Tips Mudik Lebaran yang Luput dari Perhatian
17
May
0 Comment Share Likes 156 View

Jakarta - Musim mudik Lebaran akan tiba, baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi akan semakin diminati mengingat infrastruktur jalan tol terus dikembangkan dan serangkaian penyesuaian sistem lalu lintasnya. Mudik ke kampung halaman dengan kendaraan pribadi pun jadi pilihan menarik lantaran bisa leluasa menyambangi lokasi-lokasi wisata selama perjalanan.

Salah satu jenis kendaraan favorit untuk mudik adalah mobil MPV karena punya kabin luas dan ruang penyimpanan yang berlimpah. Hal ini jelas akan mengoptimalkan jumlah barang bawaan yang hendak diboyong. Tapi masih banyak yang kurang mengerti bagaimana cara mengoptimalkan kapasitas bagasi dan kabin dalam perjalanan mudik.

Berikut adalah beberapa tips mudik lebaran dengan mobil pribadi.



Servis Mobil Sebelum Mudik

Servis berkala mungkin bisa jadi hal pertama dan utama untuk tips mudik lebaran dengan mobil pribadi. Pastikan mobil dalam kondisi prima agar perjalanan mudik pun lancar.

Pastikan tidak ada yang terlewat saat pengecekan, mulai dari air radiator. Pastikan air radiator mobil dalam kondisi penuh dan air reservoir sampai batas level.

Pastikan filter dan selang bensin tidak mengalami keretakan atau kebocoran. Selain itu pastikan juga filter bensin tidak tersumbat. Kalau servis sebelumnya rutin dilakukan, mungkin bagian ini boleh dilewat.

Ganti oli juga sangat disarankan sebelum mudik lebaran dengan mobil pribadi. Cara mengecek volume oli mesin adalah, dengan memeriksa level pada stik oli. Level oli harus berada di garis antara tanda L dan F, serta seharusnya sedikit di bawah garis level F. Jika kurang, tambahkan secukupnya.

Sistem pengereman pun jangan luput dari pengecekan. Periksalah level minyak remnya, jika berkurang bisa jadi ada indikasi kebocoran. Pastikan sistem kerja rem ini bisa bekerja dengan baik, ya.

Cek kondisi ban, secara fisik dan tekanan ban. Tekanan ban mobil normalnya sekitar 30-34 psi.

Setelah semua servis dilakukan, jangan lupa juga untuk melengkapi perangkat darurat, misalnya pastikan dongkrak ada di tempatnya dan bisa dipakai dengan baik.

Menyusun Barang di Dalam Bagasi

Sebagaimana fungsi bagasi mobil, apapun jenisnya, idealnya semua barang bawaan diletakkan di bagasi belakang. Terutama saat mudik tentu tidak akan sedikit barang yang dibawa sekeluarga.

Meletakkan barang-barang bawaan di bagasi dimaksudkan agar penumpang dapat duduk dengan nyaman. Jelas ini penting apalagi untuk perjalanan jauh.

Barang hendaknya dikemas rapi dengan posisi bobot yang paling berat diletakkan di paling bawah. Pastikan juga susunannya, sesuaikan menurut tingkat urgensi. Untuk barang yang sering dibutuhkan selama perjalanan sebaiknya di simpan di susunan paling atas.
Hal penting lainnya adalah hindari menumpuk barang sampai tinggi menutup kaca belakang. Biasanya ini terjadi pada mobil MPV atau SUV. Barang bawaan jangan melebihi sandaran kepala kursi paling belakang. Barang yang menutup kaca berpotensi menutup pandangan pengemudi untuk melihat ke belakang.

Pakai Roof Box (Rak Atas Mobil)

Beda lagi halnya dengan menggunakan perangkat tambahan roof box atau rak atas mobil. Rak atas mobil ini mungkin sudah sangat familiar ditemui di jalanan apalagi saat mudik. Fungsinya tak lain untuk menampung barang bawaan berlebih. Tentunya ini sangat dianjurkan pemakaiannya daripada harus memaksa barang bawaan menumpuk di bagasi belakang atau luber hingga ke kursi penumpang.

Ingat, bukan cuma tidak nyaman untuk penumpang tapi juga tidak aman. Saat mobil mengalami benturan atau berhenti mendadak, bukan tidak mungkin semua barang bawaan di kursi penumpang akan mengenai dan mencederai orang-orang di dalam mobil.

Nah, penggunaan roof box atau rak atas mobil memang akan jauh lebih aman ketimbang mengikat barang bawaan di atap mobil. Tapi jangan salah, ada hal yang harus diperhatikan dalam berkendara dengan rak atas mobil ini.

Penggunaan roof box dengan barang bawaan yang diletakkan di atas cenderung berat di atas yang berpotensi membuat mobil lebih mudah mengayun atau limbung. Oleh karena itu, sangat disarankan kalau mau berbelok jangan putar setir berlebihan untuk mencegah gaya sentrifugal agar mobil tidak terbalik.

Dalam Perjalanan Mudik Lebaran

Berkendaralah dengan memegang prinsip safety driving dan jangan berperilaku agresif karena akan merugikan banyak pihak ketika terjadi kecelakaan. Mudik setiap tahunnya punya perkembangan jalur. Untuk tahun ini banyak dibuka jalan tol serta jalan arteri baru yang telah difungsikan. Ini membuat Anda punya banyak pilihan rute perjalanan. Aplikasi peta navigasi digital bisa dipakai untuk mencari rute perjalanan yang paling tepat. Aplikasi ini juga bisa dipakai saat Anda terjebak macet parah dan ingin mencari rute alternatif.

Oiya, pastikan juga untuk membawa kartu e-toll dengan saldo memadai. Kalau perlu, sediakan dua kartu e-toll sebagai antisipasi saat salah satu kartu bermasalah, hilang, atau saldonya habis. Pastikan pula tangki BBM selalu dalam kondisi penuh, apalagi kalau memilih rute tol yang panjang. Simpan nomor telepon darurat untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Seusai Mudik Lebaran

Perjalan mudik dan balik selesai bukan berarti mobil bisa langsung ditinggalkan begitu saja. Kotoran menjadi musuh utama yang harus segera dibersihkan termasuk bagian kolong yang kerap terlupakan. Cobalah periksa perangkat teknis mobil seperti kaki-kaki, roda, lampu, dan area ruang mesin. Cek juga jika terdapat bodi mobil yang penyok. Segera perbaiki dan rapikan jika ada masalah.

SAMPAIKAN KOMENTAR