Perlukah AC Mobil Rutin Diservis?

Perlukah AC Mobil Rutin Diservis?

07Apr
INTERSPORT.ID ON 07 April 2018
INTERSPORT.ID ON 07 Apr 2018

Salah satu perangkat penting yang ada di mobil demi kenyamanan berkendara adalah Air Conditioner atau yang kerap disingkat menjadi AC. Fungsinya adalah untuk mengatur suhu udara di dalam mobil. Ketika suhu udara sangat panas, AC inilah penyelamat yang bisa menjadikan suhu udara menjadi lebih sejuk dan nyaman.

Seperti bagian mobil yang lain, AC juga perlu mendapatkan perawatan, baik pembersihan hingga servis jika terjadi kerusakan. Namun, seperti AC rumah yang memerlukan perawatan rutin, apakah AC mobil juga memerlukan perawatan yang berkala?

Jawabannya adalah iya. Ya, AC mobil pun juga memerlukan perawatan yang berkala seperti layaknya AC rumah. Namun, jangka waktu sampai AC mobil harus melakukan perawatan sangatlah relatif, tergantung dengan kondisi udara dimana mobil tersebut digunakan. Misalnya pada kondisi perkotaan, direkomendasikan untuk melakukan perawatan AC setelah 10.000 kilometer atau setelah 1 tahun. Tapi pada daerah perdesaan yang udaranya cenderung bersih, AC mobil bisa saja melakukan perawatan setelah mobil menempuh 20.000 kilometer. Berbeda lagi bila mobil tersebut digunakan di kawasan pertambangan misalnya, yang udaranya lebih kotor dari perkotaan. Pada daerah pertambangan, servis AC bisa dilakukan setiap 3.000 kilometer.

Perawatan yang dilakukan terdiri atas dua jenis yaitu servis ringan dan servis berat. Servis ringan biasanya berupa pembersihan filter serta evaporator yang biasanya kotor karena dilalui udara yang kotor juga. Jika filter sudah bersih, maka kotoran yang mungkin masuk ke dalam sistem AC bisa tersaring kembali dengan maksimal

Sedangkan servis yang berat biasanya dilakukan dengan membersihkan komponen-komponen dalam AC secara keseluruhan seperti mengisi freon dan mencuci evaporator yang bisa dilakukan dua tahun sekali.

Lalu, kapan sebenarnya AC perlu mendapat perbaikan dan bagaimana tanda-tanda bila AC mobil sudah rusak? Tanda paling mudah adalah ketika AC sudah tidak terasa dingin lagi. Penyebabnya pun bermacam-macam, salah satunya karena belum melakukan perawatan yang baik dan rutin sehingga filter serta evaporatornya kotor. Jika penyebabnya adalah AC mobil yang kotor, maka hal tersebut bisa dideteksi dengan mengecek bau yang dikeluarkan oleh AC mobil. Jika udaranya berbau asing atau aneh, maka bisa diindikasikan bahwa AC mobil tersebut kotor.

Tak hanya kotoran yang membuat AC mobil tidak dingin lagi, tapi juga freon yang masuk ke dalam sistem AC mobil. Jika kekurangan freon, maka membuat udara yang keluar dari AC tidak dingin lagi. Fungsi freon pada sistem AC mobil adalah sebagai pendingin. Freon bisa berkurang karena beberapa hal misalnya kebocoran pada kompresor AC mobil. Jika ingin memperbaikinya, sebaiknya tak hanya dengan mengisi freon baru, tetapi juga dengan mencari sumber kebocoran freon dan menambalnya.

Namun, terkadang AC mobil yang tidak dingin bukan hanya disebabkan oleh AC itu sendiri tapi juga bisa dikarenakan oleh listrik dari mobil tersebut. Jika kelistrikan mobil performanya menurun, maka AC mobil juga akan terpengaruh. Biasanya hal ini juga disertai dengan gejala seperti AC mobil yang kurang dingin saat macet, saat siang hari, dan juga ketika mobil berjalan lambat. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah mengganti aki mobil, radiator mobil, atau bisa juga mengganti komponen kelistrikan AC mobil yang lainnya.

Sudah mengecek kembali kapan terakhir kali melakukan servis rutin pada AC mobil kalian? Jika belum, segera lakukan servis dan pembersihan AC. Seperti benda lain, bila rutin dirawat, tentu AC mobil akan jauh lebih awet dan tidak mudah rusak.

Image source: http://www.ableautoairconditioning.com.au

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN