Radiator Mobil Rusak, Bagaimana Solusinya?
17
Oct
2019
0 Comment Share Likes 640 View

Tidak sedikit rupanya dari pemilik mobil yang belum mengetahui cara menangani radiator yang rusak. Padahal radiator adalah komponen mobil yang vital. Radiator merupakan salah satu komponen pendinginan untuk mesin. Komponen yang berbentuk kotak dengan ruang-ruang pendingin pada dindingnya ini bisa memberi kesejukan pada mesin. Seperti banyak diketahui mesin mobil memang sangat membutuhkan radiator untuk menjaga suhu agar tetap stabil. Tapi, radiator juga bisa rusak dan menjadi momok menakutkan, loh Mas Bro.

Radiator mobil yang rusak tentunya akan menjadi permasalahan yang sangat menyeramkan bagi pemilik mobil. Saat radiator rusak, maka temperatur mesin bisa menjadi terlampau panas atau disebut juga overheat. Jika sudah overheat, mobil akan mati dan tidak dapat dinyalakan hingga mesin benar-benar dingin. Kerusakan pada sistem pendinginan ini juga bisa merusak sistem pada mesin. Mesin yang sudah pernah overheat tentu akan menurun performanya.

Jika salah dalam penanganan, radiator bisa cepat rusak dalam hitungan bulan. Lalu, apa saja sih ciri kerusakan radiator mobil? Bagaimana juga caranya mengatasi radiator yang sudah mulai rusak ini? Tak perlu khawatir, radiator mobil yang rusak bisa diatasi dengan cara yang sangat mudah. Salah satu caranya adalah dengan merawat radiator itu sendiri sebelum mengalami kerusakan.

Cara Merawat Radiator Mobil

Demi mencegah kerusakan, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pemilik mobil adalah dengan rajin mengecek air radiator. Air radiator sejatinya wajib diperiksa sebelum benar-benar berkendara, terutama sebelum menempuh perjalanan jarak jauh. Periksa bagian-bagian selang, masukan dan keluaran dari radiator mobil tersebut. Jangan biarkan ada kebocoran pada mobil kesayangan Mas Bro. Buka tutup radiator dan lihat, apakah air di dalam radiator berkurang atau tidak. Jika kurang, tambahkan air coolant atau air biasa.

Oiya, sebelum membahas radiator lebih jauh ada baiknya jika Mas Bro mengisi air radiator dengan air coolant. Air coolant memiliki tingkat didih yang lebih rendah dibandingkan dengan air biasa. Air coolant juga mampu memberikan pendinginan yang optimal pada radiator mobil Mas Bro sekalian. Kembali lagi, jika sudah memeriksa bagian utama pada radiator cek juga bagian tabung air cadangan. Tabung air cadangan atau reservoir ini juga wajib mendapatkan perhatian.

Periksa sekeliling bagian dari radiator ini. Jika sudah ditemui ada beberapa karat, usahakan langsung dibawa ke tempat servis. Servislah radiator beberapa bulan sekali agar selalu terjaga performanya. Biaya servis radiator juga tidak menguras kantong Mas Bro kok.

Mendeteksi Kerusakan Radiator Mobil

Guna mendeteksi kerusakan radiator mobil ada beberapa cara yang bisa digunakan. Radiator mobil terdiri dari beberapa bahan yang sering digunakan. Ada bahan besi dan bahan aluminium. Kedua bahan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap radiator pastinya memiliki selang yang terbuat dari bahan karet untuk mengalirkan air. Cek setiap selang-selang yang ada pada bagian radiator ini. Jika ada yang terdeteksi getas atau bocor, segeralah diganti.

Selain itu, cek juga bagian klem yang mengikat selang karet tersebut. Banyak kasus klem yang mengikat karet ini sudah mulai rusak atau bahkan beberapa ada yang hilang. Penyebab lain dari rusaknya radiator mobil adalah umur. Radiator juga merupakan salah satu komponen slow moving yang harus diganti. Untuk radiator sendiri, umur ekonomisnya berkisar 4–5 tahunan. Setelah masa ini berakhir, jangan heran kalau dinding radiator mulai terkikis secara perlahan. Akibatnya radiator mobil akan mengalami keretakan dan kebocoran hingga menjadi rusak.

Selain faktor di atas, ada juga faktor lain yang membuat radiator mobil rusak. Tersumbatnya saluran keluaran juga membuat radiator mobil menjadi rusak. Debu dan kotoran bisa menjadi faktor rusaknya radiator. Debu dan kotoran ini lama-lama akan menumpuk menjadi gumpalan lumpur di dalam radiator, sehingga menghambat masuknya air ke bagian mesin mobil. Tersumbatnya saluran keluaran bisa menyebabkan pecahnya kepala radiator, air merembes ke komponen lainnya, dan meledaknya radiator.

Oleh sebab itu, Mas Bro perlu mengecek bagian radiator secara rutin. Periksalah bagian radiator setiap 40.000 km sekali. Karena pada jarak inilah air radiator mulai penuh dan butuh mendapatkan pengecekan. Jika bingung, lakukan saja servis radiator setiap 6 bulan sekali.

Cara Merawat Radiator Agar Lebih Awet

Nah, kalau sudah terdeteksi kerusakan, maka bisa Mas Bro menjaga radiatornya tetap dalam performa terbaik. Sang pemilik mobil bisa melakukan beberapa cara misalnya dengan rajin mengganti air radiator secara berkala. Air radiator juga harus diganti secara rutin. Karena air yang terdapat di dalam radiator juga bisa menimbulkan kerak dan berpotensi membuat radiator menjadi tersumbat.

Jika radiator sudah mampet, maka kerak ini nanti bisa sangat mengganggu kestabilan temperatur. Sebelum melakukan penggantian air radiator, Mas Bro perlu menguras air radiatornya terlebih dahulu. Enggak usah khawatir, Mas Bro bisa melakukannya sendiri di rumah. Kalau mau aman, Mas Bro bisa membawa mobil ke bengkel agar ditangani langsung oleh teknisi yang sudah berpengalaman.

Memeriksa tutup raditaor juga bisa menjadi salah satu cara mencegah dan merawat radiator mobil. Tutup radiator terdapat karet-karet yang menjaga agar air tidak keluar. Karet ini bisa saja getas dan rusak jika terlalu lama terkena air yang panas. Oleh sebab itu, sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal-nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Mas Bro harus menggantinya dengan yang baru.

Hal terakhir yang bisa Mas Bro lakukan adalah memeriksa kipas atau extra fan yang bekerja mendinginkan mesin. Pada mesin mobil, kipas radiator berguna untuk menghindari mesin dari namanya overheating. Kipas pendingin dapat bekerja secara otomatis setiap kali mesin berada pada suhu kerja yang sesungguhnya. Jadi, Mas Bro bisa memastikan kipas pendingin bekerja atau tidak dengan melihat putaran kipasnya.

Nah, itu tadi sedikit ulasan tentang cara merawat, mendeteksi kerusakan, hingga merawat radiator mobil. Semoga artikel ini bisa bermanfaat buat Pria Intersport, ya.

SAMPAIKAN KOMENTAR