Punya SUV Modern? Ini Cara Gampang Deteksi Kerusakan Air Flow
19
Jun
0 Comment Share Likes 147 View

Mobil SUV saat ini kerap digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain punya tampilan gagah, ground clearance yang tinggi dianggap mampu melibas berbagai medan. Tetapi, SUV modern saat ini biasanya sudah mengadopsi sistem injeksi.

Perawatannya pun berbeda dibanding SUV konvensional yang sudah berumur. Salah satu masalah yang kerap mendera SUV modern adalah air flow meter. Air flow meter merupakan komponen yang berperan sebagai sensor pengaturan udara masuk. Seiring berjalannya waktu, air flow meter ini juga harus dirawat.



Nah, biasanya para pemilik SUV modern kurang memperhatikan hal ini. Kalau sudah bermasalah, biasanya air flow ini mengeluarkan beberapa ciri. Yang pertama adalah hilangnya tenaga saat mobil di gas. Ketika kita sedang berkendara terkadang kita merasakan tenaga mobil hilang atau biasa dikenal 'ngempos'. Bisa juga saat digas mesin mobil tersendat atau mberebet.

Yang kedua adalah RPM atau putaran mesin terasa mengayun. Jarum rpm ketika mesin menyala dan mobil diam harusnya di angka 700 atau 800 rpm, tapi ini mengayun turun-naik. Turunnya bisa mencapai 200 rpm atau bahkan di bawah. Ini menjadi ciri lain jika air flow meter bermasalah.



Hal lainnya adalah mesin bergetar atau idle terasa kasar. Putaran mesin mobil yang tidak stabil atau kasar ini bisa membuat mesin terasa bergetar keras. Indikasi lain adalah knalpot menembak-nembak. Nah, indikasi ini biasanya cukup mengganggu. Saat berkendara dan ketika kita hendak melepas gas terjadi letupan di knalpot (backfire) akibat dari ledakan di sistem pembakaran yang tidak baik.

Indikasi terakhir adalah asap knalpot bau dan pedih di mata. Ini dapat kita rasakan ketika hendak memanaskan mobil di garasi rumah. Asap timbul bau yang tidak biasa dan mata akan terasa pedih akibat terkena asap knalpot. Jika mobil SUV modern yang lo punya sudah memiliki beberapa indikasi ini, sebaiknya wajib diperiksa. 

SAMPAIKAN KOMENTAR