Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard
10
May
0 Comment Share Likes 418 View

Pengemudi kendaraan roda empat pasti mengenal yang disebut dengan lampu hazard. Ya, ketika menekan tombolnya, kedua lampu sein kanan dan kiri akan menyala bersamaan, baik yang depan maupun yang belakang. Sayangnya, penggunaan lampu hazard sering kali salah kaprah. Alih-alih bermanfaat, penggunaan yang kurang tepat dari lampu hazard bisa membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain. Berikut adalah contoh penggunaan lampu hazard yang kurang tepat dan bagaimana menggunakan lampu hazard yang benar sesuai peraturan berlalu lintas.

Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard

Image source: https://www.yourmechanic.com/

Lampu Hazard Bukan Tanda Akan Berjalan Lurus

Memang ketika akan berbelok kanan atau kiri, kendaraan wajib menyalakan lampu sein sesuai dengan arahnya berbelok. Tapi, ketika akan berjalan lurus, perlukah lampu hazard dinyalakan sebagai tanda? Jawabannya tentu saja tidak perlu. Ketika lampu sein pada kendaraan tidak ada yang menyala, maka artinya kendaraan tersebut akan berjalan lurus.

Bahaya ketika lampu hazard dinyalakan padahal akan berjalan lurus adalah bisa membuat kendaraan lain menjadi bingung. Misalnya saja ada motor yang berjalan di belakang mobil tersebut namun tertutup dengan mobil lain. Ketika motor berada agak condong ke kanan, maka motor akan mengira mobil akan berbelok ke kanan karena saat itu, lampu sein kiri mobil tertutup oleh mobil lain sementara lampu sein kanan masih menyala. Tetapi jika motor berada di sisi kiri, motor tersebut bisa saja mengira mobil akan berbelok ke kiri karena lampu sein kiri menyala dan lampu sein kanan yang juga menyala tertutup oleh mobil lain. Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan karena salah menangkap maksud nyalanya lampu sein tersebut.

Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard

Image source: https://www.experiencecanyonroad.com/

Lampu Hazard Tak Dinyalakan Saat Hujan

Ketika hujan cukup deras, lampu hazard juga tak perlu dinyalakan. Hal ini malah membuat pengemudi di belakang bingung karena lampu sein menjadi tidak berfungsi ketika lampu hazard menyala. Hal ini malah bisa membahayakan pengendara lain yang datang dari depan maupun belakang.

Sebaiknya, ketika hujan deras melanda, lampu hazard tak perlu dinyalakan. Sebagai gantinya, nyalakan lampu utama saja dan berjalanlah dengan berhati-hati.

Lampu Hazard Tidak Diperlukan Saat Berada Di Lorong Gelap

Salah kaprah lain terjadi ketika mobil berjalan pada lorong gelap. Menyalakan lampu hazard tidak diperlukan saat berada di lorong yang gelap. Hal ini juga akan membingungkan pengemudi lainnya. Cukup nyalakan lampu utama saja karena lampu berwarna merah yang ada di belakang mobil sudah mampu memberi tanda pada pengemudi di belakang bahwa ada mobil di depannya.

Lampu Hazard Dimatikan Saat Berkabut

Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard

Image source: http://realtime.blog.palmbeachpost.com/

Ketika jalanan berkabut, pengemudi malah menyalakan lampu hazard. Tujuannya mulia, agar mobil lain mengetahui keberadaannya. Namun hal ini kurang tepat. Seperti halnya menyalakan lampu hazard saat hujan dan saat ada di lorong gelap, menyalakan lampu hazard saat berkabut akan membuat pengendara lain menjadi bingung. Cukup menyalakan lampu kabut atau lampu utama saat berada di kondisi seperti ini.

Lampu Hazard untuk Keadaan Darurat

Seperti tertulis pada UU No, 22 tahun 2009 tentang LLAJ, tepatnya pada pasal 121 ayat 1, tertulis bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan. Lampu hazard termasuk dalam isyarat lain yang dimaksud dalam undang-undang tersebut. Sedangkan keadaan darurat yang dimaksud adalah ketika kendaraan mogok, kecelakaan lalu lintas, atau mengganti ban.

Yang perlu diperhatikan lagi adalah, peraturan undang-undang tersebut mengatur bahwa pemasangan lampu isyarat atau isyarat lain dilakukan saat kendaraan berhenti dan parkir pada keadaan darurat, bukan menyalakannya dalam kondisi berjalan.

Setelah memahami peraturan tersebut, sudah siap untuk berkendara sesuai undang-undang kan?

Cover image source: https://camargus.com/

SAMPAIKAN KOMENTAR