Apa Jadinya Jika 3 Modifikator Jenius Asal Jepang Ini Berkolaborasi?
02
Dec
2020
0 Comment Share Likes 1010 View

Kultur Modifikasi Jepang

Modifikasi masih menjadi komoditas besar pada industri otomotif, luapan ekspresi yang banyak disematkan oleh para modifikator memberikan warna tersendiri bagi penggiat otomotif di seluruh dunia. Tidak terkecuali di negeri Sakura, dimana modifikasi merupakan salah satu cara mengekspresikan diri dan menjadi luapan inspirasi mereka. Gaya yang nyentrik dan berani ala warga negara Jepang menjadikan karya-karya modifikasi yang berbeda namun tetap sedap dipandang. 

Kolaborasi dan kerjasama juga tidak luput dari kultur modifikasi yang ada di Jepang. Berbagai modifikator kerap bekerja sama untuk menghasilkan karya-karya modifikasi yang sangat baik. Salah satunya adalah bentuk kolaborasi dari 3 modifikator jenius asal Jepang yang akan memberikan warna baru pada dunia otomotif ini. Siapa saja kolaboratornya? Ini dia.

 

Kei Miura (Rocket Bunny)

 

sumber: evasivemotorsports.com

 

Mungkin beberapa dari Pria Intersport sudah tidak asing dengan nama ini. Bengkel modifikasi yang terkenal dengan Aero Kit (body kit) yang populer dengan tongkrongan lebar pada mobil (wide body) dan ground clearance minim (ceper) yang menciptakan kesan agresif bahkan untuk orang awam.

Namun sebagian dari kita masih salah menafsirkan apa itu Rocket Bunny sendiri. Beberapa orang menganggap bahwa Rocket Bunny merupakan tema modifikasi. Intersport juga tidak sepenuhnya mengatakan bahwa itu salah. Namun yang lebih tepat adalah tema modifikasi ”ala” Rocket Bunny.

Karena Rocket Bunny sendiri merupakan salah satu perusahaan merek aftermarket yang berfokus pada penjualan Aero Kit pada kendaraan. Jadi walaupun mobil modifikasi kalian punya ciri khas yang sama dengan gaya modifikasi ala Rocket Bunny, tidak semerta-merta menjadikan mobil kalian memiliki aliran Rocket Bunny itu sendiri.

Rocket Bunny merupakan hasil ciptaan dari pria asal Jepang Kei Miura. Kei Miura sudah lama berkecimpung di dunia modifikasi otomotif bahkan sebelum ia memperkenalkan Rocket Bunny ke khalayak ramai.

Sebelum lahirnya merek Rocket Bunny, Kei Miura sudah aktif di dunia otomotif dengan menjadi salah satu founder dari TRA Kyoto di tahun 80an dimana pada masa itu, industri otomotif Jepang sedang berkembang pesat dengan hadirnya tayangan Motorsport dunia yang mulai memberikan inspirasi bagi para pemuda Jepang untuk memodifikasi tunggangannya dengan aliran Street Racing.

Pada tahun 1995 Kei Miura memutuskan untuk mengabdikan dirinya pada dunia otomotif dengan menjadikan TRA Kyoto sebagai bengkel modifikasi dan tuning yang kelak dikenal oleh seluruh pecinta otomotif dunia.

Benar saja, walaupun untuk masyarakat Jepang Kei Miura telah dikenal sebagai modifikator jenius, ia terus mengejar mimpinya untuk semakin dapat dikenal dan memperkenalkan produknya ke seluruh dunia. Akhirnya lewat salah satu produk yang ia beri nama Rocket Bunny dengan komposisi Aero Kit untuk mobil Toyota GT-86 sukses besar dan melambungkan namanya sebagai salah satu modifikator dunia terbaik.

Selengkapnya mengenai klik link berikut Rocket Bunny

 

 

Akira Nakai (Rauh-Welt BEGRIFF)

Sama seperti Kei Miura dengan Rocket Bunny-nya, seorang modifikator yang tidak kalah jenius asal Jepang, yaitu Akira Nakai yang memulai debut modifikasinya dengan mobil asal negeri Sakura tersebut. Nakai memilih untuk memodifikasi mobil Toyota AE 86 Trueno, dengan mengadaptasi tema modifikasi street racing. Nakai menyematkan tambahan aero kit serta memberikan ground clearance yang minim dengan menggunakan coilovers yang dipadukan dengan aplikasi negatif camber yang ekstrem.

Nakai memacu mobilnya bersama dengan kawan-kawannya yang biasa dikenal sebagai The Rough World. The Rough World sendiri merupakan kelompok antusias otomotif yang biasa berkumpul pada track balap Mount Tsukuba dan menguji skill drifting mereka menggunakan mobil hasil garapan mereka masing-masing.

Nakai yang dikenal memiliki berbagai pengalaman dan reputasi yang baik dalam memodifikasi mobil-mobil khas JDM ternyata diam-diam memiliki kecintaan terhadap mobil sport legendaris asal Jerman yaitu Porsche 911 sejak usia belia. Nakai akhirnya berhasil meminang mobil impiannya yaitu Porsche 911 tahun 1985 pada awal dekade 1990.

Beberapa dari pemilik Porsche 911 klasik biasanya memilih untuk menaruh mobilnya di garasi yang lengkap dengan climate control untuk menjaga estetika dari mobil klasik tersebut. Namun berbeda dengan kebanyakan pemilik Porsche klasik lainnya, Akira Nakai memilih untuk memberikan kehidupan yang lebih layak untuk mobil tersebut, dengan menjadikannya mobil yang dapat melahap track balap dengan ketahanan yang luar biasa.

Nakai mengaplikasikan modifikasi yang biasa ia lakukan pada mobil-mobil JDM kepada Porsche 911 miliknya, dengan menyematkan coilover dan memberikan ground clearance yang minim (ceper) , big brake kit, serta body kit dengan spoiler yang lebar dan tinggi, serta tidak lupa memangkas bobot dari mobil yang sudah ringan hingga hampir 400kg lagi, mobil ini diberi nama oleh Nakai yaitu The Army Girl.

 

sumber: beyond.ca

 

Mobil inilah yang akhirnya membawa nama besar Akira Nakai dengan merek RWB yang akhirnya memberikan tren modifikasi baru pada kultur modifikasi dunia. Karena kebanyakan para pecinta mobil Porsche biasanya akan memberikan perawatan ekstra untuk menjaga heritage dari mobil legendaris tersebut, berbanding 180 derajat dengan Nakai yang memodifikasi mobil favorit para purist, dengan memotong dan menyematkan fender lebar dan aerokit dengan dimensi yang ekstrem.

 

Wataru Kato (Liberty Walk)

Berbeda dengan 2 bengkel modifikasi di atas, Liberty Walk mendapatkan nama baiknya justru bukan dari modifikasi mobil-mobil JDM. Walaupun memulai bisnis sebagai bengkel modifikasi umum dengan workshop yang hanya dapat menampung 3 buah mobil. Sang pemilik tidaklah berhenti berinovasi dengan ide-ide gilanya.

Wataru Kato, seorang modifikator yang akhirnya mendapatkan decak kagum dunia saat ia memberanikan diri untuk membawa dua hasil mobil modifikasinya yaitu sebuah Nissan GT-R dan Ferrari 458 Italia ke ajang modifikasi paling prestisius dunia SEMA 2012. Dengan menganut style yang identik dengan kebebasan berekspresi. Kato dapat berbangga karena membawa kabar baik tentang hasil modifikasinya yang diterima positif oleh masyarakat.

 

sumber: topgear.com

 

Setelah ajang SEMA 2012 tersebut, sontak Liberty Walk kebanjiran order dari para pemilik sports car dan exotic car. Pada ajang SEMA setahun setelahnya, Liberty Walk lagi-lagi memberikan tontonan menarik dari hasil-hasil modifikasi mobil mereka yang menobatkan Liberty Walk sebagai bengkel Modifikasi khusus mobil-mobil high end yang dipertimbangkan di seluruh dunia.

 

Big Three Collaboration

Pada akhir tahun 2020 ini sebuah majalah otomotif Stance Magazine memberikan teaser bahwa 3 sosok modifikator jenius ini telah menyiapkan satu project besar yang melibatkan langsung mereka bertiga, Kei Miura lewat Rocket Bunny, Akira Nakai lewat RWB serta Wataru Kato lewat Liberty Walk-nya.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada berita terbaru mengenai kolaborasi 3 modifikator jenius ini. Namun yang bisa dipastikan adalah, ketika ada sebuah projek otomotif yang melibatkan ketiga modifikator tersebut, pastinya akan ada sesuatu yang sangat spesial.

Menurut Intersport kolaborasi ini sangat layak dinantikan dan dapat menjadi sesuatu yang bersejarah terutama untuk para pecinta kultur JDM. Bagaimana kalau menurut lo, Bro?

SAMPAIKAN KOMENTAR