1990 Mercedes-Benz 190E Evo II vs BMW E30 M3, Siapa Yang Menang?
16
Feb
2020
0 Comment Share Likes 1311 View

Persaingan BMW dengan Mercedes memang sudah dari tahun 80an hingga saat ini, meski akhir akhir ini sudah agak akur mari kita bahas rivalitas kedua mobil ini ditahun 80-90an.

Jika kalian sudah mengenal E30 maka kalian belum tentu mengenal 190E Evo II dari Mercedes. Mobil buatan Mercedes ini dibuat pada tahun 1990 untuk menyaingi BMW E30 pada jamannya, karena rivalitas kedua mobil eropa ini dulu sangat panas, kedua kubu saling menyerang satu sama lain mulai dari saling sindir di papan iklan, Koran, majalah, dll.

Pada artikel ini kami akan membahas kedua mobil dari kedua kubu BMW dan Mercedes ini, mulai dari segi spesifikasi mesin, fitur, dan efisiensi bahan bakar.

Kita mulai dari Mercedes, Mercedes-Benz meluncurkan mobil ini berbasis dari kode bodi W201, dengan 190E 2.5-16 Evolution 1989 dan juga Evolution II pada tahun 1990.

Mercedes-Benz merilis mobil ini pertama kali diperkenalkan pada Maret 1989, 190E 2.5-16 Evolution memulai debutnya di Geneva Auto Show demi menjadi pesain dari BMW M3 pada saat itu. 190E Evolution I ini hadir dengan desain yang jauh lebih sporti, seperti tambahan spoiler belakang besar, lips berdesain agresif, serta over fender.

Untuk jantung pacunya tetap mengandalkan mesin 4 silinder DOHC 2.5L, dengan tenaga 202 dk. Hanya 502 unit model Evolution yang di produksi. Jika tenaga 202 dk masih dirasa kurang, masih ada opsi tambahan dengan PowerPack yang turut ditawarkan oleh AMG yang tentunya dengan biaya tambahan pada masanya.

PowerPack yang ditawarkan ini termasuk camshafts, throttle body dengan diameter yang lebih besar, sistem pengapian yang lebih responsif dan sistem manajemen bahan bakar serta sistem intake dan exhaust yang lebih baik. Hasil akhirnya, tenaganya naik sebesar 30 dk loh dari standarnya.

Lalu pada tahun 1990, Mercedes kembali mengeluarkan Evolution II dengan output tenaga yang lebih besar dan desain bodi baru. Dari eksteriornya masih mirip dengan Evolution I dengan spoiler besar dan juga over fender, tapi kali ini makin sporti dengan lips yang lebih aerodinamis, dan sentuhan pelek 17 inci model bintang palang 6.

Untuk mesinnya masih sama dengan sebelumnya, namun tenaganya sudah menjadi 235 dk dalam keadaan standarnya. Yang mampu menghasilkan akselerasi dari 0-100 kpj hanya dalam 7,1 detik saja, dan mampu melesat sampai kecepatan maksimal 250 kpj.

Namun sayangnya, mobil ini hanya diproduksi dari tahun 1990 sampai 1991. Sebenarnya ada sebanyak 502 unit Evolution II yang sudah diproduksi, dimana secara eksklusif ada 500 unit berwarna blue black metallic, dan 2 unit terakhir yang diproduksi berwarna Astral Silver, yang menjadikannya Evolution II paling langka.

Pada masanya, Mercedes-Benz Evolution II ini dijual dengan harga yang cukup fantastis yaitu sekitar Rp 1,1 miliyar.

 

BMW M3, adalah versi High-Performance dari BMW seri 3 yang dikembangkan oleh divisi BMW, BMW M. model model M3 diambil dari seri 3 E30, E36, E46 dan E90/E92/E93 dan tersedia dengan model coupe, sedan dan konvertibel. Yang membedakan mobil mobil M3 ini dengan yang seri biasanya adalah mobil mobil ini memiliki mesin yang lebih bertenaga dan responsif, system control/suspensi/rem yang lebih canggih lagi, serta memiliki body yang lebih aerodinamis, dan yang terakhir terdapat logo 3 warna seperti membentuk logo “M” (Motorsport).

Memang kurang lebih mirip dengan pabrikan lain, Mercedes dengan AMG nya dan Audi dengan seri Quattri GmbH / RS nya. Seri M ini sudah bertahun tahun M3 dan M5 menjadi pesaing bagi Mercedes AMG dan Audi RS. M3 Coupe terakhir kali diluncurkan di Jerman pada tanggal 5 Juli 2013. Untuk selanjutnya, nama M3 tetap dipakai di versi sedannya, namun untuk coupe namanya akan berubah menjadi M4.

BMW E30 M3 ini adalah generasi pertama varian M-Power. Sport coupe yang dibangun dari base BMW E30 oleh divisi performa BMW Motorsport Division (yang kemudian disingkat dengan BMW M Division) untuk diikutsertakan pada ajang balap DTM pada waktu itu.

Pada awalnya, pihak BMW tidak berniat memproduksi mobil sport ini untuk dijual masal. Mereka hanya ingin meningkatkan performa dari E30 yang dijual saat itu sehingga dapat berkompetisi di sirkuit balap Group A Touring Car. Namun sebagai syarat bahwa mobil ini dapat terjun di sirkuit balap mobil tersebut harus melewati homologasi dan minimal 5.000 unit mobil E30 M3 versi legal di jalan raya harus terjual, dimulailah perjalanan BMW E30 M3 sebagai mobil berperforma tinggi dari BMW yang legal di jalan raya. Sampai akhir masanya di tahun 1991 hampir 18.000 unit E30 M3 yang berhasil dijual BMW dan sejumlah besar masih dapat ditemui di berbagai belahan dunia saat ini.

Jika di track BMW memang kalah kedua mobil ini adalah sama sama legend dari brand mereka masing masing, jadi bisa disimpulkan Mercedeslah yang paling kencang. Tetapi BMW lebih unggul di efisiensi bahan bakar.

SAMPAIKAN KOMENTAR