5 Hal yang Wajib Diketahui dari Engine Brake
14
May
2021
0 Comment Share Likes 130 View

Ternyata untuk melakukan pengereman enggak cuma bisa dilakukan lewat rem aja, loh. Tetapi bisa juga dilakukan lewat mesin. Pengereman dengan cara ini lebih sering disebut dengan engine brake. 

Buat orang awam memang engine brake terdengar hal yang enggak biasa. Tetapi sebenarnya hal ini wajib diketahui oleh seluruh pengendara mobil. Engine brake ini enggak cuma bisa dilakukan oleh mobil dengan transmisi manual saja. Mobil dengan transmisi apapun bisa melakukan engine brake. 

Hanya saja sebelum melakukan engine brake, ada hal yang wajib diketahui dulu. Apalagi kalau salah melakukan engine brake, mesin bisa langsung jebol, bro!

 

Apa Sih Engine Brake?

Pengereman dengan cara ini merupakan teknik yang mengandalkan putaran mesin. Caranya dengan menurunkan gigi ke lebih rendah. Pengereman ini dibantu dengan mesin sehingga kinerja rem yang ada di keempat roda enggak terlalu berat.

Umumnya teknik ini digunakan pada saat melewati turunan yang cukup tajam. Jika hanya mengandalkan rem saja, bisa-bisa kampas rem terbakar dan rem pun loss karena panas. Itu sebabnya engine brake umum digunakan saat melewati turunan. 

 

Deselerasi Lebih Cepat

Lantas, apa saja lima hal yang wajib diperhatikan saat melakukan engine brake? Hal pertama adalah engine brake mampu memberikan efek deselerasi lebih cepat. Deselerasi adalah pengurangan kecepatan. 

Intinya kalian bisa langsung menurunkan kecepatan dengan waktu singkat. Hanya saja saat melakukan engine brake wajib diurut. Misalnya ketika sedang di kecepatan tinggi di gigi 5, kalian bisa menurunkan gigi ke 4, 3, baru masuk gigi 2. 

Tujuannya supaya enggak merusak mesin. Sebab deselerasi saat kecepatan tinggi bisa membuat mesin menjadi lebih stres dan panas. Makanya sangat disarankan buat menurunkan gigi secara perlahan dan berurutan. 

 

Mengurangi Beban Rem

Poin kedua adalah mampu mengurangi beban rem. Ketika sedang melakukan engine brake, rem memang tidak terlalu sering diinjak. Sebab putaran mesin dengan mudahnya bisa menahan laju mobil. Ketika sudah mencapai kecepatan ideal, kalian bisa menginjak rem atau menginjak pedal gas lagi.

 

Memperhalus Shifting

Perpindahan gigi atau shifting juga bisa jadi lebih halus dengan melakukan engine brake. Tapi harus dipahami, shifting yang lebih halus ini harus dilakukan dalam waktu yang tepat. Antara perpindahan gigi, kecepatan dan rpm harus benar-benar pas. 

Biasanya kalian bakalan tahu sendiri nih, kapan waktunya harus engine brake dan kapan menurunkan gigi. Poin ketiga ini biasanya bakal dirasakan ketika pengendara mobil itu sudah mulai fasih dan paham saat mengendarai mobilnya sendiri. 

 

Menjaga Akselerasi

Poin keempat dari manfaat engine brake adalah mampu menjaga akselerasi. Ini baru bisa kalian rasakan ketika di jalan tol. Ketika mobil di depan mulai melambat, kalian enggak perlu menginjak rem. Cukup menurunkan gigi saja, sudah cukup sebenarnya.

Ketika mobil di depan sudah mulai kencang, kalian enggak bakal kehilangan tenaga dari mobil. Sebab, kalian sudah menurunkan gigi terlebih dahulu dari jauh dengan cara engine brake sehingga akselerasinya jauh lebih mudah. Dengan begini, untuk kembali mengejar mobil di depan bukanlah perkara sulit. Cukup menginjak pedal gas dan pandai mengatur ritme putaran mesin sudah bisa kembali ke kecepatan awal lagi, bro!

 

Hemat Kampas Rem

Poin terakhir, dengan rajin melakukan engine brake kalian bisa menghemat kampas rem. Persentasenya memang cukup sedikit, namun ini bisa menjadi salah satu manfaat dari engine brake. 

Mungkin saja mobil yang jarang menginjak rem kampasnya akan lebih awet. Sebab pengereman tidak terlalu banyak tenaga dibanding tidak melakukan engine brake ini sehingga kampas enggak perlu sampai menjepit cakram dalam-dalam.

Poin terakhir memang masih mengundang perdebatan. Namun, masih masuk akal jika kalian sering melakukan engine brake plus enggak terlalu sering menginjak rem dalam-dalam,  kecuali keadaan mendadak. 

Menurut para ahli, melakukan engine brake ini bisa membantu pengereman hingga 50%. Tetapi harus diingat juga, lakukan engine brake dengan cara yang benar supaya enggak merusak mesin dan transmisi. 

Usahakan melihat RPM saat mau melakukan engine brake. Jangan sampai mobil mau lebih pelan tetapi RPM dibiarkan tinggi pada gigi rendah. Hal tersebut justru yang menjadi biang penyebab dari kerusakan mesin dan transmisi. 

 

Nah, kira-kira lo udah lebih tahu belum nih, soal engine brake?

SAMPAIKAN KOMENTAR