Ban Cadangan Tidak Boleh Dipakai Harian, Kenapa Ya
25
Mar
2020
0 Comment Share Likes 216 View

Pemilik mobil setidaknya harus mengetahui bahwa ada beberapa jenis ban cadangan. Jenis ban cadangan tersebut yakni full size matching spare tyre, full size non matching spare tyre, dan temporary tire. Sebagai ban cadangan, tentu ada perbedaan dari tiap ban ini dengan ban utama, mulai dari beda ukuran hingga beda velg.

Ban cadangan full size matching spare tyre dan full size non matching spare tyre memiliki ukuran yang sama persis dengan ban utama. Bedanya, full size non matching spare tyre menggunakan velg kaleng dan bukan velg alloy seperti ban utama. Sementara ban cadangan jenis temporary tire, menggunakan velg kaleng dan beda ukuran dengan ban utama. Tujuannya agar lebih menghemat ruang penyimpanan.

Karena fungsinya hanya sebagai ban sementara, pemilik mobil sebaiknya tidak menggunakan ban cadangan jenis temporary tire untuk digunakan sehari-hari dalam waktu yang lama. Menurut On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal, penggunaan ban temporary untuk kegiatan sehari-hari bisa berbahaya karena ukurannya tidak selebar ban utama.

"Hal ini karena ban itu memang khusus dibuat untuk pemakaian sementara, sambil menunggu ban utamanya diganti atau diperbaiki," ujar Zulpata seperti dilansir Kompas.com.

Selain beda ukuran, ban cadangan temporary juga memiliki traksi yang berbeda. Pengemudi bisa merasakannya dari pengendalian, handling, stability, hingga kemampuan pengereman. Kualitasnya pasti di bawah ban utama. Karena itu, Zulpata mengingatkan bahwa pemilik mobil juga harus membatasi kecepatan ketika menggunakan ban temporary yakni maksimal 80 km/jam.

"Dari segi estetika juga kurang menarik. Biasanya ban temporary dipasang di pelek yang kurus, dari besi. Kadang warnanya mencolok, ad ayang kuning, biru, atau ada tulisan besar temporary di peleknya," tuturnya.

Pendapat senada juga disampaikan Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi. Menurutnya ban cadangan memiliki ukuran tapak yang lebih tipis, atau bahkan setengah dari ban biasanya. "Karena namanya ban cadangan, hanya dipakai sampai ke tukang tambal ban saja. Ban ini tidak bisa digunakan untuk harian," ucapnya.

Mengenai batas kecepatan, Didi juga sepakat agar kendaraan tidak dipacu dengan kecepatan yang terlalu tinggi ketika menggunakan temporary tire. Jika lebih dari 80 km/jam, maka bisa berbahaya karena lebar ban ini hanya setengah dari ban utama. "Makanya di ban tertulis kecepatan maksimal 80 km/jam," jelasnya.

Tips merawat ban cadangan

Lantaran jarang digunakan, ban cadangan harus diberi tekanan udara yang lebih tinggi dari ban utama. Misalnya untuk mobil keluarga dengan kapasitas tujuh penumpang, tekanan udara ban serep yang disarankan adalah 44 Psi atau 300 kPa (3.0 Kgf/Cm2).

Menurut Zulpata, melebihkan tekanan udara pada ban cadangan bertujuan untuk menghindari penyusutan tekanan angin. Angka 300 kPa adalah tekanan udara yang direkomendasikan. "Supaya lebih aman, gunakan nitrogen karena bisa menyimpan angin lebih lama. Perawatan lainnya sama saja dengan ban utama," kata Zulpata.

Sedangkan bagi pemilik ban cadangan yang ukurannya sama dengan ban utama, maka sesekali coba digunakan untuk harian agar ban tersebut ikut terotasi. "Jadi saat menggunakan ban cadangan, pengendalian mobil tidak begitu berpengaruh. Selain itu juga bisa membuat ban lebih awet," ucapnya.

SAMPAIKAN KOMENTAR