Adhi KZ dan Seutas Memori Manis Bersama Toyota Starlet
13
Jun
2021
0 Comment Share Likes 684 View

Respati Adhi namanya. Pria ini tergila-gila bukan dengan merek asal Eropa, Amerika atau bahkan Korea. Ia sangat mencintai merek asal Jepang, Toyota. Baginya, Toyota bukanlah sebuah merek otomotif saja, melainkan sudah menjadi bagian hidup yang sarat akan kenangan.

“Toyota itu udah lebih dari brand buat gue. Sebagai car enthusiast, gue banyak interaksi sama merek yang satu ini. Gue punya banyak kenangan dengan merek ini dan banyak eksplor dari merek asal Jepang ini,” buka pria yang akrab disapa Adhi KZ. 

Kisah tersebut dimulai sejak berusia 2 tahun. Mendiang sang ayah membeli sebuah mobil Toyota Starlet tipe 1.0 XL berkelir hitam dalam kondisi baru. Kala itu memang Toyota Starlet sedang hangat diperbincangkan lantaran masih baru. 

Mobil hatchback yang dibeli oleh sang ayah ini seketika langsung menjadi ‘pengawal keluarga’ untuk menjelajah jalan di ibukota. Saking cintanya dengan Starlet, sang ayah kemudian membeli lagi 1 unit dengan tipe yang sama. Hanya saja warnanya berbeda, kali ini yang dibeli adalah mobil berkelir merah. 

“Setelah dibeli, 2 tahun kemudian bokap beli lagi mobil yang sama, tipe yang sama tapi hanya beda warna. Mobil kedua ini yang dibeli warnanya merah, kalau yang pertama warna hitam. Bahkan tahun produksinya pun juga sama,” sambung pria berkacamata ini.

Singkat cerita, Starlet tersebut lantas kerap menjadi kelinci percobaan sang kakak. Sang kakak yang memiliki passion terhadap dunia otomotif mengaku gatal untuk melakukan modifikasi pada mobil milik sang ayah tersebut. 

 

Tanpa sadar, kegiatan sang kakak ketika melakukan modifikasi pada mobil ini meresap menjadi racun yang turun langsung ke sang adik. Sejak saat itu, Adhi mengaku tergila-gila dengan dunia otomotif dan mulai sering mencari banyak referensi dari majalah dan tabloid. 

 

Mobil Tak Bisa Diselamatkan

Suatu ketika, mobil yang kerap digunakan kakak tercinta mengalami musibah. Kejadian ini membuat nasib mobil tak bisa diselamatkan akibat kerusakan yang cukup parah. “Kakak gue mengalami kecelakaan sama si Starlet ini dan kondisinya amat parah sampai nggak bisa lagi diselamatkan,” ujarnya. 

Akibat kejadian tersebut, akhirnya sang ayah memutuskan untuk mengganti salah satu Starlet yang ada di rumah menjadi Toyota Corolla Twincam. Sementara untuk pengganti Starlet kotak yang rusak, mendiang ayah memutuskan untuk meneruskan tongkat estafet keluarga pada Toyota Starlet lagi. Kali ini yang dibeli adalah Toyota Starlet kapsul lansiran 1993 yang dibeli dalam kondisi baru.

 

Bersahabat dengan Corolla

 

sumber

 

Waktu terus berjalan, tanpa terasa Adhi sudah memasuki pendidikan jenjang SMA. Ia pun mencoba meminta izin kepada ayah untuk bisa menggunakan Starlet sebagai kendaraan harian untuk bersekolah. Namun sayang, sang ayah melarang menggunakan Starlet tersebut. 

“Alasannya sih sepele, soalnya si Starlet kapsul ini jadi mobil yang umurnya paling muda di rumah. Makanya gue dikasih kesempatan buat ngerawat Corolla dulu nih yang usianya emang lebih tua sedikit dari si Starlet meskipun di dalam hati gue sendiri emang pengen banget dikasih si Starlet itu,” katanya dengan antusias.

Corolla berkelir hitam dengan plat B 1702 KZ ini senantiasa mengajarkan banyak pelajaran hidup kepada Adhi. Nama panggilan Adhi KZ didapatkan dari huruf yang ada di Corolla tersebut. Bahkan nama Adhi KZ menjadi nama panggilan yang masih digunakan hingga kini. 

Ada alasan tersendiri mengapa Starlet tetap menjadi incaran. “Setiap gue naik Starlet ini, gue selalu ngerasa kalo mobil ini keren dan canggih banget. Makanya Starlet itu punya impresi yang amat dalam bagi hidup gue pribadi,” lanjut Adhi. 

Ternyata sang ayah memberikan Starlet tersebut kepada kakak perempuan Adhi. Oleh sang kakak, mobil tersebut digunakan untuk beraktivitas harian. Hingga akhirnya sang kakak menikah, mobil tersebut akhirnya mulai terlihat jarang dipakai. 

 

Mencoba Mendekatkan Diri ke Starlet

Melihat Starlet yang punya impresi besar dalam hidup, membuat Adhi tak tinggal diam. Ia mencoba mendekatkan diri kepada Starlet dengan meminta izin kepada sang kakak untuk merawat mobil tersebut. Sang kakak pun memberikan izin, namun dengan syarat. 

“Kebetulan suaminya kakak gue ini juga suka sama Starlet ini. Jadi secara enggak langsung kalau gue mau modifikasi, gue mesti bilang ke dia biar sama-sama tahu ubahannya. Lucunya, entah kenapa gue dan kakak ipar gue ini akhirnya malah jadi eksploring bareng si Starlet ini,” bebernya. 

Kedekatan antara kakak ipar dengan hatchback ini pun berlanjut. Hingga akhirnya Adhi bersama kakak iparnya membangun Starlet untuk mengikuti ajang Time Attack di tahun 2011 yang kala itu cukup populer. Namun naas, mobil yang digunakan spin out dan menabrak barrier di sirkuit Sentul. 

“Jadi waktu itu yang rusak lumayan banyak. Kaya bumper depan, kap mesin”

 

Legacy Resurrect

Waktu demi waktu berjalan. Di tahun 2016, Adhi mencoba membangkitkan warisan keluarga yang sarat akan kenangan. Starlet yang akan dibangun total ini diberi nama KS. Maknanya pun amat dalam, sebab merupakan tanggal pernikahan orang tua dan inisial kedua orang tua. 

“Pelat nomornya ini cukup istimewa bagi keluarga gue. Sebab mewakili tanggal pernikahan dari orang tua gue. Dan huruf K ini inisial ibu, lalu S ini inisial bapak gue. Restorasi ini selain warisan, ini juga menjadi passion gue untuk menantang diri gue buat melakukan restorasi sendiri,” kata pria yang pernah bekerja menjadi jurnalis. 

KS yang punya kenangan amat dalam bersama mendiang ayah ini dibangun total. Semua komponen yang ada di mobil dilepas dan sebisa mungkin diganti dengan part baru. Perlahan Adhi memulai perburuan mencari berbagai serpihan part dan aksesoris agar KS bisa terlahir kembali seperti baru keluar dari pabrik. 

Saat melakukan restorasi, Adhi memakai cara rotisserie saat melakukan pengecatan. Ibaratnya mobil dibuat seperti kambing guling yang bisa diputar sewaktu-waktu untuk mempermudah pekerjaan. Untuk melakukan restorasi seperti ini biaya yang dikeluarkan tidak murah, hanya Pria Punya Selera saja yang berani melakukan restorasi semacam ini. 

Komponen seperti 4 buah pintu, seluruh kaca, karet kaca, fender depan, lampu, braket lampu semua diganti dengan komponen baru atau new old stock (NOS). Jantung pacu bawaan Starlet diganti milik Toyota Tercel dengan kapasitas 1.500 cc, 4 silinder. “Kenapa pilih Tercel, karena mesinnya sudah injeksi. Biar enak juga kalau dipakai harian di kota yang macet seperti Jakarta ini,” tukasnya. 

Bagian kaki-kaki diganti dengan part milik Toyota Starlet EP82 GT. Seluruh komponen kaki-kaki di powder coating serta baut di zinc plate agar terlihat seperti baru. Harus diakui, Adhi benar-benar sepenuh hati membangkitkan warisan keluarga yang amat penting.

 

sumber

 

Urusan interior ia tetap mempercayakan bawaan mobil. Hanya saja jok aslinya dipensiunkan untuk diganti dengan Recaro Expert Mobility. “Ini yang cukup istimewa karena gue dapat baseframe Recaro ini kebetulan punya Starlet EP82GT. Jadi ini memang dudukan Recaro yang memang bawaan mobil buat Starlet,” bebernya.

 

sumber

 

Lanjut ke bagian kaki-kaki. Suspensi mobil dipercayakan ke merek HnR khusus untuk Starlet. Suspensinya menggunakan TRD EP851 di bagian depan dan belakang memakai Kayaba. Peleknya dipilih Enkei RCT5 R15 yang dibalut ban Yokohama Advan Fleva ukuran 195/50. Semua kombinasi kaki-kaki ini dirasa menjadi setting yang amat pas untuk digunakan harian oleh Adhi tanpa khawatir dengan kondisi jalan Jakarta yang jelek.

 

sumber

 

Untuk tampilan eksterior, Starlet yang berlabur kelir biru ini menggunakan wajah depan milik EP82 Si. Cirinya di gril bagian depan ada tulisan Starlet. Sementara bagian belakang mengadopsi gaya Starlet untuk pasar Inggris yang dibekali dengan lampu kabut. Agar makin serasi, dudukan plat nomor pun menggunakan ala Inggris yang didatangkan langsung dari negeri Elizabeth. 

Meski sudah direstorasi total, Adhi menilai mobilnya ini bukanlah sebagai mobil hiasan. Salah satu cara menikmati mobil yang dibangunnya adalah dengan mengendarainya. Ketika ia mengendarai mobil ini, seketika langsung mengembalikan memori manis ketika masa kecil yang amat indah. 

“Sesuai konsep yang gue ambil di awal. Sekarang mobil ini gue buat jadi mobil harian beneran yang dipakai harian. Jadi, ya mobil ini beneran kena panas dan becek. Walaupun kotor, sampai saat ini gue selalu berkomitmen untuk menjaga kebersihannya biar selalu dalam kondisi yang bagus,” pungkasnya. 

Mobil berlabur kelir biru dengan pelek putih ini cukup menyiratkan emosi yang kental. Memori masa kecil, kenangan bersama almarhum ayah dan banyak kisah lainnya tertuang dan membaur menjadi ikatan yang sulit dikesampingkan oleh Adhi. Secara tidak langsung, KS mengajarkan bahwa pria punya selera adalah pria yang mampu menjaga kenangan keluarga dengan baik. Selamat terlahir kembali warisan keluarga!

 

Tonton juga cerita lengkap Adhi di Driven by Passion Season 2 - Legacy Resurrect, Toyota Starlet by Adhi KZ dari Series The Legacy di channel Youtube Intersport Auto!

SAMPAIKAN KOMENTAR