Wataru Kato dan Filosofi Liberty Walk
19
Nov
2019
0 Comment Share Likes 257 View

Liberty Walk pasti sudah banyak yang mendengar nama ini, terutama di telinga para pecinta mobil maupun tuner. Nama Liberty Walk dinilai telah menggema ke seluruh sudut Jepang hingga dunia. Orang di balik Liberty Walk sekaligus sang pendirinya, Wataru Kato telah berhasil mengangkatnya menjadi sebuah brand internasional yang populer di dunia modifikasi mobil.

Meskipun demikian, mungkin masih banyak juga di sini yang belum tahu dengan Liberty Walk ini. Tanpa panjang lebar, yuk kita bahas nih di sini.

Visi Kato-san Jadi Jiwa Liberty Walk

Liberty Walk merupakan bengkel modifikasi bodykit di Jepang yang sudah berdiri sejak 1993 silam. Tahun itu tepat saat sang pendiri Kato-san genap berusia 26 tahun. Di awal pendiriannya, bengkel ini hanya mampu menampung tiga mobil saja. Nah, kebayangkan bagaimana sempitnya itu bengkel, Bro? Iya, kecil banget.

Tapi berkat kegigihan Kato-san bersama tim serta visi yang sangat jelas, Liberty Walk perlahan terus berkembang menjadi bengkel modifikasi bodykit yang sangat populer. Puncaknya adalah ketika mereka turun langsung mengikuti ajang SEMA Show dan Tokyo Auto Salon.

Di SEMA Show tahun 2013 Nissan GT-R dan Ferrari 458 Italy hasil modifikasi Liberty Walk mendapat respon yang sangat baik dari berbagai pihak di sana kala itu. Para jurnalis otomotif pun sangat mengapresiasi apa yang dipersembahkan Liberty Walk. Alhasil, sontak membuat nama Liberty Walk semakin dikenal secara global. Tak lama kemudian Liberty Walk pun berkembang menjadi perusahaan dengan beberapa cabang dan distributor internasional. Tentunya dengan luas bengkel yang tidak lagi kecil.

Bicara visi Kato-san, inilah yang menjadikan modifikasi Liberty Walk serasa penuh nyawa dan sebagai kunci utamanya.

Layaknya kultur Jepang, masyarakatnya selalu memiliki karakteristik yang khas dan unik dalam fashion maupun style. Tapi style yang identik dengan kebebasan berekspresi kadang sepintas malah kelihatan aneh, ya. Nyentrik.

Ya, hal seperti itu juga berlaku di dunia otomotif, loh Mas Bro.

Pada era Showa, modifikasi bodykit dilakukan dengan mengganti atau melepas bumper, transplantasi headlamp dari mobil lain, dan menggunakan over fender. Modifikasi tersebut merupakan sebuah gaya klasik kultur otomotif Jepang dengan aura “reckless” yang sangat mudah dikenali. Nah, visi Kato-san ingin mengaplikasikan gaya modifikasi ini kepada mobil-mobil high-end alias mewah, garang, dan mahal. Inilah yang menjadi alasan Kato-san memulai Liberty Walk.

Lamborghini Murcielago

Pada 2008 silam, salah satu customer yang juga merupakan teman Kato-san, mengatakan keinginannya untuk mengganti Lamborghini Diablo miliknya. Mereka kemudian memutuskan untuk menggantinya dengan Lamborghini Murcielago. Tapi sang customer tersebut pun merasa Murcielago kurang greget dan kurang eye-catching. Atas keluhan itu, Liberty Walk kemudian memutuskan untuk mengembangkan bodykit khusus untuk Murcielago. Momen inilah yang kemudian menjadi titik awal dari merek “LB Performance”.

Setahun berselang, pada 2009 Murcielago yang sudah dilengkapi dengan bodykit LB Performance tersebut kemudian ikut serta dalam ajang SEMA Show. Ajang inilah yang menjdi awal debut kelas dunia bagi LB Performance.

Meskipun mendapat respon positif dari para pengunjung, namun Liberty Walk tidak mendapat tanggapan atau koneksi secara bisnis dari perhelatan acara tersebut. Hal ini kemudian menjadi pertanyaan besar khususnya bagi tim Liberty Walk. Apakah modifikasi mereka sebenarnya tidak dapat diterima?

Namun hal tersebut tidak membuat Kato-san lantas menyerah. Selang tiga tahun, Liberty Walk kemudian mendesain tipe dan merek terbaru yang diberi nama LB Works. Murcielago yang menggunakan fender dari LB Works kemudian diikutsertakan pada ajang SEMA Show 2012.

Modifikasi LB Works kali ini bisa dinilai cukup ekstrem. Liberty Walk, atas perintah Kato-san lantas memotong bagian body Lamborghini yang bernilai milyaran Rupiah dan memodifikasi fendernya. Aksi nekat ini rupanya tidak sia-sia. Alhasil, para pengunjung SEMA Show 2012 saat itu langsung berdecak kagum dan angkat topi dengan dedikasi Liberty Walk dalam modifikasi bodykit tersebut.

Berkat momen tersebut, pada 2013 Liberty Walk semakin ditunggu kehadirannya pada SEMA Show. Menjawab keinginan tersebut mereka kembali datang dengan memboyong dua mobil high-end yang telah dimodifikasi dengan bodykit LB Works. Kedua mobil tersebut adalah Nissan GT-R dan Ferrari 458 Italy. Kedua mobil ini jelas mampu memukau para pengunjung. Lagi-lagi, hasil karya mereka langsung mendongkrak nama Liberty Walk sehingga jadi semakin populer di mata dunia otomotif internasional.

Filosofi Senyum dan Energi Positif

Selain visi modifikasi yang telah disebutkan sebelumnya. Kato-san juga mempunyai visi lainnya yang menjadikan Liberty Walk sebuah merek yang berbeda dan unik. Visi ini identik dengan senyum dan energi positif yang selalu melekat pada Kato-san.

Dalam sebuah wawancara dengan Dodologic, Kato-san menjelaskan bahwa hal yang paling disukai dalam proyek modifikasi adalah hasil yang bisa membuat orang bahagia. Saat ini banyak kesedihan dan hal buruk yang terjadi, oleh karena itu Kato-san ingin membuat banyake orang senang melalui hasil kerja kerasnya. Kato-san pun sempat mengatakan, lantaran dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa inggris, ia mencoba berkomunikasi dan menyampaikan visinya melalui perwujudan karakter yang selalu senang.

“If I’m not happy, I cannot make other people happy.”

Itulah kenapa filosofi Liberty Walk adalah senyuman dan energi positif. Bahkan foto staff pada situs resmi mereka semua ditampilkan dengan foto yang sedang tersenyum atau tertawa.

SAMPAIKAN KOMENTAR