10 Mitos Seputar Kaca Film
28
Mar
2020
0 Comment Share Likes 952 View

Penggunaan kaca film sebagai aksesori  mobil seakan sudah menjadi barang wajib yang harus ada sebagai pelengkap sebuah mobil. Nissan Lovers tentu tidak terbayang ketika sebuah mobil tak dipasang kaca film sama sekali, pasti akan sangat panas. Memasang kaca film pada mobil memang sudah jadi kebutuhan umum. Akan tetapi, ada banyak pilihan merek dan jenis kaca film di pasaran. Tentu hal ini akan menyulitkan Anda ketika memilih kaca film yang tepat untuk mobil. Berikut ini tips untuk mengatasi hal tersebut.

Pemasangan kaca film sebenarnya memiliki tiga fungsi utama bagi para penggunanya. Ada tiga aspek yang menjadi manfaat kaca film, antara lain keamanan, fungsional, serta estetikanya seusai dengan kegunaan. Berikut ini adalah beberapa jenis kaca film sesuai dengan kegunaan.

 

  1. Kaca Film Pengaman (Safety/Security Film).

Umumnya digunakan sebagai pengaman yang menjamin privasi sebuah mobil atau ruangan. Kaca film jenis ini memiliki tingkat kegelapan hingga 90 persen. Orang dari luar ruangan akan sulit melihat ke dalam sehingga tidak mengetahui apa yang ada di dalamnya. Kaca film  untuk segi keamanan pun akan membantu menahan pecahan kaca berhamburan ketika terjadi benturan

 

  1. Kaca Film Artistik (Decorative Film).

Kaca film ini berguna untuk mendekorasi kaca. Biasanya, kaca film jenis ini memiliki motif sehingga mempercantik penampilan kaca mobil maupun kaca ruangan. Fungsi dari segi estetika ini membuat mobil Anda tampak modis dan trendi, apalagi jika sesuai dengan warna mobil.

 

  1. Kaca Film Penolak Panas (Solar Control Film).

Kaca film yang satu inilah yang lebih sering digunakan pada mobil-mobil pada umumnya. Teknologi yang digunakan dapat menyerap panas dan memantulkan sinar ultraviolet sehingga suhu dalam ruangan atau kabin tetap sejuk.

Nah diatas adalah beberapa jenis dari kaca film, kali ini kita akan membahas 10 Mitos dan Fakta Seputar Kaca Film.

 

Mitos   :     Makin gelap kaca film, maka kabin semakin dingin.

 

Fakta  :  Tingkat kedinginan kabin bukan ditentukan warna kaca film, tetapi angka   Ultraviolet Reflectance (UVR) atau daya tolak terhadap sinar ultraviolet dan heat rejection. Semakin besar angkanya maka kabin akan semakin dingin. Dalam artian, kaca film bisa lebih mengurangi sinar matahari yang masuk ke kabin.

Mitos  :  Pakai kaca film mempengaruhi kerja sinyal GPS dan radio.

 

Fakta  :  Pernyataan ini mungkin benar untuk kaca film yang berbahan dasar metal. Karena sifat metal sendiri memantulkan arah sinyal. Sementara hal ini sudah tidak berlaku untuk kaca film ber-Nano Technology karena bebas dari penggunaan metal.

 

Mitos :   Kaca film tidak perlu diganti selama-lamanya.

 

Fakta  :  Faktor umur dan sering terpapar sinar matahari, hujan dan iklim yang cepat sekali berubah, maka diikuti pula oleh penurunan kualitas kaca film. Idealnya, kinerja teknologi penolak panas yang terdapat pada kaca film bertahan hingga 5-8 tahun.

 

Mitos  :  Kaca film tidak perlu dirawat

 

Fakta  :  Alangkah lebih baik, jika melakukan perawatan secara berkala karena kualitas kaca film akan lebih terjaga. Hal ini bisa diikuti pula dengan membersihkan karet-karet lis kaca, untuk mengurangi dampak kaca film rusak karena debu yang menempel.

 

Mitos  :  Sesaat setelah dipasang kaca film, jangan jemur mobil karena akan membuat lem terkelupas.

Fakta :   Dijemur akan mempercepat menyatunya kaca film dengan kaca. Catatannya, penjemuran cukup dilangsungkan selama seminggu usai pemasangan.

 

Mitos  :   Defogger (anti embun di kaca) akan membuat kaca film cepat rusak.

 

Fakta :   Untuk kaca film yang proses perekarannya sudah menyatu dengan kaca, memungsikan defogger sama sekali tidak menimbulkan masalah. Yang perlu diingat, selalu matikan defogger sesaat setalah digunakan. Pasalnya akan berpotensi memecahkan kaca.

SAMPAIKAN KOMENTAR