RE-Amemiya, The Legend of Rotary Modificator
06
Sep
0 Comment Share Likes 319 View

Jenis mesin rotari sepertinya punya daya tarik tersendiri bagi para car enthusiast. Memang, meskipun pamornya tidak sepopuler mesin piston. Mesin rotari punya sistem pembakaran dalam yang digerakkan oelh tekanan. Tekanan itu sendiri dihasilkan dari gerakan berputar rotornya untuk kemudian menggerakan sumbu.

Nah, mesin rotari dikenal lantaran Mazda sebagai produsen mobil terkenal telah menggunakannya. Meskipun kaitan mesin rotari dengan Mazda sangat erat, tapi ternyata mesin ini bukan ditemukan oleh pihak pabrikan Jepang tersebut. Mesin rotari ditemukan oleh Felix Wankel, seorang peneliti asal Jerman. Wankel sebagai insinyur melakukan sebuah penelitian untuk mesin rotary ini pada awal tahun 1950. Atas dasar penemuan tersebut, mesin rotari pun kerap dikenal dengan sebutan mesin wankel.

Tapi sebelum berlanjut jauh pembahasan soal mesin rotari, kali ini fokus ada pada sosok modifikator spesialisnya yang berasal dari Negeri Sakura. Ya, dia adalah Amemiya.

Siapa Sih Amemiya?

Isami Amemiya adalah pemilik sekaligus pendiri dari rumah modifikasi RE-Amemiya. Bengkel ajaib ini kabarnya sudah berdiri sejak 1974. Keren, kan.. modifikator gaek, nih.

Memang, Amemiya adalah pioneer atau bisa dibilang sebagai penggagas modifikasi khusus mobil bermesin rotari. Bukan hanya di Jepang saja, melainkan juga di seluruh dunia.

Soal pengalaman dan kemampuan rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi, ya. Bagaimana tidak, lah wong hasil karyanya saja sudah diakui banyak kalangan di dunia otomotif seantero jagat. Mobil-mobil gubahan Amemiya dikenal lantaran kerap mendominasi berbagai ajang kompetisi balap profesional skala internasional.

Sebut saja misalnya All Japan Grand Touring Car Championship (JGTC), Super GT Cup, atau bahkan Kejuaraan Drift D1GP. Namun yang paling populer dari buah karya rumah modifikasi RE-Amemiya tentu saja RX-7. Saking legend-nya, mobil-mobilnya bahkan masuk ke dalam video game populer, Gran Turismo. Ya meskipun namanya di sana tetap dinamai Mazda, sih.

Oiya, dari tadi kita belum tahu ya, kenapa nama workshop-nya ada embel-embel "RE"? Tentu saja, itu gara-gara saking spesialisnya terhadap mesin rotari. "RE" itu berarti Rotary Engine.

Pribadi yang Humble dari Sang Legenda

Pada kenyataannya, Amemiya memang banyak dipuja dan jadi panutan banyak modifikator muda di Jepang dan dunia. Tapi kekaguman itu ternyata bukan karena prestasi dan kemampuan modifikasinya yang mentereng, melainkan karena karakter pribadi Amemiya yang down to earth banget. Pria Intersport tahu? Amemiya bahkan dijuluki "Rotary Guru" oleh banyak media!

Penampilannya yang sederhana -kakek berkepala bulat dengan kumis putih serta pakaian seadanya- membuatnya sering luput dari perhatian khalayak saat di tengah-tengah event otomotif. Ia lebih senang berada di kerumunan namun, sekali lagi, banyak orang tak sadar keberadaannya.

Amemiya memang menjadi pujaan dalam car culture di Jepang. Ia menjadi idola para car enthusiast di sana terutama para penggila mobil mesin rotari.

RE-Amemiya kini sudah ada di dua lokasi. Pertama ada di Chiba sebagai ousat dan tempat kelahirannya dan kedua ada workshop kecil di Tokyo. Selain modifikasi, RE-Amemiya juga memproduksi dan menjual berbagai part aftermarket performa. Mulai dari sparepart mesin, aero, suspensi, sampai part-part interior semuanya RE-Amemiya sediakan.

RX-7 Sentuhan RE-Amemiya di Indonesia

Sekira satu dekade ke belakang, sempat ramai sebuah Mazda RX-7 yang berhasi menjuarai beberapa event modifikasi di Indonesia. Spesialnya, mobil sport tersebut mendapat sentuhan dari RE-Amemiya.

Sang pemilik, ceritanya memang sengaja mempersiapkan RX-7 miliknya tersebut untuk dipermak luar-dalam agar memenuhi hasratnya yang gemar mobil berstatus eksotis. Hasilnya, tenaga standar mesin rotari berkapasitas 1.300 cc dengan kode 13B-REW pun didongkrak. Si pemilik menjejalkan turbo kit bolt-on besutan GReddy.

Saat itu, bengkel Hikari adalah builder yang dipercaya menanganinya. Lantaran sulit menginstal turbonya, mereka pun berkonsultasi langsung ke RE-Amemiya.

Boost dibatasi sampai 0,9 bar, meski bisa mencapai 1,2 bar lantaran jeroan mesin yang masih bawaan asli. Risiko lainnya, salah penyetelan atau nafsu mengeset boost yang terlalu tinggi. Itu bisa mengakibatkan komponen dalam mesin jebol.

Beres urusan mesin, kemudian berlanjut ke bodinya. Kit lansiran RE Amemiya pun diakui memang yang paling sahih.

Hanya saja, untuk mendapat satu set body kit berbahan campuran plastik dan fiberglass, dibutuhkan kesabaran. Kabarnya, seperti dilansir Kompas, sang builder harus menunggu tiga bulan karena dipesan langsung dari Jepang. Tampilan pun terdongkrak auranya. Tak hanya soal tampilan, sisi fungsinya pun cukup mumpuni menaikkan aerodinamika.

 

 

 

 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR