Sudah Paham Bahayanya Lampu Sein yang Mati?
30
Jan
0 Comment Share Likes 86 View

Semua lampu yang ada di kendaraan diciptakan dengan fungsinya masing-masing. Bukan hanya berfungsi sebagai penerangan, masing-masing lampu tersebut juga memiliki fungsi yang penting, bro. Termasuk juga dengan lampu sein, lampu kecil yang selalu menyala ketika kita akan berbelok.

Lampu sein berfungsi sebagai indikator pada kendaraan ketika akan berbelok. Dengan adanya lampu sein, maka akan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Lampu sein juga menjadi salah satu kelengkapan yang harus dimiliki oleh semua kendaraan bermotor. Secara hukum, peraturan mengenai lampu sein sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 (UU 22/2009) tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Pada Pasal 112 ayat (1) tertulis, "Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan."

Bila Pria Intersport melanggar aturan tersebut, maka kurungan dan denda sudah siap menanti. Seperti yang dijelaskan pada Pasal 294 dan 295 UU 22/2009, maka Pria Intersport akan dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang akan membelok atau berbalik arah, tanpa memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

Jika lampu sein tidak berfungsi dengan baik atau bahkan mati sama sekali, kondisi ini akan berbahaya tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga untuk pengendara atau pengguna jalan lainnya. Potensi kecelakaan akan meningkat dan bisa fatal akibatnya.

SAMPAIKAN KOMENTAR