Bagaimana Cara Kerja Sway Bar?
05
Dec
2019
0 Comment Share Likes 308 View

Hampir sebagian besar kendaraan yang kini dipasarkan pasti memiliki sway bar. Bahkan beberapa di antaranya telah dibekali dengan dua sway bar, di depan dan belakang. Sway bar atau palang berayun mungkin lebih cocok disebut anti-sway bar atau anti-roll bar. Hal itu karena komponen ini memang berfungsi untuk menjaga stabilitas mobil Mas Bro dari kemiringan saat manuvering di belokan. Hmm, mungkin kalau umumnya lebih banyak dikenal dengan disebutan stabilizer.

Dalam penggunaannya, Mas Bro akan merasakan sensasi saat mobil berbelok di tikungan. Apalagi di kecepatan tinggi, dan bodi mobil seakan bersandar ke sisi terluar serta menjauhi sudut tikungan. Konsep kerja dasar dari sway bar adalah twisting force atau gaya puntir yang diimplementasikan untuk melawan kemiringan dengan membuang ayunan ke sisi lain mobil dan mengurangi body-roll.

Sway bar terhubung ke kedua roda depan atau belakang di mana mereka berfungsi untuk menahan kecenderungan mobil terguling saat berbelok, sehingga membantu menjaga bobot pada roda bagian dalam sebagaimana mobil meningkatkan cengkeraman dan kontrol saat menikung.

Jika Mas Bro perhatikan, sway bar akan bekerja saat salah satu roda melayang atau lebih rendah dari roda lainnya, tujuannya adalah untuk menjaga level semua roda agar tetap sama. Ya, tak heran kalau mobil yang lebih sering dipakai di jalur aspal atau penggunaan harian sangat tepat menggunakan komponen ini. Tetapi perlu Mas Bro ketahui bahwa sway bar tidak selalu ideal untuk kendaraan 4×4 yang dipakai offroad. Hal ini dikarenakan Mas Bro pasti ingin mendapat sebanyak mungkin travel roda. Pada dasarnya, sway bar berfungsi untuk mempertahankan distribusi berat yang merata dari satu sisi ke sisi lain.

Seperti yang disebutkan sebelumnya tadi di atas, Mas Bro bisa menggunakan sway bar pada salah satu sisi di bagian depan atau belakang, atau keduanya secara bersamaan untuk mengurangi understeer dan oversteer.

Mengendalikan Oversteer dan Understeer

Nah, sebelum membahas lebih dalam, perlu tahu dulu apa itu understeer dan oversteer.

Sebuah kendaraan sangat mungkin bergerak tidak sama persis dengan arah atau posisi setir ketika pengemudi menikung tajam ataupun di jalanan yang licin. Pada kondisi ini kendaraan biasanya mengalami oversteer atau understeer.

Oversteer adalah kondisi saat kendaraan menikung melebihi arah belokan yang diinginkan pengemudi, ini dikarenakan roda belakang kehilangan gaya gesek. Sementara understeer adalah ketika kendaraan cenderung lurus atau keluar dari jalur meskipun setir sudah dibelokkan, ini terjadi lantaran roda depan kehilangan gaya gesek.

Dalam aplikasinya, sebagai contoh, Mas Bro mencoba dan meminimalkan understeer pada kendaraan FWD atau AWD, di mana umumnya lebih rentan terhadap undertseer ketimbang kendaraan RWD. Mas Bro bisa menambahkan sway bar belakang atau menggantinya dengan yang lebih tebal atau kaku. Alternatif lainnya, Mas Bro bisa mencopot sway bar depan atau menggantinya dengan yang lebih tipis. Berbagai sway bar merek aftermarket ditawarkan di pasaran, tinggal sesuaikan dengan bujet Mas Bro sekalian.

Hal yang sama juga berlaku untuk minimalisir oversteer. Mas Bro bisa menambahkan sway bar depan atau menggantinya dengan yang lebih tebal. Atau copot sway bar belakang dan menggantinya dengan yang lebih tipis. Beberapa kendaraan SUV menawarkan fitur sway bar adjustable mode. Dengan fitur ini memungkinkan pengguna bisa menyetel sway bar jadi lebih kaku atau lembut sesuai kebutuhan berkendara.

Car Kerja Sway Bar

Lalu bagaimana cara kerja sway bar itu?

Prinsip kerja sway bar adalah menahan gaya puntir yang diterapkan ketika satu roda bergerak naik turun dan memindahkan bobot dari satu sisi kendaraan ke sisi lain, misalnya ketika mobil menikung. Pada saat komponen itu resistan, sway bar menjaga roda selevel dengan roda lainnya. Sway bar terhubung dengan komponen suspensi dan terpasang ke control arm suspensi. Sway Bar juga terpasang menggunakan bushing agar tidak bergerak naik turun melainkan hanya berputar.

Jadi, saat kendaraan menikung dan berat berpindah dari satu ke sisi lain, roda mulai bergerak ke atas ke arah bodi kemudian sway bar memuntir agar berat berpindah ke sisi lain mobil sehingga meminimalisir aksi roll ketika berbelok. Tapi perlu diketahui juga kalau ada sejumlah elemen lain yang bekerja di sini. Sebut saja misalnya komponen suspensi, desain kendaraan, dan karakteristik handling. Pada umumnya, akan ada perbedaan karakter antara sway bar di gardan depan dan belakang.

Perlu diingat juga bahwa pabrikan biasanya berkompromi antara kenyamanan dan performa. Jika sway bar tergolong tipis, saat salah satu roda menghantam gundukan, sway bar akan mencoba dan menahan pergerakan roda (naik-turun) di mana akan mengakibatkan bantingan kendaraan terasa terlalu keras dan tidak nyaman. Tapi itu tergantung lagi pada bagaimana pengaturan suspensinya.

SAMPAIKAN KOMENTAR