Apa yang Terjadi Kalau Coil Mobil Rusak?
05
Dec
2019
0 Comment Share Likes 422 View

Seperti banyak kita ketahui kalau coil berfungsi sebagai penyuplai tegangan ke busi yang berasal dari baterai atau aki. Tegangan yang diperoleh dari baterai 12 volt akan dinaikkan menjadi 10 – 20k Volt yang disalurkan ke busi. Tujuan menaikkan tegangan ini agar busi bisa membakar campuran udara dan bahan bakar secara sempurna.

Kalau percikan busi kecil, maka pembakaran yang terjadi di ruang bakar tidak akan maksimal. Akibatnya, saat pertama mesin dihidupkan akan mengalami delay atau penundaan dengan waktu yang lumayan lama. Salah satu peyebabnya adalah coil tidak bisa lagi membangkitkan tegangan yang besar ke busi. Dari itu, nih.. kita harus tahu gejalanya apa saja yang muncul oleh kerusakan pada coil pengapian.

Tanpa panjang lebar, berikut adalah gejala rusaknya coil pengapian yang berhasil kami rangkum:

  1. Backfire (Pembakaran yang Telat)

Gejala awal saat coil rusak dan yang paling mudah Mas Bro identifikasi bisa dari gas buang. Ciri-ciri ini bisa Mas Bro lihat pada gas buang yang keluar dari ujung knalpot yang bewarna hitam pekat serta bau bahan bakar mentah yang masih ada. Nah, kalau hal ini terjadi segera perbaiki ke bengkel terdekat. Jangan terlalu lama didiamkan, karena jika diabaikan maka kerusakan bisa saja merambat pada komponen lain. Selain itu, jika terlalu lama dibiarkan maka akan bisa saja merusak sistem pembuangan pada mesin.

  1. Misfiring (Pembakaran Tertunda)

Ciri atau gejala lainnya saat coil mobil rusak bisa dirasakan dari suara mesin yang terkadang meletup-letup pada kecepatan rendah. Sedangkan saat kecepatan tinggi terkadang terjadi hentakan pada mesin (seperti tersendat). Ini akan mengakibatkan mobil Mas Bro tentunya jadi tidak bertenaga. Bukan hanya itu saja, mesin juga akan kesulitan mendapatkan putaran idle yang sempurna.

  1. Mesin Susah Dinyalakan

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya di atas bahwa fungsi dari tegangan coil adalah untuk mensuplai tegangan ke busi. Jika tegangannya kecil, maka busi juga tidak akan mampu membakar campuran udara dan bahan bakar. Lebih parah lagi kalau saat kondisi mesin masih dingin, ini akan sangat sulit bagi mesin untuk hidup. Akibatnya kita harus berulang–ulang melakukan starter mesin.

  1. Lampu Check Engine Menyala

Pada beberapa jenis mobil, kerusakan coil akan bisa diketahui dengan menyalanya lampu check engine pada saat mesin sudah berputar. Jika hal ini terjadi, maka untuk mengetahui kode kesalahan yang terjadi harus menggunakan scan tool. Alat ini mungkin mengharuskan Mas Bro pergi ke bengkel terdekat.

  1. Konsumsi Bahan Bakar Jadi Boros

Gejala ini sepertinya merupakan ciri yang sangat umum terjadi. Sangat jelas, kalau pembakaran yang terjadi tidak sempurna, suplai bahan bakar tetap akan sama. Tapi, lantaran pembakarannya tidak sempurna atau maksimal, maka tenaga yang dikeluarkan oleh mesin pun akan berkurang. Oleh sebab itu, konsumsi bahan bakar akan jadi sangat boros saat coil rusak.

 

Cara Memeriksa Coil

Ada beberapa perbedaan antara coil pada mobil lama dengan mobil keluaran terbaru. Kalau coil pengapian masih pakai distributor rusak, maka kerusakan coil akan berpengaruh besar pada kinerja mobil. Seluruh isi silinder mesin atau piston akan terganggu, jadi mesin tidak akan bisa hidup karena mesin mengalami misfiring.

Mobil keluaran terkini seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, hingga Mitsubishi Xpander sudah menggunakan sistem coil tanpa distributor alias Distributorless Ignition System (DIS). Simpelnya seperti ini, tiap silinder pada mobil dilayani oleh satu buah coil pengapian. Efek positifnya adalah jika salah satu coil mati, maka tidak akan membuat mobil menjadi mogok, paling hanya pincang saja, serta lampu check engine menyala.

Bagusnya sistem DIS, mobil yang diproduksi 1996 yang sudah ada soket OBD, maka kerusakan dari coil pengapian akan memunculkan kode unik, yakni kode silang. Contoh kodenya sendiri tentunya berbeda-beda tergantung dari mobil yang ada. Seperti misalnya kode DTC P030X, kode paling belakang yakni "X" itu menunjukkan posisi coil yang mati pada silinder. Lalu kode DTC P0301 itu artinya silinder nomor 1 yang mengalami gangguan.

Tapi, yang jadi masalah adalah kode-kode tersebut tidak bisa menunjukkan secara detail tentang kerusakan apa yang terjadi pada coil tersebut. Sebab kerusakan coil itu dapat disebabkan oleh berbagai macam masalah dari sistem pengapian, atau bahkan bisa juga terjadi kebocoran kompresi mesin sehingga timbulnya kode misfiring tersebut.

Nah, bagaimana jika muncul kode DTC tersebut? Segala kode DTC yang muncul akibat terjadinya misfiring harus ditindak lanjuti dengan pengecekan pada silinder yang bermasalah. Caranya, Mas Bro bisa memeriksa restrictor atau tahanan pada kumparan utama dan kedua dari coil pengapian tersebut. Lakukan juga pemeriksaan pada businya. Jangan lupa juga cek celah busi dan amati lapisan karbon pada elektrodanya.

Jika setelah dilakukan pengecekan secara mendalam hasilnya merujuk pada komponen sistem pengapian, busi serta kabelnya dalam keadaan baik dan tidak ada masalah, namun terjadi misfiring adalah karena injektornya. Jadi silahkan periksa restrictor pada injektor serta tegangan injektor. Paling mudah adalah dengan menggunakan lampu NOID yang memiliki fungsi untuk mengetahui pulse dari PCM driver circuit. Nah, jika dari hasil pemeriksaan via lampu NOID juga menunjukkan injektor dalam keadaan prima, maka lanjutkan pemeriksaan dengan melakukan tes kompresinya.

SAMPAIKAN KOMENTAR