Tips Menjual Mobil Agar Harganya Tetap Tinggi
13
Jul
0 Comment Share Likes 187 View

Mengganti kendaraan atau mobil menjadi sesuatu yang wajar dilakukan jika melihat kebutuhannya. Namun menjual mobil milik sendiri yang notabene berstatus mobil bekas rupanya tidak cukup mudah. Menjual mobil bekas memiliki beberapa hal yang mesti diperhatikan. Mulai dari kondisi fisik, administrasi, hingga biaya yang dikeluarkan selama melakukan perawatan. Belum lagi soal pemasarannya. Kalau memang dalam rangka "jual santai" mungkin tidak terlalu jadi perkara. Tapi kalau Pria Intersport merasa harus cepat menjual mobil bekasnya tentu jadi kendala tersendiri.

Menjual mobil bekas, tergantung modelnya akan berhadapan dengan harga pasaran yang dinamis. Pastinya, setiap penjual mobil bekas tentu ingin harga yang tertinggi. Lalu bagaimana caranya memastikan harga mobil bekas tidak turun alias tetap dalam kelas harga yang tinggi?

Memang diakui ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa cara menjual mobil bekas dengan harga yang tetap tinggi.

Periksa Semua Kondisi Fisik Mobil Bekas

Sebelum Mas Bro menjual mobil bekasnya, lebih baik periksa dulu semua kondisinya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kerusakan atau malah kecacatan yang selama ini tidak terpantau atau terlewatkan. Barangkali saja ada kerusakan atau kekurangan di bagian mesin, cat mobil, kinerja mobil, kaca, kaki-kaki, dan sebagainya. Jika memang ada yang harus diganti, segeralah menggantinya.

Tak perlu khawatir perihal biayanya, karena itu bisa disampaikan nanti ke calon pembelinya. Oya, sikap terbuka akan kondisi mobilmu itu sangat penting, ya. Sikap ini kemungkinan besar bisa membuat pertimbangan calon pembeli melunak dan mematok harga tinggi juga. Terlebih lagi, saat Mas Bro menjelaskan kondisi mobil bekas itu dengan sedetail mungkin, pembeli nantinya tidak akan melakukan komplain pasca membeli mobil.

Jadi, periksalah semua kondisi fisik mobil bekas yang hendak dijual. Periksalah secara detail bagian mesinnya terlebih dulu. Mesin merupakan bagian yang penting, bukan? Pastikan mesin bekerja secara baik. Minimal mudah dihidupkan, selebihnya cek apakah ada kebocoran atau tidak. Setelah itu cek eksterior dari bagian depan, samping kiri dan kanan, hingga bagian belakang. Setelah itu baru masuk ke bagian interiornya. Pastikan semua fitur mobil di dalam kabin bekerja dengan baik. Bagian-bagian pentingnya adalah visibilitas, AC, dan jok.

Visibilitas bisa mencakup jendela depan samping dan belakang. Lebih dari itu, spion tengah dan kiri-kanan pun tentu saja penting. Soal AC, kebanyakan orang yang berburu mobil bekas akan mementingkan kenyamanan dalam kabin juga. Asal dingin, dan tidak ada kebocoran sama sekali berarti aman. Jok juga menjadi hal yang penting dalam kabin. Pastikan tidak ada yang bisa mencederai orang-orang di dalam kabin. Pasalnya, kondisi jok kerap luput dari perhatian.

Membersihkan Mobil Luar dan Dalam

Hal penting yang harus diperhatikan sebelum menjual mobil bekas agar harganya tidak turun adalah dengan bersih-bersih. Pembersihan seluruh komponen mobil meliput bagian dalam dan luar mobil tentunya. Meskipun mobil sudah berusia bertahun-tahun, setidaknya warna dan tampilannya usahakan masih terlihat baru dan gress.

Utamakan untuk membersihkan bagian luarnya terlebih dahulu karena pada umumnya, orang akan melihat tampilan luar pertama kali. Kalau Mas Bro tidak mau repot, bisa bawa mobil bekasnya ke salon mobil agar ditangani pihak ahli. Pilih paket pencucian yang tertinggi. Setelah itu lakukan detailing di bagian dalamnya. Tidak perlu ragu untuk menggunakan paket detailing, terutama interior mobil yang bermaterialkan bahan kulit.

Kondisi mobil yang bersih dijamin akan menjaga harga mobil bekas yang akan dijual tidak turun.

Periksa Harga Pasaran

Waktu kita menjual mobil secara pribadi memang bisa kita tentukan harga sesuka hati. Tapi ingat, tidak boleh berbeda jauh dengan harga pasaran yang ada. Kalau Mas Bro menjual mobil dengan harga yang lebih tinggi sementara tidak ada perbandingan yang jauh antara kualitas mobil lain dengan mobil yang Mas Bro miliki, kemungkinan besar mobil yang Mas Bro jual tidak akan laku. Jadi penting juga untuk mengetahui dan mempelajari harga pasaran jenis mobil yang mau Mas Bro jual. Perhatikan juga hal-hal yang bisa menurunkan harga jual seperti adanya cacat pada mobil, kerusakan lain, dan hal-hal kecil yang dapat menurunkan harga.

Mengecek harga pasaran mobil bekas bisa dilakukan melalui internet, koran, majalah, dan lain sebagainya. Oya, jangan sampai mematok harga lebih rendah juga ya. Mas Bro nanti bisa rugi. Selain karena sulit mendapat untung guna membantu membeli mobil baru lainnya, mematok harga rendah biasanya juga dicurigai sebagai penipu.

Cara Menjual Mobil Bekas

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas. Cara penjualan di sini bermacam-macam. Mas Bro bisa langsung ke diler mobil bekas, atau menuju bursa jual mobil, bahkan langsung memarkir mobil di depan rumah dengan menempelkan tulisan 'DIJUAL' di kaca mobil. Semua tentu ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang perlu diingat di sini adalah MAs Bro harus memanfaatkan internet. Mas Bro bisa menjualnya melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Ada pula pilihan situs jual beli mobil bekas di internet yang kini sudah mulai banyak macamnya.

Jangan lupa, Mas Bro juga harus teliti pada market atau pasar. Tentukan pula segmentasinya, jangan memarkir kendaraan mahal sekelas Alphard (misalnya) di depan kios pasar tradisional dengan tulisan 'DIJUAL'. Ini kurang tepat dari segi segmentasi pasar.

Jujur

Nah, soal kejujuran tentu juga masuk sebagai syarat utama agar mobil bekas yang Mas Bro jual cepat laku dan harganya tidak jatuh. Jujurlah pada pembeli. Jika memang ada kerusakan pada mobilnya, atau bekas tabrakan, dan lain-lain, sebaiknya katakan secara terbuka. Hal ini untuk menghindari komplain dari pembeli di kemudian hari. Efeknya, suatu saat nanti ketika Mas Bro ingin menjual mobil lain, Mas Bro bisa masuk "daftar hitam" karena dianggap penjual yang tidak recomended.

SAMPAIKAN KOMENTAR