Ribet dan Mahalnya Pemeriksaan Shaken yang Bikin Pemilik Mobil di Jepang Ketar-ketir

Ribet dan Mahalnya Pemeriksaan Shaken yang Bikin Pemilik Mobil di Jepang Ketar-ketir

21May
INTERSPORT.ID ON 21 May 2017
INTERSPORT.ID ON 21 May 2017

Di Indonesia, punya mobil mah urusan gampang. Selain gampang dibeli karena DP yang makin murah plus bisa nyicil sampai bertahun-tahun, kalau rusak juga nggak perlu repot karena banyak bengkel yang siap benerin.

Tapi, hal itu nggak bakal lo rasain kalau punya mobil di Jepang. Nggak cuma biaya pajak, bensin, dan tolnya aja yang mahal; di Jepang juga ada pemeriksaan Shaken yang wajib diikuti semua mobil setiap dua tahun sekali (pemeriksaan pertama dilakukan setelah tiga tahun).

Pemeriksaan ini terbilang mahal karena terdiri dari biaya surat-surat, pemeriksaan, asuransi, dan pajak berat kendaraan, yang totalnya bisa sampai 25 juta Rupiah untuk mobil penumpang berukuran normal. Nggak cuma itu, pemeriksaan Shaken juga ribet banget karena harus melalui beberapa inspeksi seperti:

  1. Pemeriksaan eksterior untuk memastikan nggak ada modifikasi ilegal yang bisa mengubah dimensi mobil. Kalau ada kerusakan dikit aja pada bodi, mobil bakal dianggap nggak aman dan nggak lulus pemeriksaan.
  2. Pemeriksaan roda-roda untuk memastikan posisinya sejajar dan bisa berbelok dengan baik.
  3. Pemeriksaan keakuratan speedometer.
  4. Pemeriksaan lampu utama untuk memastikan posisinya tepat.
  5. Pemeriksaan kinerja rem.
  6. Pemeriksaan knalpot untuk memastikan emisi dan suara sudah memenuhi standar.
  7. Pemeriksaan suspensi.

Nah, kalau ternyata nggak lulus pemeriksaan Shaken, mobil lo wajib diperbaiki dan diperiksa lagi, sehingga makin banyak uang lo yang bakal keluar.

Kalau udah begini, lo yakin masih pengen punya mobil kalau tinggal di Jepang?

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN