Perhatikan Jika Ingin Swap Engine
18
Jul
0 Comment Share Likes 450 View

Memodifikasi kendaraan agar proper, tentu saja meliputi seluruh aspek termasuk mesin. Khusus untuk mesin mobil dapat dilakukan dengan melakukan bore-up atau meng-upgrade komponen. Namun cara yang paling digemari adalah menganti mesin mobil atau lebih dikenal ‘Engine Swap’ agar performa makin meningkat. Memang secara logika, mesin yang diganti dengan kapasitas lebih tinggi akan memberikan nilai tersendiri dikalangan Car Enthusiast.

Menganti mesin mobil harus memahami beberapa hal agar tidak salah langkah seperti yang pernah kami bahas dalam artikel ‘Ingin Melakukan Engine Swap? Perhatikan Hal Berikut’. Tetapi tidak ada salahnya kami kembali membahas agar Para Pria Berselera makin memahami sebelum melakukan penggantian mesin mobil.

Hal terpenting dalam melakukan Swap Engine adalah ‘apakah memang harus melakukan penggantian mesin?’. Kebutuhan ini sangat tergantung dengan kondisi mesin, tetapi terkadang dalam memodifikasi tidak tergantung kebutuhan belaka. Namun lebih bergantung pada ‘taste’ demi mengejar keinginan demi menaikan performa mobil dibanding mobil – mobil sejenis.

Swap Engine memang salah satu faktor poin yang dapat dijadikan penilaian bagi Car Enthusiast, tetapi jangan asal mengganti mesin mobil. Dan yang pasti mesin mobil yang digunakan harus satu rumpun atau satu brand. Dengan kata lain, mobil dari brand Toyota sebisa mungkin harus menggunakan mesin dari Toyota juga. Hal ini sebenarnya mengacu pada peraturan pemerintah yang tercatat yakni Pasal 132 ayat (5) dan ayat (6) PP No. 55/2012.

Jadi semua tujuan menganti mesin harus dipikirkan secara seksama dan bijak. Bila hanya ingin menganti mesin lama untuk dipergunakan sebagai mobil harian, lebih baik menggunakan mesin dengan tipe yang sama. Selain spare part kita mudah mendapatkan karena dipermudah dengan tipe mobil. Mesin mobil yang sama dengan sebelumnya tentu hanya tinggal ‘plug n play’ saja. Istilahnya tidak perlu melakukan banyak ubahan. Walau banyak yang beranggapan, kenapa harus ganti mesin dengan mesin yang sama?

Berbeda bila ingin menganti mesin dengan tujuan meningkatkan performa saat melibas lintasan balap, tentunya target kecepatan lebih tinggi harus diperoleh. Mesin pengganti pun harus dapat kembali dimodifikasi agar performanya makin meningkat dibanding mesin standar. Cukup banyak bagian mesin yang ‘disentuh’ agar performa mesin dapat meningkat secara drastis.

Bahkan tidak sedikit yang mengubah mesin mobil mereka dengan lintas DNA, contohnya mobil BMW menggunakan mesin dari Toyota. Bukan hal yang ‘haram’ atau dikenal murtad, tetapi banyak yang harus dipertimbangkan dalam pemasangannya. Mulai dari harga hingga mencari mesin yang dalam kondisi prima. Jangan sampai telah mengeluarkan biaya banyak tetapi hasilnya malah mengecewakan.

Bagi Jureq a.k.a Adhi Sardjan – pemilik K18 Engineering mengatakan tidak ada masalah dalam mengganti mesin BMW dengan 2jZ, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pemasangan mesin harus presisi agar tidak masalah dengan gardan dan as roda belakang. “Untuk mengganti mesin BMW dengan 2JZ sangat membutuhkan perhatian khusus agar dapat bekerja dengan benar. Secara harga, tidak terlalu berbeda jauh jika ingin meningkatkan performa BMW M3 standar yang bisa lebih dari 150 juta agar dapat menyamai performa dari 2JZ. Hal ini karena harga mesin 2JZ telah mencapai 60 juta, beda ketika banderolnya hanya 30 jutaan. Harga tersebut belum termasuk gearbox yang mencapai 60 juta sehingga totalnya bisa diperkirakan sendiri.”

Jika mesin pengganti, pastikan spare part tambahan yang diperlukan seperti Gearbox, Ecu, Intercooler, Pompa bensin, Radiator, Pipa (piping) dan lainnya telah tersedia sebelum melakukan Swap Engine. Piranti tersebut sangat vital karena tidak semua komponen ‘plug n play’sehingga membutuhkan ketelitian dalam pemasangannya. Sedikit ‘mengakali’ kerap dilakukan, namun pastikan material yang digunakan memiliki durability.

Selanjutnya adalah urusan tempat atau bengkel yang digunakan dalam mengganti mesin, pastikan memang kemampuannya telah terbukti. Asal pilih tempat malah dapat berujung selalu bermasalah dari hasil mengganti mesin. Memang cukup sulit untuk mendapatkan bengkel terpercaya, mencari informasi melalui komunitas merupakan cara termudah agar mendapatkan rekomendasi bengkel. 

Namun setelah Swap Engine dilakukan, terkadang para pemilik mobil melupakan bagian kaki – kaki dari mobil yang telah mengalami Swap Engine. Dengan mesin yang biasa memiliki bobot lebih besar dari bawaan mobil, kaki – kaki mobil atau suspensi harus dipastikan dalam kondisi prima. Tenaga mobil telah besar, tetapi kaki – kaki mobil tidak mumpuni dapat berakibat ‘bodyroll’ dan tentunya sangat berbahaya bagi pengendara atau lainnya.

Setelah semua dipastikan sesuai kebutuhan dan terpasang dengan benar, tidak ada salahnya melakukan ‘dyno test’ atau mengetahui kinerja maksimal dari torsi dan power yang dihasilkan dari mesin mobil. Pengaturan oleh tuner sangat dibutuhkan melalui ECU mobil yang digunakan. Sangat mungkin meningkatkan kinerja mobil dengan ECU yang berbeda, tentunya semua tergantung dari kebutuhan sang pemilik mobil hingga kapasitas mesin sendiri.

Dengan berbagai hal diatas, tentu dapat memberikan informasi bagi Car Enthusiast sebelum melakukan swap engine. Pastikan semua yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan agar tidak berlebih dan tetap mengacu pada Proper Car Modification.

 

 

 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR