Asal-Usul Livery Ikonik dari Mobil Pabrikan Sampai Balapan
31
Oct
2020
1 Comment Share Likes 370 View

Kisah Panjang Kemunculan Livery Legendaris Pada Ajang Motorsport

Tiap ajang motorsport memiliki ciri khas yang berbeda pada setiap tampilan kendaraannya. Salah satu yang paling menonjol dan ikonik adalah livery dari setiap tim yang mengikuti kegiatan tersebut. Livery juga menjadi aspek yang penting untuk membedakan antar pembalap dengan pembalap lainnya.

Hal ini pula yang menjadikan sebagian dari penggemar otomotif untuk mengaplikasikan berbagai livery pada kendaraan pribadi mereka, mulai dari livery bertemakan racing stripe hingga livery khas ajang balap beserta dengan berbagai sponsor di dalamnya.

Tidak hanya menjadi ciri khas pada mobil, pemilik mobil bisa menunjukan kecintaannya terhadap salah satu tim motorsport  lewat livery. Bahkan beberapa pabrikan telah menyematkan livery ciri khasnya masing-masing pada unit mobil standar ciptaannya.

 

Racing Stripe – Adaptasi Identitas Motorsport terhadap Identitas Pabrikan

Berbagai pabrikan mobil asal Amerika, telah menyematkan racing stripe pada kendaraan besutan mereka sejak bertahun-tahun silam lamanya. Beberapa orang menganggap bahwa Shelby American merupakan pabrikan pertama yang mengaplikasikan racing stripe pada mobil mereka lewat Shelby Cobra dan GT 350 pada tahun 1965.

 

Sumber : motorauthority.com

 

Pete Brock, merupakan Head of Special Project dari Shelby American. Ia memutuskan untuk memberikan tambahan garis design pada mobil yang ia kerjakan. Pete brock menambahkan 2 garis lurus berwarna biru yang ditarik dari depan hingga ujung belakang mobil.

Keputusannya untuk memberikan tambahan garis pada mobil tersebut ternyata menuai banyak pujian. Keputusan Pete Brock ini dianggap sebagai ide yang brilian karna memberikan aura sporty yang lebih terasa pada mobil besutan Shelby American tersebut.

Berbagai pertanyaan mulai menghampiri Pete Brock, tentang darimana awal inspirasinya untuk memberikan tambahan desain yang simpel namun memiliki dampak luar biasa tentang cara publik memandang mobil besutannya.

Pete Brock memberikan kredit pada hasil kerjanya tersebut pada seseorang yang bernama Briggs Cunningham. Brock menjelaskan bahwa Briggs Cunningham merupakan salah seorang pembalap Le Mans pada tahun 1951.

Cunningham mengikuti ajang Le Mans tersebut dengan mendesain sendiri kendaraan balapnya yang diberi nama Cunningham C-2R. Cunningham memutuskan untuk membuat mobilnya berbeda dengan tim lainnya dengan memberikan 2 garis memanjang pada mobilnya.

 

Sumber : stevemckelvie.wordpress.com

 

Bukan tanpa tujuan, peraturan balap pada masa itu mengharuskan setiap kendaraan yang mengikuti ajang balap Le Mans harus memiliki warna mobil sesuai dengan warna nasional tim. Cunningham sendiri merupakan pria asal Amerika dan diketahui bendera Amerika memiliki warna nasional berupa putih dan imperial blue.

Umumnya setiap tim asal Amerika hanya mewarnai bagian body mobil mereka dengan warna putih dan warna biru pada bagian frame. Hal itulah yang membuat Cunningham ingin bereksperimen dengan mewarnai mobilnya warna putih secara keseluruhan dan menambahkan 2 garis berwarna imperial blue dari depan hingga belakang mobilnya.

Mobil besutan Cunningham tersebut menjadi pemandangan yang berbeda pada ajang motorsport di kala itu, sampai di mana berita tersebut diketahui oleh Pete Brock yang saat itu masih berumur belia.

Dari situlah asal mula racing stripe yang terkenal hingga saat ini. Racing stripe juga memberikan inspirasi kepada berbagai pabrikan otomotif dunia untuk memiliki versi racing stripe sendiri sebagai  identitas mereka.

 

Livery Sponsor pada Ajang Motorsport

Sama seperti ajang motorsport Le Mans, ajang Formula 1 juga menerapkan peraturan terhadap warna mobil yang harus disesuaikan dengan warna nasional tim yang mengikuti ajang tersebut. Sampai pada tahun 1968 pada Grand Prix Africa, di mana John Love asal tim Gunstone memberikan slot kepada sponsor mereka untuk menaruh logo pada mobilnya.

 

Sumber : conceptcarz.com

 

Untuk mengikuti ajang Formula 1 dibutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga pihak Formula 1 memberikan keringanan peraturan agar dapat menjual bagian body kendaraannya untuk ditambahkan logo sponsor pada mobil mereka, yang dimaksudkan untuk memberikan dana tambahan terhadap para tim.

Peraturan ini dimanfaatkan dengan sangat optimal oleh salah satu tim asal kebangsaan Inggris, Colin Chapman Lotus Team, mengganti warna hijau kebangsaan Inggris (British Racing Green) dan kuning menjadi warna ciri khas sponsor mereka, yaitu Martini.

Tim lotus dikabarkan mendapatkan deal kontrak senilai £ 85.000 (sekitar £ 1.400.000 / hari ini) untuk menggantikan warna tradisional negaranya menjadi warna merah dan putih.

Dari deal yang didapat oleh tim Lotus tersebut, mereka berhasil mengamankan posisinya untuk tetap dapat menjalani ajang balap tanpa harus berkutat dengan masalah finansial. Hal ini juga yang mengawali berbagai tim untuk berlomba-lomba menjual slot sponsor pada mobil yang mereka gunakan pada ajang tersebut, dan menghadirkan sekian banyak livery ikonik yang banyak diadaptasi kembali oleh para penggemar otomotif dunia.

SAMPAIKAN KOMENTAR