Teknik Mengambil Foto Mobil Ala Profesional
22
Aug
2019
0 Comment Share Likes 921 View

Dunia otomotif juga cukup menggiurkan pesonanya dari segi fotografi. Betapa tidak, faktor dokumentasi kerap kali mampu menyalurkan hasrat otomotif lintas waktu. Fotografi otomotif atau awam disebut foto mobil juga kerap dilakukan demi mendongkrak citra mobil dan pemiliknya. Bahkan sekarang ini juga sudah banyak yang tidak mau sembarangan memotret mobilnya sebelum dijual. Banyak orang yang sadar bahwa dengan pengambilan foto mobil yang tepat mampu mendongkrak nilai jual mobilnya.

Fotografi tentu ada teknik dan caranya, begitu pun saat memotret mobil. Terlepas dari alat apa yang digunakan, memotret mobil yang akan dibahas ini bukan dari seorang ahli, namun poin-poin yang disarankan untuk diperhatikan ini muncul dari keterbiasaan pelaku fotografi. Hmm... lalu apa saja poin-poin penting yang perlu diperhatikan dann dilakukan demi mencapai hasil maksimal ketika memotret mobil? Sehingga banyak orang sulit menentukan foto itu diambil oleh seorang profesional atau bukan.

Ada beberapa poin yang bisa diperhatikan seperti misalnya: timing, refleksi, rolling shot, pemilihan warna, background, efek panning, dan interaksi dengan alam. Nah, berikut ini adalah sedikit ulasan tentang memotret mobil biar keren bak seorang profesional. Check this out!

 

Pilih Timing yang Tepat

 

Teknik sederhana dari memotret sebenarnya tinggal masalah waktu atau timing yang tepat. Waktu yang tidak tepat saat memfoto mobil biar lebih keren seperti saat cahaya yang terlalu terang atau malah terlalu gelap akan membuat hasil foto kurang bagus. Waktu terbaik untuk memotret mobil justru saat beberapa menit setelah matahari terbenam atau beberapa menit sebelum matahari terbit.

 

Sebenarnya, persoalan brightness atau pencahayaan bisa diatur di kameranya sendiri. Tapi tentu hasil foto akan terlihat kurang natural. Belum lagi proses editing-nya membutuhkan tangan ahli.

 

Waspada Refleksi

 

Bodi eksterior mobil tentu saja akan menjadi obyek ekspos ketika memotret mobil. Oleh karena itu, waspadalah dengan refleksi (pantulan) bayangan pada badan mobil obyeknya.

Perhatikan area sekitar memotret mobil biar lebih keren dan obyek apa yang terefleksi di bodi mobilnya. Menghindari refleksi yang muncul pada bodi mobil ini dimaksudkan agar tampilan garis desain mobil tampil optimal. Refleksi tentu akan merusak kurva yang ada.

 

Obyek yang biasanya mengganggu adalah pepohonan dan bayangan sang fotografernya. Jika fotografer tidak bisa menghindari pantulannya sendiri, bisa menggunakan tripod dan atur timer untuk memotret mobil.

 

Rolling Shot

 

Salah satu cara mudah memotret mobil biar lebih keren adalah dengan memotretnya sambil bergerak atau bermanuver.  Tapi untuk pemotretan ini harus dilakukan ekstra hati-hati.

 

Untuk difoto sambil bergerak, idealnya mobil berada di kecepatan 40–60 km/jam lalu bidik kamera ke jendela depan mobil. Dengan posisi pengambilan gambar tersebut, gambar bagus pun bisa dihasilkan; sebuah mobil bergerak yang mengoptimalkan akselerasi. Untuk menambah dramatisasinya, biarkan mobil bermanuver di tempat berpasir atau sedikit bergenang air. Cipratan dari ban pasti akan lebih keren.

 

Pilih Warna Mobil yang Tepat

 

Warna mobil juga harus diperhatikan sebelum memotret dilakukan. Perlu diketahui juga, semua jenis cat bereaksi pada waktu yang berbeda-beda dalam satu harinya. Faktanya, sebagian besar warna tidak cocok jika terkena sinar matahari langsung ketika difoto. Namun, meskipun begitu ada juga warna-warna yang justru memiliki respons sebaliknya. Misalnya warna-warna pastel atau lembut.

 

Latar (Background)

 

Background atau latar belakang juga sangat penting untuk memfoto mobil layaknya seorang profesional. Pastikan latar belakang sesuai dengan tema dan warna dari mobilnya sendiri. Tapi memilih background pun harus hati-hati, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bebaskan mobil dari obyek refleksi dan obyek latar belakang yang bisa mengalihkan perhatian mata. Benda-benda seperti tong sampah, kabel listrik, dan mungkin mobil lainnya.

 

Maksimalkan Efek Panning

 

Cara lain untuk mengambil gambar mobil biar lebih keren adalah dengan memotretnya saat mobil berjalan. Teknik ini biasanya juga disebut panning. Beda dengan poin driving shots, di posisi ini fotografer cukup berdiri sisi jalan dan biarkan mobil lewat. Terdengar sederhana, tapi sebenarnya tidak.

 

Pengambilan gambar panning disarankan untuk mengekspose kecepatan atau akselerasi mobilnya. Efek latar belakang yang blur akan memunculkan ilusi bahwa mobil sedang melaju cepat.

 

Back To Nature

 

Agar foto mobil punya nilai lebih dan sedikit "bercerita" coba pakai prinsip back to nature, atau lakukan interaksi dengan alam bebas. Foto mobil pun dijamin akan tampak lebih hidup dan punya nilai lebih tinggi. Gambar mobil pun akan lebih hidup walaupun hanya di dalam sebuah foto saja.

 

Tapi, efek natural yang dimaksud harus tetap estetis dan aman. Misalnya mobil dengan manuver drift menghantam debu atau pasir memerlukan lapangannya yang cukup luas. Semisalnya lagi; mobil off-road yang kotor akibat lumpur. Silahkan kotori mobilnya tapi dengan syarat dapat dengan mudah dibersihkan kembali seperti semula.

 

 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR