Prediksi Timnas Indonesia Melawan Malaysia, Harga Diri Diuji
05
Sep
0 Comment Share Likes 219 View

Nanti malam, Kamis (9/5) Timnas Indonesia bakal melawan skuad Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sejarah mencatat, kedua kesebelasan ini sudah bertemu sebanyak 95 kali sejak tahun 1975 silam. Pertarungan antara skuad Malaysia dan Indonesia ini bakal menjadi pertarungan hidup dan mati. Selain itu, pertarungan ini menjadi sarat akan nilai harga diri.



Skuat Garuda masih mendominasi dengan 39 kemenangan berbanding 35 milik Malaysia. Sedangkan, 21 partai lainnya berakhir seri. Kedua negara memiliki geografis yang berdekatan. Banyak yang bilang dua negara ini serumpun, sehingga, rivalitas kedua negara tak terhindarkan.

"Kami berharap besok bakal menjadi duel besar. Ada banyak respek antara kedua tim ini. Laga ini memiliki sejarah. Dan laga ini bukan hanya persoalan poin, tapi lebih dari itu. Ini juga untuk kebanggaan negara," ujar Simon McMenemy, pelatih Timnas Indonesia.



Untuk melawan Malaysia, McMenemy menyiapkan 23 pemain. Empat pemain di antaranya berlabel naturalisasi, yaitu Victor Igbonefo, Stefano Lilipaly, Alberto Goncalves, dan Osas Saha. McMenemy optimistis timnya dapat mengalahkan Malaysia dan mengawali kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dengan manis. Kini, semangat McMenemy telah memuncak untuk meracik strategi kontra Malaysia.



"Saya sangat bersemangat untuk laga nanti. Saya rasa, suporter akan begitu pula. Saya harap mendapatkan dukungan penuh," imbuh McMenemy. Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengaku tidak gentar menantang Timnas Indonesia di SUGBK. Apalagi, persiapan tim berjulukan Harimau Malaya itu telah matang.

Sebelum melawan Timnas Indonesia, Malaysia beruji coba melawan Yordania pada 30 Agustus 2019. Meski berakhir dengan kekalahan 0-1, Tan mengaku tak khawatir dengan performa Safawi Rasid cs. "Kalau melihat sejarah antara kedua tim, kami pernah menang (di kandang Timnas Indonesia). Tapi, tetap tidak mudah saat bertandang ke SUGBK," tutur Tan.



"Tapi, di sini merupakan stadion yang selalu penuh dengan suporter Timnas Indonesia. Jangan terlalu memandang rekor pertemuan atau sejarah," imbuh Tan. "Sebab, pemain yang sekarang berbeda, pelatih beda. Yang penting, kami harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil positif pada kualifikasi Piala Dunia 2022," jelasnya.

SAMPAIKAN KOMENTAR