Kesetiaan Di Balik Sosok Kiper Legenda Persela Lamongan Choirul Huda
24
Oct
3 Comment Share Likes 520 View

Meninggalnya kiper legenda Persela Lamongan Choirul Huda 15 Oktober 2017 lalu tentu jadi kabar duka bagi kita semua pecinta sepakbola Indonesia. Kiper berusia 38 tahun ini meregang nyawa setelah sempat dilarikan ke rumah sakit usai berbenturan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues saat Persela Lamongan menjamu Semen Padang di lanjutan Liga 1.

Selain kepemimpinannya sebagai kapten tim Persela Lamongan, Choirul Huda juga jadi sosok yang patut ditiru karena kesetiaannya pada klub. Sejak memulai karir sepakbola profesional pada 1999, Persela Lamongan jadi satu-satunya klub yang ia bela sampai akhirnya meninggal dunia. Tercatat Choirul Huda udah tampil sebanyak 481 kali selama 18 tahun berkarir di Persela Lamongan.

Dalam karir panjangnya di Persela Lamongan, Choirul Huda pun turut berjasa membawa “Laskar Joko Tingkir” ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional pada 2004 lewat babak play-off. Sejak saat itu, Persela Lamongan terus bermain di kompetisi tertinggi tanpa pernah terdegradasi atau turun kasta. Dengan pencapaian tersebut, rasanya sangat layak kalau Choirul Huda mendapat predikat sebagai “one-club man”. Selamat jalan Choirul Huda, kiprahmu di sepakbola nasional akan selalu jadi panutan!

SAMPAIKAN KOMENTAR