Perjalanan BMW Seri 3 Dari Masa ke Masa
09
Oct
2019
0 Comment Share Likes 133 View

BMW Seri 3 merupakan salah satu mobil legendaris dunia asal negeri Jerman yang bertahan hingga saat ini. Punya perjalanan sejarah yang panjang, sepertinya menarik untuk disimak napak tilasnya di sini.

Check this out!

BMW Seri 3 bisa dibilang sebagai sedan kompak yang sangat berkelas, mewah, dan sporty. Eksistensi BMW Seri 3 sendiri dimulai dari produksi pertamanya pada 1975. Tidak hanya itu, sebagai mobil legendaris dunia, BMW Seri 3 punya sejarah panjang berkat keunggulan teknologi yang diterapkan pada bagian mesinnya. Bermula dari mesin hanya 4 silinder yang sederhana hingga pada 2008 BMW melengkapi jajaran Seri 3 ini dengan teknologi EfficientDynamics yang hingga kini terus berkembang.

Tidak hanya sedan, BMW Seri 3 juga punya deretan model yang cukup lengkap. BMW Seri 3 tersedia juga dalam bentuk coupe, station wagon, convertible, hatchback, hingga M Sport.

Menurut sejarah BMW yang dikutip dari berbagai sumber, huruf E pada model BMW Seri 3 pertama adalah kode yang berasal dari awalan kata “entwicklung” dari bahasa Jerman yang berarti pengembangan.

Berikut perjalanan BMW Seri 3 dari generasi ke generasi.

Kelahiran BMW Seri 3

Seperti yang disebutkan sebelumnya, BMW Seri 3 pertama kali lahir pada tahun 1975 dengan E21 sebagai model pertamanya. Mobil ini merupakan sedan dua pintu dengan bekalan mesin 4 silinder berkapasitas 1.6 liter.

Dengan huruf "E" yang tadi disinggung sebelumnya, maka tidak aneh lagi kalau dua tahun kemudian, tepatnya pada 1977, BMW Seri 3 dikenalkan dengan menggunakan mesin baru. Yaitu mesin 6 silinder berkapasitas 2.0 liter. Pada tahun yang sama pun, BMW juga memperkenalkan teknologi injeksi pada mesin produksinya.

BMW E21 ini dijual mulai dari tahun 1975 hingga 1983 dengan varian BMW 315, BMW 316, BMW 318, BMW 318i, BMW 320, BMW 320/6, BMW 320i, dan BMW 323i. Model awal BMW Seri 3 ini merupakan sedan kompak dua pintu dan ada juga varian convertible yang atapnya bisa dibuka.

Secara desain eksterior, bagian muka Seri 3 mudah dikenal. Yakni dengan tersematnya gril Kidney BMW berukuran besar serta lampu bulat yang sangat khas. Hingga akhirnya, dari varian BMW 320 ke atas, BMW mengenalkan tampilan baru yakni menggunakan dua pasang lampu bulat.

Pada masanya, BMW 320i, seri injeksi mesin empat silinder dari BMW 320, dikenal sebagai sedan yang memiliki tenaga yang besar yakni mampu mencapai 125 Hp. Kemudian disusul BMW 323i yang memiliki daya mencapai 143 Hp yang dihasilkan oleh mesin injeksi 6 silinder.

BMW Seri 3 di Indonesia

Di Indonesia, BMW Seri 3 secara resmi diperkenalkan pada 1982 dan sukses mengaspal di dunia hingga 1994.

Nah, kalau di generasi pertama cuma ada dua pintu, maka generasi kedua dengan varian BMW 316, BMW 316i, BMW 318i, BMW 318is, BMW 320i, BMW 320is, BMW 323i, BMW 325/e/es, BMW 325i/is/ix, BMW M3 Evo 1, BMW M3 Evo 2, dan BMW M3 Sport Evo ini punya model yang lebih lengkap, seperti sedan dua dan empat pintu, coupe, convertible, touring atau station wagon, cabriolet, dan seri M3 dalam model coupe dan convertible.

Tampilannya tetap mempertahankan gril Kidney BMW ukuran besar yang khas, generasi kedua juga tetap mempertahankankan dua pasang lampu bulat untuk penerangan utamanya.

Selain mengembangkan mesin bensin 4 dan 6 silinder injeksi, generasi BMW Seri 3 kedua ini juga diperkenalkan mesin diesel injeksi 6 silinder, yakni varian BMW 324d dan 324td.

Sedikit mundur ke belakang, pada 1986 BMW mulai memperkenalkan Seri M3. Seri ini sendiri memang bagian dari pengembangan Seri 3 yang jadi lebih sporty dengan kehadiran BMW M3 atau BMW M3 Evo 1. Dibekali mesin besin 4 silinder berkapasitas 2.3 liter, mobil ini sanggup menghasilkan daya hingga 200 Hp. BMW Seri M3 pun otomatis langsung turun di beberapa kejuaraan balap. Salah satunya BMW M3 sukses menjadi juara dalam World Rally Championship (WRC) Tour de Corse tahun 1987.

Generasi kedua merupakan BMW Seri 3 pertama yang resmi dijual di Indonesia dengan varian BMW 318i model sedan. Kalau Mas Bro ada yang mau meminangnya, silakan cek sendiri harga bekasnya deh, semakin mulus kondisi mobilnya mungkin harganya juga semakin gelap.

Ikon Mobil Keren Era 90-an

Kalau generasi E36 menjadi ikon di era 90-an, maka generasi keempat BMW Seri 3 dengan E46 menjadi ikon 2000-an. BMW E46 juga bisa dibilang sebagai salah satu mobil yang dianggap sukses. Penjualan tertinggi E46 terjadi pada tahun 2002, yaitu mencapai 561.249 unit mobil telah terjual di seluruh dunia.

Dibandingkan pendahulunya, bentuk E46 punya ubahan yang cukup banyak. Sebut saja teknologi lampu LED yang mulai disematkan pada mobil ini. Ada juga fitur GPS, electronic brake-force distribution, dan sensor hujan pada wiper.

Model yang dibawa di generasi ini juga tetap sama, cuma kurang model cabriolet. Lengkapnya yaitu sedan 4 pintu, coupe 2 pintu, convertible 2 pintu, hatchback tiga pintu, dan wagon (Di BMW disebut model touring) lima pintu.

Generasi keempat BMW Seri 3 yang hadir pada 1997-2006, ditandai dengan meluncurnya BMW 320d sebagai mobil diesel pertama yang dilengkapi teknologi direct fuel injection. Mesin pada mobil ini menyemburkan tenaga hingga 136 Hp dan konsumsi bahan bakarnya hanya 5,7 liter untuk mencapai jarak 100 kilometer.

Tidak hanya itu, untuk kali pertama BMW menerapkan Common Rail Injection untuk mengoptimalkan distribusi tenaga dan menciptakan getaran lembut pada mesin diesel. Sementara, inovasi BMW paling besar pada mesin bensin enam silinder ini adalah hadirnya Double VANOS (Variable Nockenwellen Steuerung), teknologi yang menambah efisiensi bahan bakar, yang juga berperan mendongkrak torsi.

Teknologi Valvetronic yang dikenalkan pada 2001 juga mulai dipasang pada BMW Seri 3 di generasi keempat ini. Valvetronic adalah teknologi untuk sepenuhnya mengendalikan variabel katup intake yang pada perkembangannya mampu meningkatkan performa mesin namun tetap irit konsumsi bahan bakar.

SAMPAIKAN KOMENTAR