The Green Hell, Neraka di Sirkuit Nurburgring
16
Apr
0 Comment Share Likes 945 View

Dalam dunia balap Formula 1, tantangan tak hanya datang dari mesin kendaraan. Karakter lintasan atau sirkuit juga menjadi bagian penting yang tak bisa dianggap remeh. Mulai dari panjang lintasan, banyaknya tikungan, hingga karakter tikungan bisa memiliki tingkat kesulitannya sendiri yang menantang kemahiran pembalapnya dalam mengemudikan mobil di kecepatan tinggi. Belum termasuk faktor cuaca yang juga mempengaruhi kondisi pembalap maupun lintasannya. Misalnya jika cuaca hujan, maka lintasan menjadi basah dan jalanan menjadi lebih licin. Ketika cuaca sangat panas, hal ini menjadi tantangan bagi pembalapnya untuk bisa berkonsentrasi dalam kondisi suhu yang tinggi.

Salah satu sirkuit legendaris dalam balap Formula 1 adalah sirkuit Nurburgring yang merupakan sirkuit yang dikenal kejam dan juga bisa memakan korban jiwa. Sirkuit Nurburgring terletak di Jerman Barat, tepatnya di Nurburg, Rheinland-Pfalz. Sirkuit Nurburgring memiliki panjang 5148 km dan masih aktif digunakan dalam Grand Prix Jerman. Sirkuit ini merupakan salah satu sirkuit yang digunakan juga untuk melakukan uji kendaraan berbagai jenis mobil terutama pada bagian Nordschleife.

Sirkuit Nurburgring terdiri atas empat konfigurasi yaitu Gesamtstrecke atau "Whole Course" sepanjang 28.3 km, Nordschleife atau “North Loop” yang panjangnya sekitar 22 km, Südschleife atau "South Loop" dengan panjang lintasan 7,7 km, dan lintasan pemanasan yang kerap disebut sebagai Zielschleife ("Finish Loop") atau Betonschleife ("Concrete Loop") sepanjang 2.3 km yang terletak di dekat area pit.

Bagian dari Sirkuit Nurburgring yang terkenal karena kekejamannya adalah Nordschleife atau bagian lingkar utara. Bagian ini memiliki panjang lintasan sekitar 22 kilometer dengan sebanyak 154 tikungan. Karena lintasannya yang panjang inilah, Nordschleife kerap disebut dengan julukan “The Green Hell” atau neraka hijau.

Penamaan The Green Hell pertama kali disematkan oleh Jackie Steward pada lingkar utara dari sirkuit ini. Julukan ini diberikan karena lintasannya yang seperti di neraka. Bagian Nordschleife memiliki lebih dari 300 meter perubahan ketinggian dari titik terendah hingga titik tertingginya.

Nordschleife pernah mengalami pemboikotan karena menjadi lebih berbahaya untuk mobil balap F1 generasi tahun 1960-an. Pada tahun 1967, sebuah chicane ditambahkan sebelum garis start dan finish untuk mengurangi kecepatan pada bagian masuk pit. Hal ini membuat lintasan menjadi lebih panjang sejauh 25 meter. Penambahan ini tak lantas membuat julukan The Green Hell yang sebelumnya melekat menjadi hilang.

Para pembalap Formula 1 sempat memboikot Nurburgring agar tidak lagi digunakan untuk balap Formula 1 kecuali terjadi perubahan yang signifikan pada sirkuit ini. Selama pemboikotan tersebut, GP Jerman dipindahkan ke Hockenheimring.

Bagian Nordschleife akhirnya mengalami rekonstruksi dengan menghilangkan beberapa bagian seperti gundukan, menghaluskan bagian lompatan yang sifatnya mendadak, dan memasng Armco sebagai pembatas keamanan. Lintasan dibuat lebih lurus yang akhirnya mengurangi jumlah belokan sehingga pada tahun 1971 hingga 1976, sirkuit Nurburgring kembali dijadikan sebagai arena balap Formula 1.

Kemudian, ada satu kecelakaan balap yang terjadi di sirkuit ini yaitu yang dialami oleh legenda Formula 1, Andreas Nikolaus Lauda pada tahun 1976. Mirisnya, pembalap yang kerap disebut sebagai Niki Lauda ini terbakar hidup-hidup di dalam Ferrarinya ketika mobil balapnya tersebut tak terkendali lalu menabrak pagar lintasan.

Kisah Niki Lauda kemudian diangkat menjadi film berjudul “The Green Hell” yang merupakan film dokumenter. Dalam film tersebut, diceritakan sejarah panjang lintasan ini serta wawancara dengan pembalap Formula 1.

Image source: http://www.motormedia.it/

SAMPAIKAN KOMENTAR