Tahu Kenapa Orang Indonesia Lebih Pilih Mobil Jepang?
23
May
0 Comment Share Likes 320 View

Halo Pria Intersport, pernah perhatikan mobil-mobil merek apa saja yang sering lalu-lalang di jalanan ibukota? Kebanyakan pasti merek mobil asal Jepang.

Diketahui, 5 merek mobil yang angka penjualannya paling tinggi di Indonesia adalah seluruhnya mobil merek Jepang, yaitu : Toyota, Honda, Daihatsu, Mitsubishi, dan Suzuki. Apa yang kira-kira menjadi alasan bagi orang-orang Indonesia lebih memilih untuk membeli mobil yang berasal dari Jepang dibandingkan dengan membeli mobil dari Eropa, Amerika ataupun mobil dari Cina? Yuk, kita cari tahu!

  1. Mahalnya Onderdil untuk Mobil Eropa

Salah satu pertimbangan yang paling umum dilakukan sebelum kita membeli mobil adalah masalah biaya. Bukan hanya harga mobil dan biaya kelengkapan surat-suratnya, tapi kita juga tentu harus memikirkan biaya perawatan jangka panjangnya. Seperti yang kita tahu, kebanyakan orang Indonesia yang memiliki mobil adalah kalangan menengah keatas. Karena itulah, kebanyakan pemilik mobil pasti akan cenderung memilik mobil yang hemat biaya perawatannya.

Mobil-mobil Eropa memang punya desain bodi yang bisa dibilang lebih menarik jika dibandingkan dengan mobil lainnya. Tetapi di sisi lain, onderdil yang dibutuhkan untuk perawatan secara berkala ini harganya juga lebih mahal. Faktor ini merupakan salah satu faktor yang menjadi alasan lebih banyak pembeli mobil memilih mobil keluaran Jepang. Selain harga mobil dan onderdilnya yang lebih murah, pendistribusian diler mobil Jepang juga lebih merata di Indonesia. Tidak sulit untuk mencari diler-diler mobil keluaran Jepang walaupun kita tidak tinggal di daerah Ibukota.

  1. Mobil Cina Belum Dapat Tempat di Hati Masyarakat

Tak mau kalah dengan negara tetangganya, Korea dan Jepang, saat ini Cina pun merambah dunia otomotif dengan ikut memproduksi mobil. Walaupun masih terbilang baru, mobil-mobil keluaran Cina diklaim memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan mobil-mobil keluaran Eropa, Jepang, maupun Korea. Mobil asal Cina ini juga dinilai cukup bisa mengikuti mobil-mobil pendahulunya, misalnya dari sisi tampilan eksteriornya. Desain bodi yang dapat dibilang mirip, membuat Cina percaya diri untuk memasarkan mobil hasil produksinya sendiri di Indonesia.

Kendati demikian, ternyata mobil asal Cina ini belum bisa bersaing dengan mobil asal Jepang untuk merebut hati masyarakat Indonesia. Pasalnya, harga yang ditawarkan mobil dari Cina ini tidak jauh berbeda dengan mobil Jepang, dan hampir semua orang lebih memilih untuk membeli mobil Jepang yang sudah sangat terpercaya dalam hal kualitas.

Mobil prototipe yang diproduksi oleh Cina ternyata belum mampu untuk memenangkan hati masyarakat Indonesia. Kebanyakan masyarakat Indonesia juga belum familiar dengan mobil dari Cina, dan hal itulah yang menjadi alasan mobil tersebut kurang diminati.

  1. Mobil Jepang Sudah Menjadi Andalan

Biasanya, ketika memilih mobil untuk dibeli, kebanyakan masyarakat Indonesia akan mencari mobil yang nyaman, ramah di kantong, dan tidak sulit untuk perawatannya. Ada beberapa alasan mengapa mobil asal Jepang sangat diminati orang Indonesia. Dari segi perawatan, mobil Jepang lebih mudah mendapatkan suku cadang dengan diler yang tersebar di berbagai wilayah, tidak seperti mobil Eropa, yang masih agak sulit ditemukan dilernya. Harga suku cadang mobil Jepang juga masih sangat terjangkau dibandingkan dengan mobil Eropa.

Selain itu, bodi mobil Jepang dinilai lebih ringan dan handling-nya pun dirasa lebih mudah, sehingga mudah dan nyaman untuk dikendarai. Terlebih, soal servisnya pun tidak sulit, karena onderdilnya tersedia di banyak bengkel.

Lalu jika dilihat dari segi budget, orang Indonesia yang pada umumnya memiliki jumlah keluarga yang cukup banyak, pasti akan lebih memilih mobil dengan kapasitas orang yang banyak pula. Tetapi tentu masih dengan harga yang bersahabat. Walaupun tidak semua mobil keluarga buatan Jepang dibanderol dengan harga murah, tetapi seiring berkembangnya zaman, semakin banyak inovasi-inovasi baru yang memunculkan mobil keluarga yang harganya lebih murah jika dibandingkan mobil-mobil lain yang sejenis.

  1. Mobil Eropa Dianggap Kurang Cocok dengan Gaya Hidup Orang Indonesia

Mobil asal Eropa memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta otomotif. Menjunjung tinggi kualitas dan konsistensi eksteriornya, mobil-mobil asal Eropa diklaim dapat menguasai pasar otomotif di Indonesia. Namun seperti yang kita tahu, kualitas nyaris sempurna yang ditawarkan mobil-mobil keluaran Eropa juga berdampak pada mahalnya harga unit mobil tersebut. Oleh karena itu, masih banyak orang di Indonesia yang berpikir berkali-kali untuk membeli mobil Eropa.

Jika kita membeli mobil Eropa, tentu prestige yang ditimbulkan akan sangat besar dan sekali lihat saja, kemewahan dari mobil ini akan sangat mencolok. Kondisi seperti ini justru dianggap kurang sesuai dengan gaya hidup masyarakat di Indonesia. Pasar di Indonesia saat ini memang masih lebih menyasar pada kelas menengah. Mobil sendiri masih dianggap sebagai kebutuhan sekunder dan barang mewah.

  1. Mahalnya Pajak Mobil

Dewasa ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang sudah memiliki mobil pribadi. Akibatnya, jalanan jadi semakin ramai dan macet. Untuk mengatasi dan mengontrol hal-hal tersebut, pemerintah akhirnya menerapkan kebijakan pajak progresif untuk kendaraan.

Tarif pajak progresif ini dihitung berdasarkan jumlah mobil yang dimiliki. Perhitungan pajaknya diambil dari prosentase harga dari kendaraan itu sendiri. Kabarnya, bahkan mobil impor akan mengalami kenaikan harga. Didorong dengan adanya kondisi tersebut, masyarakat di Indonesia tentu akan menyiasatinya dengan membeli mobil yang harganya miring, tapi masih dengan kualitas yang tidak kalah bersaing. Nah, mobil-mobil keluaran Jepang inilah yang bisa menjadi solusi untuk masalah ini. Dengan harga yang cukup miring, mobil-mobil keluaran Jepang dianggap tidak akan terlalu memberatkan saat dibayarkan pajaknya.

Nah, sekarang Mas Bro sudah tahu, kan, kenapa mobil Jepang menjadi mobil yang paling diminati masyarakat Indonesia? Kalau Mas Bro sendiri bagaimana?

SAMPAIKAN KOMENTAR