Studi Membuktikan Bahwa Mobil Listrik Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung

Studi Membuktikan Bahwa Mobil Listrik Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung

07Dec
INTERSPORT.ID ON 07 December 2017
INTERSPORT.ID ON 07 Dec 2017

Bukan cuma ramah lingkungan karena sama sekali enggak menghasilkan emisi atau gas buang, siapa sangka kalau mobil listrik ternyata juga ramah untuk orang dengan penyakit jantung. Hal ini terungkap dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dua orang dokter Good Samaritan Hospital yaitu Thein Tun Aung dan Abdul Wase.

Studi ini dilakukan dengan memposisikan 26 pria dan delapan wanita berusia rata-rata 69 tahun yang memiliki implan defibrillator jantung di sekitar Tesla Model S P90D yang sedang dicas menggunakan listrik 220V. Selama tes, implan defibrillator jantung yang ada pada masing-masing sampel pun dimonitor untuk mendeteksi apakah ada gangguan elektromagnetik akibat proses pengecasan mobil listrik. Hasilnya, enggak ada sinyal elektromagnetik, muatan, atau gangguan lain yang dihasilkan mobil maupun stasiun pengisian listrik yang berpotensi mengganggu kinerja implan defibrillator meski udah disetel pada posisi paling sensitif sekalipun.

Tesla Model S P90D sendiri dipilih untuk studi karena mobil listrik ini dinilai lebih banyak menghasilkan aktivitas elektrik ketika dicas dibanding mobil lain yang sejenis.

Meski dinilai aman, kayaknya orang dengan penyakit jantung tetap harus berpikir ulang kalau pengen naik mobil listrik Tesla Roadster generasi kedua. Soalnya dengan performa mesin yang membuatnya sanggup melaju 0-60 mph cuma dalam 1,9 detik, orang sehat pun kayaknya bakal jantungan kalau dibawa ngebut pakai mobil tersebut. Silakan coba kalau enggak percaya.

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN