Perjalanan Panjang Toyota Di Dunia Rally
08
Jun
0 Comment Share Likes 353 View

Dunia World Rally Championship sangat diramaikan oleh brand otomotif dunia seperti Toyota, Mitsubishi, Subaru, Lancia dan masih banyak lagi. Bahkan, ada beberapa brand justru besar karena prestasinya di ajang WRC tersebut seperti Lancia.

Untuk Toyota sendiri memiliki prestasi yang tak kalah ciamik dengan brand otomotif asal jepang lainnya seperti Mitsubishi. Bahkan, prestasi Toyota di ajang World Rally Championship sudah didapatkan sejak tahun 1970-an. Kiprah Toyota di World Rally Championship (WRC) ditandai oleh  kemenangan di tahun 1973 dengan pembalap Rally W.Boyce dengan menggunakan mobil Toyota Corolla TE20.

Saat itu pengembangan mobil WRC yang digunakan oleh tim yang berlaga di WRC di bawah naungan Toyota Motorsport GmbH yang berbasis di Cologne, Jerman. Perusahaan ini menyediakan layanan motorsport terutama mobil reli baik untuk pabrikan Toyota sendiri maupun pihak luar.

Di tahun 1970 hingga era tahun 1990-an Toyota Motorsport GmbH menjalin kerja sama dengan Toyota Team Europe (TTE) untuk mengembangkan mobil reli yang akan digunakan di ajang kejuaraan WRC. Toyota kembali mendapatkan kemenangan pada bulan Februari 1975 tepatnya pada seri 1000 Lakes Rally. Saat itu Toyota mempercayakan pembalap Rally Hannu Mikkola yang menggunakan Toyota Corolla 1600. Kemenangan tersebut sekaligus mencatat kemenangan fenomenal. Bagaimana tidak, pembalap tersebut berhasil meraih kemenangan dengan menggunakan Corolla 1600. Padahal saat itu peserta banyak memakai mobil bermesin 2000cc. Tahun berikutnya tepatnya 1976-1978 Toyota tidak mendapatkan gelar juara di seri WRC.

Toyota Motorsport GmbH berusaha mengembangkan mobil terbaru untuk mendongkrak prestasi di WRC dimana sudah 2 tahun tak mendapatkan kemenangan. Tahun 1979 Toyota kembali meraih kemenangnan. Kali itu Toyota sudah menggunakan mobil terbarunya yaitu Toyota Celica RA20. Mobil ini meraih kemenang di seri National Gravel Prancis dengan pereli Therier.

Di tahun yang sama Toyota memperkenalkan kepada penikmat balap di track tanah tersebut sebuah mobil reli masa depan yaitu Toyota Celica Twincam Turbo (TA64). Benar saja, mobil ini menjadi andalan Toyota di enam musim WRC yaitu di tahun 1983 sampai 1988.

Sekitar tahun 1989 Toyota Celica Twincam Turbo dipensiunkan, Toyota mengganti mobil tersebut denganToyota Celica generasi terbaru atau yang lebih dikenal dengan Toyota Celica GT-Four (ST165). Prestasi terbaik Celica GT-Four (ST165) mengantarkan Carloz Sainz menjadi juara dunia WRC tahun 1990, serta meraih gelar konstruktor untuk Toyota.

Toyota Motorsport GmbH bersama Toyota Team Europe terus mengalami kemajuan dengan menghadirkan generasi terbaru Celica GT-Four dengan kode ST185. Mobil ini diklaim memiliki tenaga lebih besar dan sistem aerodinamika yang lebih mumpuni.

Toyota pun tidak terkalahkan oleh pabrikan lain di Toyota di era mobil Celica GT-Four ST185. Seperti tahun 1992 Carloz Sainz meraih juara dunia WRC kedua kalinya, lalu tahun berikutnya giliran J. Kankkunen meraih juara dunia WRC 1993, serta disusul tahun 1994 D. Auriol B meraih juara dunia WRC.

Namun Pada tahun 1995 Toyota Team Europe (TTE) mendapatkan hukuman dari FIA WRC karena terbukti memanipulasi sistem udara di mobil Celica GT-Four ST205. TTE dilarang untuk berkiprah di WRC selama 1 tahun.

Akhirnya Toyota Motorsport GmbH tetap menjalankan balapan WRC tanpa bantuan dari TTE. Tetapi tidak terlibatnya TTE, membuat Toyota jadi minim prestasi dan perelinya puasa juara dunia dari tahun 1995 -1999. Bahkan tahun 1997 Toyota tidak menjuarai satu gelar pun di seri WRC.

Toyota Motorsport GmbH kemudian berubah nama menjadi Toyota Motor Corporation (TMC) dan membeli saham penuh Toyota Team Europe. Untuk membersihkan skandal WRC, TMC menciptakan mobil terbaru yaitu Corolla WRC berjenis hatchback.

Toyota Corolla WRC pertama digunakan pada 1998 yang dikendarai oleh dua pereli yaitu Carloz Sainz dan Didier Auriol. Prestasi terbaik Corolla WRC mengantarkan Carloz Sainz juara dua WRC di tahun 1998.

Pada tahun 1998–1999 TMC tidak meraih hasil yang baik dengan mobil Corolla WRC. Bahkan Toyota kalah bersaing dengan pabrikan mobil Jepang lainnya di WRC seperti Subaru dengan Impreza dan Mitsubishi dengan Evolution.

Skandal Toyota Team Europe merupakan tamparan bagi Toyota dan membuatnya minim prestasi. Tepatnya akhir tahun 1999 Toyota memutuskan tinggalkan WRC. Saat itu Toyota Motor Corporation malah beralih ke balap Formula 1. Padahal, di dunia reli, Toyota telah membangun mobil sejak tahun 1970-an dan memiliki pengalaman besar di WRC.

Setelah 18 tahun meninggalkan WRC, Toyota kembali turun ke ajang WRC melalui Toyota Gazoo Racing di tahun 2017. Kali ini Toyota dimotori oleh pereli senior Tommi Makinen dan mengandalkan Toyota Yaris.

Toyota Gazoo Racing menurunkan dua pereli di WRC 2017 yaitu Jari-Matti Latvala dan Juho Hanninen. Walaupun baru berlaga kembali di WRC tetapi Toyota mampu bersaing dengan pabrikan lainnya seperti, Hyundai Motorsport, Citroen, dan Ford.

Prestasi terbaik Toyota Gazoo Racing WRC musim 2017 meraih juara pertama di Rally Swedia, dengan pebalap andalannya Jari-Matti Latvala. Toyota juga beberapa kali meraih runner-up, seperti di Rally Italia.

SAMPAIKAN KOMENTAR