Reli Dakar, Ajang Balap Mobil Ekstrem paling Berbahaya di Dunia yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

Reli Dakar, Ajang Balap Mobil Ekstrem paling Berbahaya di Dunia yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

19Mar
INTERSPORT.ID ON 19 March 2017
INTERSPORT.ID ON 19 Mar 2017

Ajang balap Reli Dakar yang sudah ada sejak tahun 1979 dikenal sebagai salah satu ajang balap paling berbahaya di dunia. Puluhan nyawa melawang sejak ajang balap ini diadakan dan berikut beberapa di antaranya:

 

  1. Pembalap Bruno Cauvy tewas setelah mengalami kecelakaan di Libya pada 2003. Menurut informasi yang beredar, pereli Prancis itu kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi dan mengakibatkan mobil yang ia kendarai terguling.
  2. Pereli asal Prancis Thomas Bourgin meninggal saat ia mengikuti Ajang Reli Dakar 2013. Ini adalah kematian ketiga di Reli Dakar 2013.
  3. Pereli sepeda motor asal Polandia Michal Hernik meninggal saat Reli Dakar 2015 karena dehidrasi. Ia ditemukan tewas di kilometer 206 antara San Juan – Chilecito saat etape ketiga berlangsung.
  4. Nasib naas juga menimpa penonton Reli Dakar 2016 edisi ke-18. Saat di etape ketujuh dari Bolivia menuju Argentina, kendaraan Mitsubishi yang dikemudikan Lionel Baud menewaskan kakek 63 tahun. Pertolongan pertama sudah dilakukan tetapi tidak mampu menyelamatkan korban jiwa.

 

Dahulu, Reli Dakar menempuh rute dari kota di Eropa dan berakhir di kota di Afrika. Namun, sejak 2009 rute reli dipindahkan ke benua Amerika untuk mengurangi bahaya. Meskipun berkurang, Reli Dakar tetap didaulat sebagai salah satu ajang balap yang paling dahsyat di dunia.

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN