Sejarah Lancia, Mantan Raja Rally Dunia yang Tinggal Cerita
14
May
0 Comment Share Likes 192 View

Siapa yang pernah mendengar merek Lancia? Buat para car enthusiast mungkin memori langsung mundur ke era 70 hingga 80-an. Lancia memang termasuk salah satu produsen yang berjaya dan mendominasi kancah rally dunia saat itu. Tapi nama besar Lancia tidak hanya berjaya di ajang rally saja, loh. Pasalnya, produsen asal Italia ini pun dikenal sebagai produsen paling kreatif dan inovatif. Banyak sekali terobosan teknologi yang berasal dari Lancia. Bahkan, mereka seringkali menjadi pioneer alias yang pertama kali dalam menggunakan beberapa teknologi atau inovasi engineering pada mobil. Inovasi Lancia pun nyatanya mengalahkan nama besar seperti Mercedes-Benz atau Ford.

Sayangnya semua itu kini tinggal kenangan. Nama besar Lancia dan kejayaannya di ajang rally sudah meredup. Lebih menyedihkannya, kini Lancia disebut hanya membuat sebuah mobil saja, dan itu pun hanya dijual di Italia saja.

Sejarah Kelahiran Lancia

Seperti merek mobil pada umumnya, nama Lancia pun diambil dari sang pendirinya yaitu Vincenzo Lancia. Vincenzo Lancia dilahirkan pada 24 Agustus 1881 di Fobello, Itali. Bapaknya yang merupakan pengusaha makanan sukses menginginkan Vincenzo untuk menjadi pengacara. Tapi Vincenzo punya ketertarikan lain. Ia sangat menyukai sains dan tekhnologi khususnya dalam dunia teknik otomotif.

Hasrat Lancia terhadap otomotif semakin memuncak saat dirinya "panas" melihat temannya punya mobil keluaran Benz (Mercy sekarang) pada tahun 1880an. Hingga pada tahu 1899 FIAT  pun didirikan dan Lancia pun memutuskan untuk bergabung dan berhasil menjadi test driver-nya. Tidak puas hanya sebagai tester, ia kemudian memutuskan untuk membuat mobil sendiri. Bersama temannya, Claudio Fogolin, ia kemudian mendirikan Lancia & C. Fabbrica Automobili pada 29 November 1906.

Kabar duka datang. Vicenzo pun wafat pada 1937 dan perusahaan dikendalikan langsung oleh sang anak, Gianni Lancia. Satu prestasi yang jadi langkah awal bertumbuhnya Lancia adalah keberhasilan merekrut desainer mobil terkenal saat itu, Vittorio Jano. Jano merupakan desainer utama dari Alfa Romeo serta beberapa mobil balap sukses di era tersebut.

Gulung Tikar Gara-Gara F1 dan Tumbuh Berkat FIAT

Gianni Lancia sangat menggandrungi dengan balapan mobil. Saking gilanya, dirinya langsung turun untuk menjadi driver tim balap Lancia. Ketika ia memegang perusahaan, ia banyak menghabiskan uang untuk membangun prototipe dan juga mengikutkan Lancia ke kancah Formula 1 pada 1954.

Hebatnya, Gianni berhasil ‘menculik’ pembalap juara bertahan Formula 1 Alberto Ascari yang saat itu merupakan pembalap dari tim besar, Scuderia Ferrari. Tak ada yang tahu bagaimana cara Gianni membujuk Ascari untuk bergabung menjadi drivernya. Alberto Ascari ini merupakan juara dunia F1 berturut-turut pada 1952 dan 1953, loh!

Tapi prestasi tetap meredup. Mobil Formula D50 mereka memang sempat berhasil meraih P1 di qualifying dan juga fastest lap. Tetapi, mobil ini banyak mengalami kendala teknis. Naasnya lagi, Alberto Ascari meninggal karena kecelakaan pada saat mencoba mobil untuk kejuaraan 1.000 km Monza pada tahun 1955.

Titik ini bisa dibilang menjadi yang terendah bagi Lancia saat itu. Kegagalan tersebut membuat Lancia langsung bangkrut. Kematian Ascari pun membuat mereka mundur dari F1 dan menjual semua mobil dan sparepartnya ke Ferrari. Vittorio Jano, desainer mobil mereka pun ikut hijrah ke Ferrari bersama mobil Formula D50 Lancia. Ironisnya, di tahun selanjutnya yaitu 1956, Ferrari bersama Juan Manuel Fangio berhasil meraih juara dunia F1 dengan mobil D50 ini.

Atas kejadian tersebut pun akhirnya saham Lancia dijual ke Italcementi (Pasenti Family). Namun pailit terus menguntit hingga akhirnya harus diselamatkan oleh FIAT. Dari sini kemudian Lancia memasuki masa keemasan mereka terutama pad balap rally era 70-80an.

Raja Rally Dunia

Sejarah Lancia memang sangat mempesona pada era 70 hingga 80an. Ukiran sejarah begitu cantik di kancah rally berkat prestasi yang ditorehkannya. Nama Lancia pun kemudian dikenal luas di mata motorsport dunia. Mobil rally Lancia sangat disegani oleh lawan-lawannya lantaran performanya mampu meneror mobil-mobil yang lebih bongsor.

Yang jelas, Lancia memang memiliki heritage rally yang sangat besar. Dalam era 70-80an, mereka menuai banyak sekali kemenangan dan prestasi lainnya. Produsen mobil ini berhasil memenangkan International Championship for Manufacturers yang merupakan cikal bakal WRC di 1972. Kala itu Lancia mampu mempermalukan merek-merek besar seperti Porsche, Fiat, Ford, Datsun, Renault, BMW, VW, Toyota, dan lain-lain.

Di WRC, secara stastik Lancia merupakan tim yang paling sukses. Mereka meraih constructors’ titles di 1974, 1975, 1976 dengan “Stratos”, lalu di 1983 dengan “037”, dan di 1987 sampai 1992 enam kali berturut-turut dengan “Delta”! Mereka juga berhasil menjuarai WRC sebanyak total 10 kali! Wow!

Keikutsertaan mereka di kejuaraan rally legendaris, Group B pun membuat nama mereka jadi lebih populer. Lancia Delta S4 membuat para car enthusiast berdecak kagum dengan desain yang sangat mengoptimalkan minimnya regulasi di Group B. Delta S4 bahkan mampu hasilkan daya hingga 1.000 Hp berkat sistem twincharger. Sampai akhirnya, Delta S4 pun menutup sejarah setelah menorehkan kisah kelam kecelakaan mematikan yang juga sekaligus menutup Group B.

Seperti yang disebutkan di atas, dengan segala inovasi dan prestasinya, nasib Lancia kini sangat menyedihkan. Mereka disebutkan hanya membuat 1 buah mobil saja dan itupun hanya dijual secara lokal. Mobilnya pun jauh dari kata garang. Lancia kini hanya membuat mobil mikro dengan tenaga 50-80 Hp saja. Mirisnya lagi, semenjak Chrysler bergabung ke FIAT, beberapa mobil Chrysler di-rebadge dan dijual dengan merek Lancia.

SAMPAIKAN KOMENTAR