Tips Simpel Biar Turbo Diesel Tetap Sehat
13
Aug
0 Comment Share Likes 242 View

Kalau bicara soal teknologi mesin turbo mungkin banyak yang tidak tahu kalau pertama kali turbocharge digunakan untuk mesin kapal laut Jerman pada 1923. Turbocharge sendiri sebelumnya diciptakan oleh insinyur berdarah Swiss bernama Alfred Buchi. Turbo kemudian dikembangkan oleh perusahaan mesin di Winterthur pada awal 1900-an.

Turbocharge merupakan sebuah kompresor sentrifugal yang mendapat kekuatan dari turbin di mana sumber tenaganya berasal dari asap gas buang kendaraan. Ukurannya cukup kompak alias alit yang membuatnya mudah diaplikasikan di ruang mesin. Seiring perkembangannya, kini seperti yang kita tahu bahwa turbo sudah banyak ditemui terbenam dalam mobil balap off-road maupun reli.

Apa Bedanya Turbocharged dan Supercharged?

Baik supercharger maupun turbocharger pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu menekan udara ke dalam ruang bahan bakar agar memperoleh kompresi yang tinggi. Tingginya kompresi di ruang mesin ini akan menghasilkan tenaga yang besar. Walaupun serupa, supercharger dan turbocharger ini juga memiliki beberapa perbedaan, sehingga hasil akhirnya juga sedikit berbeda. Pada umumnya, komponen ini sudah built in dari produsen, terutama pada mobil mobil kelas atas.

Kedua sistem forced induction ini diketahui bisa memberikan dorongan tenaga 50 persen lebih besar. Salah satu perbedaan utama pada turbocharger dan supercharger terletak pada power supply-nya. Sumber daya supercharger terletak pada sebuah belt yang terhubung ke mesin. Supercharger akan mengompresi udara dari tekanan atmosfer dan menciptakan dorongan dengan menyuplai udara ke dalam mesin. Supercharger sendiri dapat menghasilkan tenaga hingga 46 persen lebih besar karena peningkatan asupan udara memungkinkan penggunaan bahan bakar yang lebih banyak dalam proses pembakaran. Supercharger bisa berputar dengan kecepatan hingga 50.000 RPM karena terhubung langsung dengan mesin. Perlu diketahui bahwa supercharger tidak memiliki wastegate (sebuah perangkat yang mengatur tekanan di mana gas buang mengalir ke turbin dan membuka atau menutup ventilasi) sehingga asap akan keluar dari supercharger.

Sementara itu, turbocharger menggunakan aliran gas buang untuk energinya. Gas buang akan berjalan melalui turbin yang memutar kompresor. Turbin itu dapat berputar bahkan hingga kecepatan 250.000 RPM. Artinya, putaran turbin turbo itu hampir 30 kali lebih cepat daripada mesin kendaraan biasa. Turbin yang memproduksi dorongan tenaga tidak memerlukan waktu yang lama dan akan langsung membuat kendaraan berlari. Turbocharger memiliki wastegate  sehingga bisa menekan emisi untuk sementara waktu.

Jadi, perbedaan mendasar yang terdapat di antara kedua perangkat ini adalah supercharger mengambil daya dari crankshaft mesin sedangkan turbocharger memanfaatkan gas buang hasil pembakaran mesin.

Turbodiesel

Nah, melipir ke perihal mesin diesel, perangkat turbo pada mesin diesel terbilang jarang mengalami masalah yang serius. Hal ini membuat tidak diperlukannya perawatan khusus untuk menjaga perangkat induksi tenaga tambahan di sektor mesin diesel.

Sebelum pembahasan yang lebih jauh dan lebar, ada baiknya kita ketahui dulu cara kerja turbo pada mesin diesel, yakni dengan mengompresi udara ke dalam mesin dan meningkatkan molekul oksigen yang masuk ke silinder. Tingginya molekul oksigen yang masuk ke silinder akan mendorong tambahan pasokan BBM yang hasilnya meningkatkan daya produksi.

Turbo bawaan pabrikan pada mesin diesel dapat Mas Bro temukan pada Ford Ranger, Mitsubishi L200, Land Rover Defender, Pajero dan Fortuner. Berikut tips sederhana dalam merawat turbo mesin diesel agar lebih awet.

Bersihkan Dari Kotoran dan Debu

Cara yang paling dasar dan praktis dalam merawat turbo mesin diesel adalah membersihkannya dari kotoran dan debu karena memang bisa mudah dilakukan sendiri di rumah. Debu yang masuk ke dalam mesin turbo bisa mengakibatkan gesekan antara baling-baling dan housing. Jadi kalau Mas Bro tinggal di daerah dengan kepadatan debu yang tinggi dan kering, mungkin harus lebih rajin membersihkan turbo ini. Apalagi kalau musim kemarau, debu kering sudah jadi hal lumrah menempel dan mengotori mesin.

Hindari tumpukan debu pada filter udara yang ada di dalam mesin. Jika filter udara dirasa mulai usang, sebaiknya segera ganti filter baru di bengkel langganan agar mesin mobil bisa bekerja dengan baik. Mesin bekerja dengan cara memberi asupan udara dalam meningkatkan pembakaran sehingga penggunaan BBM yang tepat dan filter udara harus maksimal.

Konsumsi Bahan Bakar yang Tepat

Melihat cara kerja turbo yang memanfaatkan kinerja mesin dalam mengolah udara supaya mendapatkan tekanan tinggi, maka agar mesin bekerja dengan baik dibutuhkan bahan bakar berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan mesin turbo. Bahan bakar yang jadi rekomendasi biasanya minimal yang punya tingkat oktan RON 95. Memang tidak bisa ditepis, turbo mengemban tugas berat, asupan bahan bakar yang seimbang akan menambah performa kerja mesin agar pembakaran lebih efektif. Itulah sebabnya memilih bahan bakar harus yang berkualitas, jangan asal murah saja.

Pilih Oli Mesin yang Tepat

Kalau tadi soal bahan bakar, oli mesin juga bisa jadi kunci merawat turbo mesin diesel agar performanya tetap terjaga. Oli mesin sendiri bertugas menjaga gesekan komponen jeroan mesin. Oleh karena itu, pemilihan oli jangan sembarangan lantaran akan sangat menentukan kualitas kerja mesin. Selain itu, oli mesin yang berkualitas menjaga mesin agar tidak cepat aus.

Pada mesin yang dilengkapi turbo akan jauh lebih baik jika menggunakan oli sintetik. Penggunaan oli sintetik ini dikarenakan telah dibekali daya tahan panas yang cukup baik. Perlu diketahui bahwa baling-baling turbo berputar hingga 9.000 rpm. Dengan kemampuan itu, suhu pada jeroan turbo bisa menjadi sangat panas. Di sinilah fungsi oli mesin turbo adalah untuk mendinginkan suhu saat perangkat ini bekerja.

Selain itu, penting juga untuk diperhatikan dalam memilih pelumas sesuai yang direkomendasikan bengkel resmi. Mas Bro juga bisa menggunakan pelumas khusus mesin berturbo. Hal ini untuk menghindari terjadinya penguapan yang rentan merusak kualitas oli dan efeknya mengganggu kinerja turbo.

Rutin Ganti Oli dan Filter

Sebenarnya penggunaan oli mesin diesel yang tepat tentunya perlu diimbangi dengan mengganti oli dan filter udara secara berkala tiap 10.000 km. Mas Bro juga bisa memeriksa oli mesin sebelum waktunya atau setelah menempuh perjalanan jauh. Oli yang tampak mulai encer dan berwarna kehitaman berarti oli itu sudah harus segera diganti. Oli yang masih layak pakai biasanya berwarna kuning kecoklatan seperti yang awam ketahui. Selain itu perlu diketahui bahwa mesin yang baru dihidupkan, jangan langsung digeber, panaskan sejenak dan saat mematikan mesin harus dalam kondisi idle atau diam.

 

 

 

 

 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR