Yuk, Kenali Jenis-Jenis Suspensi
13
Sep
2019
0 Comment Share Likes 379 View

Komponen suspensi bisa dibilang merupakan bagian penting pada mobil guna meredam getaran yang diterima dari ban. Suspensi kemudian menjadi bagian yang penting juga ketika Mas Bro hendak melakukan modifikasi mobil.

Di kalangan para pencinta otomotif, tanpa suspensi, mengendarai mobil seperti naik gerobak. Sebagai perbandingan saja, bahkan mengendarai becak sekalipun menggunakan suspensi. Meskipun desain suspensinya simpel, tapi akan sangat menambah tingkat kenyamanannya, Bro.

Jadi, enggak usah aneh deh kalau setiap mobil diaplikasikan sistem suspensi dengan beragam desain yang variatif. Ya, tentu saja, setiap model suspensi tentu punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Nah, berikut ini ada ulasan mengenai ragam macam suspensi pada mobil yang umum digunakan, berikut kelebihan dan kekurangannya.

Semoga membantu ya, Mas Bro!

1. Suspensi Macpherson

Pertama ada suspensi yang diambil dari nama penemunya, MacPherson. Sebagai informasi, nama lengkap penemunya adalah Earle Macpherson. Bisa dibilang, suspensi jenis ini merupakan suspensi yang paling banyak diadopsi oleh sebagian mobil di muka bumi. Ada beberapa alasan yang membuat suspensi jenis ini banyak digemari oleh produsen otomotif. Salah satunya adalah soal harga. Harga suspensi MacPherson diklaim sangat terjangkau. Selain itu, suspensi jenis ini memiliki komponen yang sangat sederhana alias simpel dan yang pasti mudah didapat.



Suspensi MacPherson merupakan suspensi yang memiliki bentuk tegak serta didukung oleh sebuah peredam kejut. Peredam kejut ini kemudian menjadi titik pusat sudut caster pada mobil. Kontruksi jenis ini banyak diaplikasikan ke dalam jenis mobil kebanyakan di Tanah Air, seperti misalnya kebanyakan mobil besutan Toyota dan sebagian besar mobil sedan dari pabrikan lainnya.

Bicara kelebihan tentu ada saja kekurangannya. Nah, kurangnya dari MacPherson adalah kurang mampunya suspensi dalam menerima beban dan berubahnya sudut kemiringan geometri roda ketika membelok. Hal ini membuat ban kurang mampu mencengkeram secara sempurna terhadap aspal jalan. Meskipun demikian, banyak mobil mewah yang masih mengaplikasikannya untuk mobil lansiran mereka, sebut saja BWM, Mercedes-Benz, dll.

2. Suspensi Double Whisbone

Ciri yang menonjol dari kontruksi suspensi jenis ini adalah adanya dua buah lengan (arm) yang menopang bagian sistem suspensi itu sendiri yakni lower arm dan upper arm. Dengan desain yang independen seperti itu maka seberapa jauh sudut belokan dan seberapa jauh suspensi ini bergerak, maka sudut-sudut geometri roda akan tetap konstan atau tetap. Kontruksi double whisbone pun banyak diadopsi ke dalam kendaraan seperti Kijang Innova, Fortuner, Hilux, mobil-mobil Isuzu, dll.



Untuk kekurangan dari suspensi double wishbone adalah membutuhkan ruang yang lebih besar. Selain itu, dalam pembongkarannya pun lebih membutuhkan waktu yang lama, tertuma ketika Mas Bro hendak mengganti sockbreker (peredam kejut). Ketambahan lagi, double wishbone sering cepat rusaknya part seperti balljoint (baik atas maupun bawah), long tie rod, end tierod.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Mas Bro sebaiknya melakukan spooring berkala terhadap mobil kesayangannya. Begitu juga waktu pengerjaan spooring biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama karena tingkat kerumitannya terbilang sedang.

3. Suspensi Multi Link

Ketiga, ada suspensi multilink. Suspensi ini adalah hasil pengembangan dari double whisbone. Suspensi jenis ini mempunyai desain kontruksi yang sangat rumit dengan bagian-bagian yang terpisah yang disatukan oleh sendi-sendi dan tiap ujung komponen berporos di kedua sisi arm. Konstruksi dibuat berdasarkan memanipulasi arah gaya yang nantinya diperkirakan akan diterima oleh roda, baik itu benturan vertikal seperti ketika mobil menginjak lubang, benturan dari arah samping dan lain sebagainya.



Kontruksi jenis ini diklaim memiliki kemampuan cengkeram yang sempurna dan lebih mudah dalam pengendalian di jalan jelek sekalipun. Bahkan, ragam dari desain suspensi multi link kini bervariasi.

Kekurangan dari suspensi multi link tentu serumit kontruksinya jika mengalami kerusakan. Butuh waktu yang lebih lama lagi dalam proses penggantiannya. Selain itu, harga part-nya mahal dan masih jarang ada di pasaran, Mas bro. Ya itu karena memang jarang mobil yang menggunakan suspensi jenis ini.

4. Suspensi Axle Rigid

Axle rigid merupakan suspensi yang letaknya berada di belakang sebuah mobil. Suspensi ini mempunyai ciri umum yaitu roda bagian belakang kiri dan roda belakang kanan dihubungkan menjadi satu dengan satu axle atau poros yang kita biasa menyebutnya dengan istilah gardan. Axle rigid pun dibagi lagi kedalam dua model, yaitu axle rigid dengan pegas daun dan axle rigid dengan pegas coil (per).

5. Suspensi Independent

Suspensi independent didesain secara khusus dan antara roda kiri dan kanan belakang mobil tidak dihubungkan secara langsung melainkan di hubungkan dengan sebuah sendi-sendi axle. Hal tersebut memungkinkan dalam kondisi misalnya roda belakang kiri menginjak lubang maka mobil tidak akan goyang karena hanya suspensi kiri saja yang bergerak sedangkan yang lainnya tidak. Nah, suspensi ini banyak diadopsi ke dalam jenis mobil mewah atau mobil off road untuk melibas medan-medan jalan ekstrem.



Itu tadi ragam jenis suspensi pada umumnya. Setiap jenis tentu punya fungsi yang berbeda-beda. Selain utilitasnnya, harganya pun bervariatif. Minat ganti suspensi? Hati-hati ya, karena kenyamanan di dalam kabin yang jadi taruhannya.

SAMPAIKAN KOMENTAR