Mengaku Tak Berkembang, Rabiot Dikabarkan Merapat ke MU Tahun Depan
22
Mar
0 Comment Share Likes 207 View

Pemain Paris Saint Germain (PSG), Adrien Rabiot dikabarkan mengaku tidak bisa berkembang di klub asal Perancis tersebut. Rabiot yang bermain di posisi gelandang mengaku seperti dipenjara selama berada di PSG. Veronique Rabiot, ibu sekaligus agen pemain mengatakan jika PSG memperlakukan anaknya dengan pilih kasih dan cukup berbeda dengan pemain lainnya.

Kontrak Rabiot akan berakhir pada musim panas nanti. Komentar Veronique sekaligus memperkuat keinginan Rabiot untuk meninggalkan PSG. Ini juga sekalugus sebagai  respons terhadap keputusan PSG yang memaksa Rabiot menjalani latihan terpisah dari tim utama. "Anak saya terpenjara di PSG," kata Veronique kepada L'Equioe. "Satu-satunya keinginannya sekarang adalah menyelesaikan kontraknya dan dihormati," katanya menambahkan.

"Mereka mendendanya gara-gara bepergian ke Qatar ketika neneknya meninggal dan ayahnya sekarat. Dia seperti tawanan," ujar Veronique. Menurutnya, hal ini tidak adil mengingat pemain lain seperti Neymar tidak mendapat perlakuan yang sama dari PSG. "Di PSG mereka didenda kalau terlambat enam menit ke rapat tim (ini terjadi kepada Rabiot sebelum pertandingan melawan Marseille) dan yang lain, ketika cedera malah diizinkan untuk bepergian ke penjuru dunia dan pergi ke karnaval," ujar Veronique menjelaskan.

Sementara itu, Veronique seperti dilansir Metro.co.uk, membantah anaknya bakal berlabuh ke Barcelona. Dia juga membantah kalau anaknya sudah menandatangani persetujuan itu. "Semua orang berkata kami telah menandatangani dengan klub itu (Barcelona). Tapi kami sama sekali belum tanda tangan di mana pun," kata Veronique.

Pernyataan Veronique tentu saja memberi angin segar bagi tim-tim lain yang berminat mendatangkan Rabiot. Sejumlah tim asal Inggris, mulai dari Manchester United (MU), Tottenham Hotspur, hingga Chelsea kabarnya juga tertarik mendatangkan Rabiot.

SAMPAIKAN KOMENTAR