Tips Aman Mengemudi Menembus Banjir
15
May
0 Comment Share Likes 71 View

Musim hujan datang banjir segera menghadang. Terutama bagi kota besar seperti Jakarta yang masih rawan banjir di berbagai daerah, curah hujan yang relatif tidak tinggi bisa berdampak banjir juga. Tentu saja dampak banjir tidak ada yang menyenangkan. Begitu juga bagi pengendara mobil.

Sudah bukan rahasia lagi kalau setiap kali dihadapkan sebuah genangan air dan harus melewatinya entah itu urusan kerja atau aktivitas lain yang tidak bisa ditepati atau dilakukan dalam waktu itu juga. Jadi kalau memang mau tidak mau banjirnya harus diterjang mas bro sekalian perlu masukan mengenai tips aman mengemudi menembus banjir. Bukan hanya tips juga, sih, tapi juga persiapannya agar saat melewati jalan yang dilanda banjir tidak berisiko terlalu tinggi.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipraktikan guna melewati genangan banjir di jalanan akibat air hujan atau bahkan luapan sungai.

Kenali Kendaraan Sendiri

Pria Intersport sebagai pengemudi dan pemilik kendaraan harus mengenal dan mengetahui jenis dan karakter kendaraan sendiri. Minimal tahu mobil mas bro masuk jenis apa? Apakah itu sedan, jip atau pikap. Sehingga mas bro sekalian bisa memprediksi batas ketingggian maksimal dari air yang bisa membasahi ruangan dalam kabin dan masuk dalam ruang mesin melewati rumah saringan udara. Sebagai contoh, saat tengah mengendarai sedan dan dimodifikasi, maka sebaiknya harus sadar diri bahwa mobil yang dibawa itu punya limit kemampuan terutama menghadapi banjir.

Selain mengetahui jenis mobil apa yang dikendarai, kenali juga komponen atau sistem pada mobil mas bro. Misalnya, waktu mengemudikan baik mobil transmisi matic atau manual hindari untuk mengebut di daerah banjir. Kalau dipaksa mengebut mobil justru bisa kemasukan air. Air banjir bisa masuk ke mesin mobil dan membuat mobil mogok. Hal tersebut bisa terjadi karena filter udara mampu menyedot air dari luar saat kita menginjak gas.

Selain itu, tips aman mengemudi menembus banjir lainnya yang terkait komponen mobil adalah mematikan AC. AC mobil dimatikan karena untuk menghindari adanya konslet pada bagian elektrifikasi mobil. Ketika sudah melewati banjir maka AC pun boleh dihidupkan kembali.

Gunakan Gigi Rendah

Saat menerobos banjir, gunakan gigi rendah di posisi 1 atau 2 untuk transmisi manual, atau L untuk transmisi otomatis. Jika itu jalan satu-satunya dan mas bro terpaksa harus menerobos banjir, jaga putaran mesin di angka 2.000 rpm dan stabil. Di samping itu usahakan juga agar gas jangan berhenti agar mesin tidak mati.

Tapi celakanya adalah saat mobil harus berhenti di tengah-tengah genangan. Bagaimana menjaga putaran mesin tetap stabil dalam keadaan diam?

Menjaga putaran mesin tetap stabil saat diam bisa juga dilakukan dengan bantuan rem tangan atau rem dengan kaki kiri sambil tetap menginjak pedal gas. Tapi mainkan rem tangan di sini dengan cara yang halus ya, mas bro. Kalau ditarik terlalu keras atau mobil sampai berhenti akan menyebabkan stall speed atau torque converter masuk ke transmisi maju namun posisi mobil tetap diam. Nah, kalau stall speed dilakukan terus menerus, komponen torque converter bisa jebol, bro...

Perhatikan Tinggi Genangan Air

Kalau mas bro sekalian ingin mengemudi aman menembus banjir maka sebaiknya jauhi genangan air yang terlalu tinggi. Tetap disarankan kalau melewati banjir coba ambil posisi jalan sedikit ke tengah, sebab genangan air di bagian itu cukup rendah. Mengingat sebelah kiri dan kanan biasanya terdapat saluran air dan genangannya pun cukup tinggi. Jika ternyata tinggi air sudah nyaris setengah dari mobil, langsung hindari jalan agar mogok tidak terjadi kendaraan pun akan tetap aman.

Pokoknya, banjir yang hendak dilalui tidak mendekati atau bahkan lebih tinggi dari lubang masuk udara kendaraan, ya. Sabar saja dulu dan perhatikan mobil lain yang menerjang banjir. Lebih baik lagi kalau ada mobil serupa sehingga bisa dijadikan referensi. Selain itu, ketinggian banjir bisa juga diukur berdasarkan benda-benda di sekitaran, semisal tiang listrik atau trotoar.

Saat banjir, tentukan rute dan jalurnya, pilihlah genangan yang paling rendah serta bebas dari hambatan seperti polisi tidur, jalan rusak atau lainnya. Karena, seperti yang disebutkan sebelumnya, saat menerjang banjir, mempertahankan kecepatan mobil memegang peranan penting dalam meminimalkan risiko.

Periksa Kondisi Rem

Setelah berhasil melewati banjir, pasti piringan rem akan basah dan tahanannya akan berkurang. Ini tentu saja bukan hal yang sepele mengingat sistem pengereman adalah salah satu komponen keselamatan utama sebuah kendaraan. Jadi untuk sementara hindarilah menambah kecepatan secara langsung usai melewati genangan banjir.
Rem mobil harus dikeringkan terlebih dahulu. Caranya mudah, cukup dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan. Lakukan ini sekitar 20 detik, lantas cek daya pengereman dengan mengerem normal. Jika dirasa belum kering, lakukan berulang kali hingga pengereman kembali normal.

Demikian tadi beberapa tips aman mengemudi menembus banjir yang bisa dilakukan. Hanya saja, kalau masih memungkinkan untuk mencari jalan alternatif yang tidak terendam banjir maka lebih baik ambil jalur tersebut. Bagaimanapun, meski berhasil melewati genangan banjir, tapi kalau kerap dilakukan tentu akan menyisakan bekas di kaki-kaki mobil. Air banjir sangat buruk bagi material mobil terutama kaki-kaki, jadi jangan anggap sepele saat menerjang banjir, ya. Selain itu, perihal keselamatan juga jadi alasan kuat. Jalanan yang terendam banjir pastinya sulit untuk diketahui kondisinya, apakah berlubang atau banyak polisi tidurnya bisa berbahaya juga bagi mobilnya. Untuk pengemudi dan penumpang dalam kabin juga harus ekstra waspada terhadap kelistrikan saat melewati banjir, ya.

Semoga selamat sampai tujuan!

SAMPAIKAN KOMENTAR