Waduh, Tol Jakarta-Cikampek Akan Ada Ganjil Genap
11
Apr
0 Comment Share Likes 354 View

Tidak terasa, tinggal kurang lebih 90 hari lagi, masyarakat di Indonesia khususnya yang ada di Ibukota akan memasuki dimana akan terjadi mobilisasi secara besar besaran yaitu dari kota ke desa. Ya hal tersebut terjadi lnataran akan memasuki masa libur lebaran 2019 dan memasuki hari raya Idul Fitri 2019.

Tentunya mobilisasi dari kota ke desa dalam waktu tertentu tersebut atau dikenal dengan mudik lebaran akan dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di kota besar. Dalam melakukan mudik lebaran, ada banyak moda transportasi yang tentunya digunakan oleh masyarakat mulai dari menggunakan transportasi umum hingga menggunakan kendaraan pribadi khususnya mobil.

Nah ketika mudik lebaran menggunakan kendaraan pribadi, tentunya akan terjadi kemacetan di beberapa wilayah dimana dilalui oleh para pemudik. Untuk mengatasi hal tersebut pihak dari Korps Lalu Lintas Polri berencana melakukan aturan baru yang bersifat sementara. Aturan tersebut akan berlaku di daerah yang diperkirakan akan terjadi kemacetan Panjang, salah satunya adalah di Tol Jakarta -  Cikampek dimana di tol tersebut tengah mengalami pembangunan dan masih belum selesai.

Korps Lalu Lintas Polri berencana melakukan pembatasan kendaraan menggunakan sistem ganjil-genap di ruas tol Jakarta - Cikampek saat musim mudik Lebaran 2019. Hal tersebut bisa saja dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan parah di ruas tol tersebut.

"Sebagai wacana kita juga nanti apabila memungkinkan kita akan mewacanakan ganjil genap khususnya di ruas tertentu, di ruas Tol Cikampek," ujar Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Benyamin di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Benyamin menambahkan, wacana tersebut masih dibahas dengan Kementerian Perhubungan. "Ini untuk membagi arus kendaraan agar enggak menumpuk di jalan tol. ini masih didiskusikan lagi, apakah ini memungkinkan atau tidak (untuk diterapkan," kata Benyamin.
Benyamin menjelaskan, ruas tol Jakarta-Cikampek diprediksi akan mengalami kepadatan selama mudik 2019 berlangsung. Hal ini juga disebabkan pembangunan tol layang atau elevated di ruas tol itu juga masih belum terselesaikan. Meski begitu, kebijakan ganjil genap itu kata Benyamin masih dalam tahap pembahasan.

Sementara itu, manajemen rekayasa lalu lintas yang pasti akan dilakukan pihaknya, yakni sistem contraflow atau pemberlakuan sistem satu arah. Namun, hal tersebut dilakukan sesuai situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan.

"Mudah-mudahan (ganjil genap) tidak kita lakukan. Tapi, one way, contra flow pasti kita lakukan untuk mengurangi kemacetan," jelasnya.

Senada, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, kebijakan one way dan contra flow akan dilakukan secara situasional oleh Kepolisian bila kepadatan dinilai cukup parah.

Untuk itu, agar mengurangi kemacetan, pihaknya berencana menyiapkan skema untuk mengeluarkan sebagian kendaraan pribadi ke jalan biasa. "Itu sementara, nanti kalau sudah tidak penuh, kita masukan kembali," ujar Budi.

Kepala Badan Litbang Perhubungan, Sugihardjo mengatakan, terkait program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan, 61% responden pengguna angkutan mudik gratis Jabodetabek berminat untuk mengikuti program tersebut.

Program mudik gratis kementerian perhubungan yang paling diminati kata Sugihardjo adalah menggunakan bus (56%) dengan potensi sebanyak 78.957 orang dan 26.319 sepeda motor, kemudian peminat angkutan kereta api (39,2%) dengan potensi sebanyak 55.208 orang dan 18.403 sepeda motor. "Serta peminat mudik gratis angkutan laut (4,8%) sebanyak 6.729 orang dan 2.243 sepeda motor," katanya.

Diketahui, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melalui Pusat Penelitian Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian melakukan Survei Potensi Pemudik Angkutan Lebaran Tahun 2019 di wilayah Jabodetabek.

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik pada Lebaran tahun ini akan jatuh pada 31 Mei atau H-5 Lebaran, dengan perkiraan waktu keberangkatan pada pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB. Namun, ada potensi puncak arus mudik lebih awal yakni pada 29 atau 30 Mei. Sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 9 Juni atau H+3 Lebaran.

SAMPAIKAN KOMENTAR