv). Jika menggunakan External Wastegate pipa wastegate harus masuk ke kenalpot utama (2,25 inch).

  1. Rem

Bebas

  1. Gearbox

Harus menggunakan “H” pattern dengan syncromesh, namun ratio gigi bebas

  1. Ban dan Velg
  2. Lebar: 215, B. Ring: 17, C. Profil bebas, D. Lebar velg bebas.
  3. Body styling

 

(i). Material bebas, KECUALI Pintu driver TIDAK BOLEH menggunakan bahan FIBER / SERAT PLASTIK

(ii). Kaca POLIKARBONAT diperbolehkan untuk mengganti seluruh kaca kendaraan KECUALI Kaca depan.

  1. Roll cage
  2. Rollcage mengikuti peraturan Teknik Keselamatan Perlombaan Mobil IMI atau sesuai dengan tingkat kejuaraan yang lebih tinggi. (lihat halaman hijau)
  3. Mobil “OPEN TOP” harus mengikuti design Roll Cage sesuai dengan standarisasi dalam buku ini (foto attached)

III.Cross Bar “X” atau “F” WAJIB terpasang dikedua posisi pintu depan

IV.Mobil dengan tangki belakang disarankan menggunakan pelindung tangki berupa rollcage samping.

  1. Peserta diperbolehkan menggunakan DRIVER SIDE BAR saja dengan ketentuan: Mesin maksimal 2000cc, tidak boleh turbo, NOS dan Water Injection / Methanol DILARANG.

Selain peraturan, kamu harus tahu juga beberapa teknik dasar yang bisa kamu kembangkan saat drifting. Antara lain,

Hand Brake Drift

Kopling diinjak dan disaat bersamaan hand-brake ditarik untuk menghilangkan traksi. Ketika traksi sudah hilang, kopling di lepas dan pedal gas ditekan sambil lakukan countersteering.

Power Slide

Syaratnya butuh mobil dengan mesin bertenaga besar. Caranya hanya dengan menginjak pedal gas sampai habis dan mengontrol arah mobil dengan setir.

Shift Lock

Drifting dengan cara menurunkan posisi gigi jadi lebih rendah. Hal ini membuat ban mengunci sehingga traksi hilang.

Clutch Kick

Drifting dengan cara menendang kopling sehingga menimbulkan guncangan pada transmisi sehingga mempengaruhi keseimbangan mobil. Hal ini bakal membuat mobil sliding.

Braking Drift

Caranya saat masuk tikungan pedal rem diinjak sehingga bobot pindah ke depan. Kemudian pedal gas langsung dipijak sehingga ban belakang kehilangan traksi.

Feint/Scandinavian Flick

Caranya dengan memindahkan bobot kendaraan ke luar dengan cara memutar setir ke arah luar tikungan dan dengan tiba-tiba memutar balik setir sehingga bagian belakang mobil bergeser. Teknik ini seperti cara menikung mayoritas pereli.

Kansei/Dynamic Drift

Drifting dengan cara mengangkat pedal gas saat kecepatan tinggi. Ini terjadi karena saat pedal gas diangkat bobot pindah dari belakang ke depan.


SAMPAIKAN KOMENTAR