Sejarah Drift: Populer dari Jalanan Hingga Manga

Sejarah Drift: Populer dari Jalanan Hingga Manga

14Apr
INTERSPORT.ID ON 14 April 2018
INTERSPORT.ID ON 14 Apr 2018

Salah satu olahraga yang paling digemari di dunia balap saat ini adalah drifting. Tak seperti balapan lain yang mengadu kecepatan, drifting merupakan olahraga yang mengutamakan keindahan. Pada ajang drifting, teknik mengemudi menjadi salah satu yang penting karena tak hanya memerlukan kecepatan yang tinggi ketika berada di lintasannya, namun juga diperlukan kontrol mobil yang baik.

Drifting pada intinya adalah mengemudi mobil sehingga membuat mobil tersebut berada pada posisi miring dan meluncur dari sisi ke sisi lain dengan kecepatan yang tinggi. Perlu keahlian dan juga latihan khusus hingga dapat menguasai teknik mengemudi seperti itu.

Drifting merupakan olahraga yang berasal dari negara matahari terbit, Jepang. Pada tahun 1960, kalangan motorsport underground yang dijuluki rolling zoku ini mempraktikkan teknik opposite-lock dari balap rally di jalan pegunungan yang berkelok-kelok dan beraspal licin di wilayah Rokkosan, Hakone, Irohazaka, dan Nagano.

Kemudian di tahun 1970-an, Kunimitsu Takahashi memperlihatkan aksi drifting ketika mengikuti ajang All Japan Touring Car Championship (AJTCC). Kunimitsu Takahashi adalah salah satu pembalap ajang F1 legenda Jepang. Ia mencoba mengemudikan bagian depan mobilnya mengikuti apex (titik paling pinggir dari sebuah tikungan) dengan kecepatan tinggi dan menggunakan rem tangan untuk mengikuti tikungan tersebut. Hasilnya, Kunimitsu Takahashi berhasil menikung dalam kecepatan tinggi hingga asap ban mengebul pekat. Dari aksinya ini, Kunimitsu Takahashi pun dikenal sebagai bapak pelopor drifting di dunia.

Sedangkan gelar Dorikin alias Drift King baru dipasangkan kepada Keiichi Tsuchiya. Tsuchiya berlatih drifting di jalan-jalan pegunungan Jepang menggunakan Toyota Corolla AE86 hingga akhirnya menemukan trik tersendiri dalam menggunakan rem tangan untuk membentuk sudut belokan yang sempurna. Tsuchiya sempat merekam aksinya melakukan drfiting pada tahun 1987 bersama para modifikator. Video ini hits dan membuat drifting menjadi populer hingga ke mancanegara.

Tsuchiya inilah yang kemudian memelopori adanya kejuaraan Formula Drift yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2001. Kejuaraan drift ini berlangsung di Jepang, tepatnya di Ebisu Circuit in Fukushima dengan empat puluh pembalap yang mengikuti kompetisi ini dan diramaikan oleh penonton sebanyak tiga ribu orang.

Awalnya, pengemudi dinilai secara individu pada ronde pertama. Namun mulai ronde kedua, berlangsunglah pertarungan eliminasi satu lawan satu. Tiap pembalap menghadapi pembalap lainnya dan akan dieliminasi jika kalah.

Salah satu yang membuat drift populer adalah adanya manga atau komik Jepang yang mengangkat cerita mengenai drifting yang berjudul “Initial D”. Manga ini menceritakan mengenai anak muda yang mengasah kemampuan driftnya ketika bekerja sebagai jasa pengantar tahu. Tapi tetap saja, manga tersebut terinspirasi dari kisah Tsuchiya yang selama ini berlatih di jalanan Jepang menggunakan Toyota Corolla AE86nya yang legendaris.

Dibawa dari negeri Jepang, drift kini juga menjadi salah satu olahraga yang populer di Indonesia. Kompetisi-kompetisi drift juga banyak berkembang. Para pembalapnya pun juga makin banyak jumlahnya dan semakin baik kualitasnya. Bahkan, pembalap Indonesia seperti Adwitya Amandio, Akbar Rais, dan banyak yang lainnya mulai ikut mengukir prestasi di kancah internasional misalnya King of Asia Drift Championship di tahun 2017 yang lalu.

Pencapaian tersebut menunjukkan keberadaan drift sebagai olahraga yang awalnya hasil dari jalanan menjadi sebuah olahraga yang terkenal dan banyak diminati anak muda di Indonesia. Bahkan melalui olahraga drift, nama Indonesia ikut diharumkan dan dibawa ke kancah internasional.

Image source: https://www.motormag.com.au/

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN