Yuk, Cari Tahu Keadaan Mobil Dari Warna Oli Mesinnya!
19
Jun
2019
0 Comment Share Likes 199 View

Hayo, siapa yang masih suka bandel dan malas mengganti oli secara rutin? Mengganti oli secara rutin memang salah satu perawatan mesin mobil yang tampaknya sepele, makanya banyak orang yang seringkali mengabaikan hal ini. Padahal, mengganti oli secara rutin sangatlah penting dan dapat memberikan manfaat pada mesin mobil kita. Biasanya, setiap pabrik mobil menyediakan buku panduan untuk mobil yang kita beli dan di dalam buku panduan tersebut kita bisa melihat informasi tentang kapan kita harus mengganti oli mesin.

Seperti yang kita semua sudah tahu, kita harus mengganti beberapa cairan yang terdapat di dalam mobil kita secara berkala. Dan salah satu diantaranya adalah oli mesin yang berfungsi menjadi pelumas mesin. Kebanyakan orang mengganti oli mesin secara berkala tanpa tahu apa fungsinya. Jika kita tidak mengganti oli mesin secara rutin, kinerja mesin bisa semakin menurun akibat banyaknya kotoran di dalam mesin yang tidak bisa diangkut ke bagian filter. Selain karena kotoran, adanya panas dan udara yang dihasilkan selama mesin tersebut bekerja dan bergerak juga membuat oli mesin menjadi cepat kotor dan harus sering diganti. Suhu panas dan udara tersebut sedikit demi sedikit akan merusak kentalan dan kejernihan oli mesin kita.

Ternyata, selain dengan mendengarkan suara mesin, kesehatan mesin mobil kesayangan kita juga bisa dipantau dan dicek melalui oli mesinnya, lho. Dengan melihat warna oli mesin, kita bisa tahu keadaan mesin mobil kita dan bahkan bisa mendeteksi masalah yang ada pada mesin. Nah, berikut ini penjelasannya.

  1. OLI BERWARNA KUNING BENING

Pria Intersport pasti sering melihat oli berwarna kuning bening. Warna oli yang jernih ini biasanya bisa kita temukan pada oli yang baru saja diganti. Oli berwarna kuning bening ini menandakan bahwa pelumas yang digunakan diperkirakan memiliki zat aditif yang berfungsi membersihkan ruang mesin dan sebagai penetralisir asam asida yang timbul akibat gesekan dan panas mesin. Tetapi bagaimana jika oli sudah lama tidak diganti, dan saat dicek masih berwarna bening sama seperti ketika baru diganti? Hal ini ternyata menunjukkan bahwa pelumas yang dipakai tidak memiliki kemampuan membersihkan mesin karena tidak mengandung cleansing agent. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya kita mengganti oli dengan oli yang mengandung zat aditif.

 

  1. OLI BERWARNA COKLAT KEKUNINGAN

Bisanya, kalau oli mesin mobil kita sudah berwarna coklat kekuningan, hal ini menandakan bahwa mobil sudah menempuh jarak sekitar 1.000 samapi 2.000 km. Jika saat dicek oli mobil kita berwarna coklat kekuningan seperti ini, maka artinya pelumas yang digunakan berkualitas baik, dan mesin masih dalam kondisi baik, karena oli yang memiliki kualitas sesuai standar yang umumnya telah dilengkapi additives ditergent, anti korosi dan anti aus. Dan dengan demikian oli yang berfungsi melakukan pelumasan sekaligus menetralisir kotoran yang ada pada mesin. Hal ini juga menunjukkan bahwa mesin masih bekerja dengan baik.

 

  1. OLI BERWARNA HITAM KENTAL

Jika mobil kesayangan kita sudah menempuh jarak paling tidak 3.000 sampai 4.000 km, maka biasanya oli mobil akan berubah warna menjadi kehitaman. Tetapi jika mobil kita belum menempuh jarak 3.000 km, apalagi olinya baru diganti beberapa minggu, maka hal ini berarti ada masalah pada mesin mobil kita. Ada dua kemungkinan masalah yang mungkin terjadi pada mobil kita jika olinya berwarna kehitaman. Yang pertama adalah ada komponen di bagian dalam mesin yang bermasalah. Yang kedua, bisa saja bagian dalam mesin mobil sudah berkerak terlalu banyak, apalagi jika mobil kita sudah agak berumur. Sebaiknya dilakukan pengecekan mesin mobil jika warna oli berubah menjadi seperti ini.

 

  1. OLI BERWARNA PUTIH PEKAT

Jika kita mengecek oli mesin pada mobil kesayangan kita dan mendapati bahwa oli mesinnya berwarna putih pekat mirip seperti warna susu, maka ada yang harus kita waspadai. Oli yang berwarna putih pekat menandakan bahwa oli sudah bercampur dengan air. Air yang masuk ke dalam mesin ini bisa berasal dari radiator maupun dari luar mesin. Air juga bisa masuk dari lubang ventilasi mesin yang sudah bocor. Oli mesin yang seperti ini tidak akan bisa melumasi mesin dengan baik. Jika melihat oli mobil kita seperti ini, usahakan jangan menyalakan mesin lagi karena akan mengakibatkan komponen di dalam mesin menjadi aus. Langsung minta ditangani dengan ahlinya jika kita tidak terlalu paham soal mesin.

 

  1. OLI BERWARNA HITAM BERLUMPUR

Lumpur pada oli sering disebut dengan sebutan sludge. Adanya lumpur pada oli bisa disebabkan oleh berbagai macam hal yang menjadi masalah pada mesin mobil kita. Adanya lumpur pada oli mesin ini bisa disebabkan oleh tidak tepatnya pilihan oli mesin yang kita gunakan pada mesin mobil kita sehingga pelumasan dan pembersihan mesin tidak maksimal. Hal ini bisa juga terjadi karena bahan bakar yang kita gunakan pada mobil kita ini tidak cocok, sehingga berimbas pada mesin mobil. Selain itu, mencampur beberapa jenis oli yang tidak kompatibel satu sama lain untuk digunakan pada mesin mobil kita juga dapat mengakibatkan adanya lumpur oli mesin pada mesin mobil kesayangan kita. Dan salah satu penyebab yang paling membahayakan mesin mobil adalah terjadinya oksidasi. Oksidasi dapat terjadi jika ada reaksi yang terjadi antara oli dengan oksigen. Hal ini menyebabkan kekentalan oli meningkat dan terjadi pembentukan karat, lumpur oli mesin dan endapan. Zat Aditif pada oli akan berkurang dan oli akan menjadi rusak. Proses oksidasi ini akan mengakibatkan oli menjadi asam dan memicu terbentuknya karat dan korosi pada mesin mobil.

 

Wah, ternyata hanya melihat dari warna oli mesin saja kita bisa tahu banyak tentang keadaan mobil kesayangan kita, ya. Makanya, Bro, jangan malas-malas mengganti oli secara rutin supaya mesin mobil kita awet dan berumur panjang.

SAMPAIKAN KOMENTAR