Resmi ke Juventus, Inter Milan Coba Beri Tawaran Lukaku
05
Aug
0 Comment Share Likes 49 View

Inter Milan kembali melakukan gerilya untuk mendapatkan striker Manchester United, Romelu Lukaku. Pasalnya, hingga saat ini transfer Lukaku belum menemukan kata sepakat. Klub peserta Serie A itu dikabarkan kembali melempar tawaran segar buat Lukaku. Keinginan Inter Milan terhadap Romelu Lukaku sudah santer terdengar di musim panas ini.



Hal itu mengacu pada keinginan sang pelatih anyar, Antonio Conte, yang ingin striker Belgia itu gabung skuatnya mulai musim 2019-2020. Namun, manajemen Inter Milan jalan di tempat, yang membuat Conte dikabarkan mulai habis kesabaran lantaran manajemen ingkar janji dalam hal pembelian pemain. Di tengah situasi itu, Juventus masuk pusaran dengan opsi menukar Dybala dengan Lukaku.

Seperti ditulis Corriere della Sera, Inter Milan kini menawari sang striker dengan kontrak senilai 65 juta paun (Rp1,1 triliun) plus bonus-bonus, dengan harapan Lukaku berpaling ke mereka. Di sisi lain, negosiasi pertukaran Lukaku-Dybala masih belum menemui perkembangan berarti setelah Dybala diketahui ingin bertahan di Juventus, dan terlebih dulu bertemu sang pelatih, Maurizio Sarri.



Sejak tiba di Turin beberapa hari lalu, Dybala belum bisa bersua pelatih anyar Juventus itu, dan tak bisa ikut latihan hingga Senin (5/8). Sementara, Romelu Lukaku tak mencatatkan satu menit bermain pun dalam masa pramusim Manchester United. Dia hanya mencetak 15 gol sepanjang musim 2018-2019. Di sisi lain, Juventus mengaku jika mereka sangat membutuhkan Lukaku di skuadnya.

“Romelu Lukaku adalah pemain yang kuat. Ia akan memberikan banyak keuntungan bagi Juventus, terutama ketika bermain di Eropa,” ujar Nicola Amoruso, mantan penyerang Juventus. Romelu Lukaku sudah bertemu dengan perwakilan Juventus untuk membicarakan kontrak. Kabarnya, Lukaku sudah sepakat untuk membela La Vecchia Signora pada musim mendatang. Maurizio Sarri disebut suka dengan gaya bermain Lukaku yang lebih kolektif dibanding Dybala.



Selain itu, strategi yang diusung Sarri tak membutuhkan banyak pemain dengan teknik tinggi. Sarri lebih suka bermain kolektif dan menyerang sebagai tim. Sebelumnya, Sarri hanya mengandalkan satu pemain dengan kreativitas yang tinggi dalam sebuah pertandingan. Hal itu terbukti ketika ia mengandalkan Lorenzo Insigne di Napoli dan Eden Hazard di Chelsea. Dengan begitu, Sarri sudah memiliki Ronaldo dan tidak membutuhkan Dybala.

SAMPAIKAN KOMENTAR